Gejala NASH, peradangan dari perlemakan hati, kerap dianggap sepele tapi dampaknya mematikan. Apa penyebabnya dan bagaimana pencegahannya?
Hati memproses dan menyimpan nutrisi, menghasilkan protein dan empedu, mengatur gula darah, memecah zat beracun obat-obatan dan alkohol.Foto: magicmine/Zoonar/picture alliance
Iklan
Nyeri di bagian kanan atas perut, kadang merasa kembung setelah makan, merasa kelelahan, sulit berkonsentrasi, atau tubuh kerap terasa lemas - banyak orang mengira gejala ini hanya akibat stres atau pola makan yang salah, padahal hal tersebut sering kali disebabkan organ hati yang membesar dan meradang.
Non-Alcoholic Steatohepatitis (NASH) atau radang perlemakan hati non-alkoholik, salah satu penyakit yang kerap diremehkan di era modern.
Penyakit ini umumnya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Diagnosa NASH kian marak ditemukan. Bukan hanya di AS dan Eropa tetapi juga di India dan negara berkembang lainnya.
Para ahli memperingatkan - jumlah penderita yang meningkat secara signifikan dapat menyebabkan sistem kesehatan di seluruh dunia kewalahan.
Apa itu Non-Alcoholic Steatohepatitis (NASH)?
NASH adalah bentuk agresif dari penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD). Penyakit ini terjadi ketika lemak menumpuk di jaringan hati dan menimbulkan peradangan kronis.
Jika kerusakan hati berlangsung lama, sel-sel hati mulai mati - kondisi ini disebut nekrosis jaringan. Hati berusaha memperbaiki kerusakan tersebut, namun sel-sel hati yang sehat banyak digantikan dengan jaringan parut yang keras lewat fibrogenesis.
Awalnya, jaringan parut ini tidak menimbulkan keluhan, tetapi semakin banyak jaringan parut yang terbentuk, aliran darah ke hati berkurang, dan fungsi hati menurun.
Jika proses ini terus berlanjut, struktur hati berubah total: hati menyusut, memiliki benjolan-benjolan, dan kehilangan fungsinya secara bertahap. Tahap akhir disebut sirosis hati, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal hati (hati kehilangan fungsinya), perdarahan, asites (penumpukan cairan di perut), serta peningkatan risiko kanker hati.
Bagaimana gejala perlemakan hati?
Yang membuat NASH berbahaya adalah penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala serius pada tahap awal. Penderita mungkin hanya merasa cepat lelah, adanya rasa nyeri di bagian kanan atas perut, kemampuan fisik menurun, atau berat badan turun naik secara drastis tanpa sebab yang jelas — semua hal ini sering dianggap sepele.
Tanda pertama seringkali baru terlihat dari pemeriksaan darah rutin, ketika kadar enzim hati meningkat, menandakan adanya peradangan. Pemeriksaan pencitraan seperti USG atau Fibroscan dapat mendeteksi ukuran dan kekakuan hati, sehingga tanda-tanda awal fibrosis (pembentukan jaringan parut) bisa ditemukan. Diagnosis pasti biasanya ditegakkan melalui biopsi hati, dengan mengambil sampel jaringan.
Karena itu, banyak kasus NASH baru terdeteksi saat sudah berada di tahap lanjut — ketika kerusakan hati sudah berat. Inilah sebabnya mengapa deteksi dini pada kelompok berisiko sangat penting.
Jangan Biarkan Anak Anda Minum Soda
Anak Anda hobi jajan minuman bersoda? Bagi mereka mungkin terasa nikmat, manis dan menyegarkan. Tapi jika Anda sayang anak, sebaiknya hentikan kebiasaan itu. Simak efek mengerikan minuman soda pada anak-anak.
Foto: Colourbox/Monkey Business Images
1. Kandungan dalam soda menimbulkan kecanduan
Sifat candu pada soda berasal dari kandungan minuman itu, kafein misalnya. Studi menunjukkan kafein menimbulkan ketergantungan. Anak-anak tidak kebal terhadap ketergantungan ini. Kandungan gula menimbulkan efek serupa. Sementara soda dengan pemanis buatan sebenarnya mengelabui otak karena membuat peminumnya selalu ingin lagi.. Jika mengkonsumsinya berlebihan, sulit pula untuk berhenti.
Foto: Fotolia/ Nitr
2. Soda tidak ada gizinya
Soda tidak memberikan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh kita. Sebaliknya, soda malah menekan nafsu makan. Mengkonsumsi soda dapat menyebabkan anak-anak hanya ingin makan sedikit dari yang mereka butuhkan untuk bahan bakar tubuh. Mereka yang sering minum soda bisa kekurangan vitamin A, kalsium, dan magnesium serta mineral penting lainnya.
Foto: Imago/Indiapicture
3. Soda merugikan otak anak-anak
Otak anak berkembang hingga mereka remaja. Ketika minum soda, mereka mengkonsumsi bahan kimia yang mengubah otak. MSG bersembunyi dalam asam sitrat soda dan penambah rasa buatan. Penelitian menunjukkan, excitotoxin dalam MSG merusak neuron di otak tikus. Tingginya tingkat excitotoxin bisa menjadi pemicu tumor otak, alzheimer dan parkinson, gangguan belajar dan perilaku.
Foto: Colourbox/R. Gusov
4. Soda merapuhkan tulang anak-anak
Minum soda dapat menguras kalsium yang sangat dibutuhkan tulang. Jika konsumsi fosfor dalam soda terlalu tinggi, bisa memicu turunnya kalsium sehingga kepadatan tulangpun terganggu. Kafein dalam soda juga mengganggu penyerapan kalsium pada tulang. Anak-anak yang kenyang minum soda, sulit mengkonsumsi susu atau minuman yang kaya kalsium lainnya, dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.
5. Soda menyebabkan gangguan perilaku
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku anak-anak peminum soda. Ini bisa dari kafein, gula, pewarna buatan, atau lonjakan gula darah. Menurut sebuah survei yang respondennya lebih dari 3000 ibu menunjukkan: anak-anak yang minum soda yang lebih agresif dan memiliki kesulitan untuk bisa fokus atau konsentrasi.
Foto: picture-alliance/Denkou Images
6. Soda menghancurkan gigi anak-anak
Gula maupun asam dalam soda tidak baik untuk gigi. Asam sitrat dan fosfor berlebihan bisa mengikis enamel gigi dan menyebabkan kerusakan. Berkombinasi dengan sifat adiktif soda, gigi yang sering terkena minuman berbahaya ini bisa mengalami erosi gigi.
Foto: luna/Fotolia.com
7. Soda bisa menyebabkan diabetes pada anak
Dalam sebuah percobaan, tikus di laboratorium diberi pemanis buatan: aspartam yang bisa ditemukan di soda diet. Hasilnya, ditemukan tanda awal dari sindrom metabolik dan diabetes tipe 2. Yang menakutkan, hanya minum soda sedikit pun tidak mengurangi risiko itu. 12 ons soda sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga seebesar 22%.
Foto: Fotolia/Dmitry Lobanov
8. Soda memicu kelebihan berat badan
Sebuah studi yang dilakukan pada anak usia 3-5 tahun menunujukkan: konsumsi minuman manis bersoda secara signifikan meningkatkan kemungkinan obesitas. Bahkan memilih soda diet untuk menghindari gula tidak akan mencegah hal ini, karena aspartam meningkatkan hasrat besar akan gula, dimana otak terus memerintahkan agar tubuh mengkonsumsi lebih banyak gula.
Foto: AP/S. Aivazov
9. Soda dapat menyebabkan penyakit jantung
Satu botol/kaleng soda sehari dapat meningkatkan risiko kardiovaskular sebesar 61%. Mengingat soda bisa menimbulkan kecanduan, anak-anak yang mulai minum soda di usia dini cenderung mengkonsumsinya secara teratur. Mereka yang mengkonsumsinya sejak kecil lebih berisiko terkena sakit jantung. daripada seseorang yang mulai minum soda di usia dewasa.
Foto: Imago/UIG
10. Soda dapat menghambat pencernaan
Soda dan kafein bersifat menaikkan laju urinasi sehingga menyebabkan dehidrasi, terutama jika kebiasaan minum air tergantikan soda. Gula dan kafein dapat meningkatkan tingkat asam lambung yang mengarah ke sindrom iritasi usus. Apa alternatif pengganti soda? Air putih dan susu pilihan terbaik. jus buah tentu pilihan yang lebih baik daripada soda, tetapi tetaplah waspada terhadap kadar gulanya.
Sebagian besar penderita NASH memiliki kelebihan berat badan, sekitar 70 hingga 80 persen pasien menderita obesitas. Penyakit ini sering disertai kondisi lain seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.
Penyebab NASH adalah kombinasi antara pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan faktor genetik. Kalori yang dikonsumsi secara berlebihan, terutama dari gula dalam minuman manis dan lemak jenuh dalam makanan sehari-hari, menjadi pemicu utama. Pola hidup ini menyebabkan resistensi hormon insulin yang mengontrol glukosa dalam darah. Saat glukosa berlebih, lemak menumpuk di sel hati.
Namun, tidak hanya orang dengan obesitas yang berisiko NASH tetapi juga orang bertubuh kurus yang memiliki kadar lemak tubuh tinggi, jarang bergerak, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit NASH. Hal ini diperburuk dengan konsumsi fruktosa tinggi dari softdrink, kadar lemak darah yang tinggi, dan diabetes tipe 2.
Pria orang paruh baya dan penduduk perkotaan berisiko lebih tinggi akan penyakit ini karena gaya hidup dan pola makan ala Barat.
Alternatif Pengganti Gula
Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, obesitas, hingga diabetes. Namun jangan khawatir, ada pemanis pengganti gula yang tidak berbahaya bagi kesehatan.
Foto: Colourbox
Pemanis selain gula
100 gram gula mengandung sekitar 400 kalori. Gula menawarkan sedikit nutrisi, justru dampaknya bisa menaikkan berat badan. Jika Anda menginginkan pemanis yang bebas kalori atau setidaknya rendah kalori, ada sejumlah alternatif berikut ini...
Foto: Colourbox
Xylitol
Xylitol mengandung 2,4 kalori setiap gramnya atau 40 persen kalori lebih sedikit dibandingkan gula biasa. Dikenal dengan sebutan gula birch, Xylitol adalah gula yang didapat dari ekstraksi jagung atau kayu birch. Pengganti gula ini diproduksi melalui proses industri murni. Tapi hati-hati jangan terlalu sering mengonsumsinya, karena xylitol bisa menyebabkan perut kembung.
Foto: picture-alliance/dpa/O. Berg
Erythritol
Erythritol merupakan gula yang sangat populer di kalangan penderita diabetes. Kehadirannya dalam bahan makanan dapat ditemukan di bawah simbol E968. Pemanis ini hampir tidak memiliki kalori dan karena tubuh tidak memiliki enzim untuk memecah Erythritol, maka sebagian besar akan langsung diserap aliran darah dan dibuang melalui urin sehingga tidak memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh.
Foto: picture-alliance/dpa/blickwinkel/c-goemi
Gula Stevia
Dikenal dengan nama ilmiah Stevia Rebaudiana, gula nol kalori ini 300 kali lebih manis dibanding gula biasa sehingga Anda harus sangat memperhatikan takaran saat ingin mengonsumsinya. Gula stevia juga dapat menurunkan kadar gula darah.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Kalaene
Sakarin
Sakarin merupakan salah satu jenis pemanis buatan. Pengganti gula ini juga bebas kalori dan memiliki rasa manis 300 - 400 kali lebih kuat dibanding gula biasa.
Foto: Imago/teutopress
Pisang matang
Siapa pun yang menginginkan pemanis tanpa bahan kimia, dapat menggunakan pisang matang. Cari pisang yang memiliki warna kecoklatan pada kulitnya. Pisang dapat digunakan untuk mempermanis kue dan biskuit.
Foto: Saul Loeb/AFP/Getty Images
Kurma
Kurma adalah salah satu alternatif sehat pengganti gula, dapat digunakan untuk pemanis roti. Meski rendah kalori, kurma mengandung banyak vitamin B6, zat besi, dan magnesium.
Foto: Colourbox
Sirup bit
Pemanis alami lainnya adalah sirup bit, mengandung 300 kalori per 100 gram. Pengganti gula ini memiliki nilai gizi yang jauh lebih baik dan kaya akan asam folat, magnesium, zat besi, dan kalium.
Foto: picture-alliance/dpa/O. Berg
Sirup agave
Sirup agave atau 'American Aloe Vera' mengandung campuran barley (jali) dan karamel yang ringan dan kandungan fruktosa yang sangat tinggi, sehingga jika ingin mengonsumsinya harus penuh perhitungan dan jangan berlebihan. Berbeda dengan kandungan fruktosa alami dalam buah-buahan, sirup agave yang terkandung dalam produk olahan bisa menyebabkan risiko kenaikan berat badan.
Foto: Reuters/C. Jasso
Sirup maple
Meskipun sirup maple mengandung fruktosa dan sukrosa, ia tetap lebih sehat daripada gula atau sirup agave. Sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dari McGill University di Quebec, Kanada, menunjukkan bahwa sirup maple dapat meningkatkan efektivitas antibiotik dan mengurangi efek sampingnya.
Foto: picture-alliance/Bildagentur-online/Yay
Gula Kelapa
Jika Anda ingin merasakan manis rasa karamel, gula kelapa adalah pilihannya. Alternatif pengganti gula ini memang terbuat dari sari kelapa, namun rasanya tidak seperti kelapa. Di samping memiliki jumlah kalori yang sama dengan gula biasa, gula kelapa juga mengandung nutrisi penting seperti zink (seng), zat besi, kalsium, dan potasium.
Foto: picture-alliance/dpa
Madu
Mengandung 40% fruktosa dan 30% glukosa, madu sering dijadikan pengganti gula. Nilai gizi madu lebih besar karena terdapat komponen mineral, protein, dan vitamin, serta memiliki efek anti-bakteri dan anti-inflamasi. Tetapi harus diingat bahwa suhu di atas 40 derajat Celcius dapat menghancurkan banyak nutrisi penting di dalamnya! (Ed.: ha/ts)
12 foto1 | 12
Perlemakan hati adalah tantangan global
Di Amerika Serikat, hingga 6,5% orang dewasa menderita NASH — sekitar 9 hingga 15 juta orang, dan jumlah ini terus meningkat. Di India angkanya juga melonjak tajam. Data terbaru menunjukkan sekitar 30–38% populasi mengalami perlemakan hati dan semakin banyak terdampak NASH karena meningkatnya obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan kasus diabetes.
Di Eropa, faktor risikonya bervariasi antara 6 hingga 18% tergantung negara dan kelompok risiko. Di Amerika Latin serta kawasan MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara), angkanya serupa, bahkan bisa melebihi 12%. Di Afrika, NASH masih relatif jarang, tetapi angka kasus di wilayah perkotaan terus meningkat.
Iklan
Apa yang dapat dilakukan mencegah NASH?
Saat ini, penggunaan obat untuk NASH masih terbatas dan hanya diberikan dalam kasus tertentu. Perubahan gaya hidup adalah langkah utama dengan meningkatkan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan tinggi serat dengan kadar gula dan lemak rendah, serta menurunkan berat badan - hal ini dapat bantu mengurangi peradangan.
Intervensi pola makan seperti puasa intermiten atau pola 5:2 juga dapat membantu mengatasi perlemakan hati dan mencegah perkembangan NASH. Dalam pause intermiten 5:2, seseorang makan secara normal selama lima hari dalam seminggu dan dalam sisa dua hari mengurangi asupan kalori secara signifikan (maksimal sekitar 500–600 kalori).
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman