1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kesehatan

Permintaan Kucing dan Anjing di Jerman Meningkat Pesat

25 Januari 2021

Harga anak anjing dan kucing di internet meledak, peternak dan tempat penampungan hewan peliharaam dibanjiri dengan permintaan. Masa pandemi di Jerman membuat banyak orang perlu pendamping setia.

Tempat penampungan hewan peloharaan "Albert Schweitzer" di Bonn
Tempat penampungan hewan peliharaan "Albert Schweitzer" di BonnFoto: Oliver Pieper/DW

Saat pandemi corona merajalela, makin banyak orang Jerman menemukan kecintaan mereka pada hewan peliharaan. Kucing dan anjing, hewan favorit di Jerman, sangat dicari. Bahkan sebelum ada pandemi, satu dari empat rumah tangga di Jerman memiliki kucing, dan satu dari lima rumah tangga memiliki seekor anjing.

Sekarang, ketika lockdown kembali diterapkan dan pembatasan diperketat lagi, banyak yang merasa kesepian atau punya makin banyak waktu untuk menjaga hewan peliharaan. Karena itu, permintaan meningkat drastis. Menurut Asosiasi Hewan Peliharaan VDH, angka penjualan anjing tahun 2020 meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Mungkin itu kebutuhan punya teman," kata pecinta anjing Bernadette Dierks-Meyer, yang mengaku dia lebih ingat tanggal lahir anjing-anjingnya daripada hari ulang tahun anak-anaknya. Ruang gudang bawah tanahnya penuh dengan piala dari kompetisi anjing nasional dan internasional.

Padahal memelihara anjing tidak murah. Biaya dokter hewan dan pemeliharaan untuk setiap anjing sekitar 1500 euro per tahun. Bukan jumlah kecil, bagi orang yang tidak hidup lebih dari cukup seperti Bernadette Dierks-Meyer.

Julia Zerwas di tempat penampungan hewan pelihaaraan "Albert Schweitzer", BonnFoto: Oliver Pieper/DW

Anjing dan kucing dicari semasa pandemi

Julia Zerwas tahu banyak cerita binatang tanpa happy end. Inilah yang mendorongnya berhenti kuliah di kedokteran hewan di München untuk kembali ke tempatnya dia mulai bekerja sepuluh tahun lalu: Penampungan hewan Albert Schweitzer di Bonn.

"Kami memiliki kasus; beberapa hari yang lalu di mana seseorang membawa hewannya kembali ke sini setelah tiga hari," kata Julia Zerwas. Tempat penampungannya khawatir bahwa banyak hewan akan berakhir seperti itu. Ketika pandemi selesai, banyak orang bosan dengan hewan peliharaannyaya dam sibuk dengan hobi lain.

Di tempat penampungan ini ada sekitar 48 anjing, 52 kucing dan 175 hewan kecil, bahkan ular dan kadal. Julia Zerwas dan 20 rekannya sekarang sibuk melakukan pekerjaan perawatan intensif, persis seperti situasi para juru rawat di banyak rumah sakit.

Perkembangan angka infeksi harian Covid-19 di beberapa negara sampai 20 Januari 2021

Pandemi corona tidak hanya tantangan besar bagi manusia, melainkan juga bagi hewan peliharaan. "Kami harus membatasi lalu lintas publik secara masif dan sekarang hanya mengizinkan kunjungan berdasarkan perjanjian," kata Julia Zerwas. Pada saat yang sama, permintaan hewan peliharaan juga meningkat tajam.

Saran dia, pikirkanlah dulu baik-baik sebelum memutuskan untuk memiliki hewan peliharaan. Apakah saya masih punya cuku waktu? Apa sebenarnya keinginan saya? Apakah hewan peliharaan cocok dengan kehidupan normal saya, dan hanya pada saat ini?"

Perdagangan ilegal berkembang pesat

"Ada orang-orang yang bertanya ke tempat penampungan hewan apakah mereka bisa memiliki anjing selama tiga bulan, hanya untuk masa-masa bekerja dari rumah," kata Hester Pommerening dari Liga Kesejahteraan Hewan Jerman. "Dan ada tempat penampungan hewan yang menerima sampai 500 permintaan dalam satu akhir pekan."

Dia mengatakan, sekarang ada masalah mendesak yang perlu ditangani: Perdagangan anak anjing ilegal. Perdagangan hewan peliharaan ilegal kini dianggap sebagai sumber pendapatan ilegal terbesar ketiga di Uni Eropa, setelah penyelundupan narkoba dan senjata yang terorganisir.

Federasi Kesejahteraan Hewan Jerman mengatakan antara Januari dan Oktober 2020 ada 75 perdagangan hewan ilegal dilaporkan, yang melibatkan lebih dari 800 hewan peliharaan, terutama anjing. Jumlah kasus yang tidak dilaporkan mungkin jauh lebih tinggi. (hp/yf)

 

Jangan lewatkan konten-konten eksklusif berbahasa Indonesia dari DW. Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

 

Oliver Pieper Reporter meliput isu sosial dan politik Jerman dan Amerika Selatan.
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait