Tahun lalu, Jerman memproduksi daging lebih sedikit. Di sisi lain, permintaan produk vegan melonjak. Namun, stok schnitzel dan sosis masih lebih banyak dibandingkan alternatif nabati yang dijual di toko-toko.
Iklan
Kantor Statistik Federal Negara (Destatis) pada Jumat (14/05) mengatakan secara keseluruhan jumlah stok daging yang diproduksi di Jerman mengalami penurunan di tahun 2020. Sebaliknya, produksi produk vegetarian di dalam negeri justru melonjak.
Kenaikan berdasarkan angka
Destatis melaporkan nilai total produk daging di Jerman mencapai € 38,6 miliar (Rp 668,9 triliun) tahun lalu, turun 4% dari level tertinggi pada 2019 ketika produk daging Jerman memiliki nilai total € 40,1 miliar (Rp 694,9 triliun).
Sementara industri yang memproduksi bahan makanan pengganti daging di Jerman mengalami peningkatan. Perusahaan memproduksi produk vegan hampir 39% lebih banyak pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, naik dari 60.400 ton menjadi 83.700 ton atau setara dengan hampir 12.000 gajah Afrika dewasa.
Nilai produk pengganti daging meningkat dari € 272,8 juta (Rp 4,7 triliun) menjadi € 374,9 juta (Rp 6,4 triliun) atau meningkat 37% pada periode yang sama.
Makanan Masa Depan: Apa yang akan kita makan besok?
Bagaimana tantangan global memengaruhi cara dan kebiasaan makan kita? Pameran "Makanan Masa Depan: Apa yang akan kita makan besok?" Museum Kebersihan Jerman di Dresden mengeksplorasi ide-ide inovatif.
Foto: IzumiMiyazaki
Memboikot gula untuk kebebasan
Aksi boikot gula pada 1791 diyakini sebagai boikot pertama dalam sejarah, yang dilakukan oleh konsumen. Gula menjadi simbol perdagangan budak dan juru kampanye Gerakan Penghapusan Perbudakan memecahkan cangkir teh yang "tercemar gula". Pada gambar di atas, kartunis Isaac Cruikshank mengolok-olok para bangsawan yang melihat diri mereka sebagai pejuang kemerdekaan, tetapi meratapi teh manis mereka.
Foto: The Trustees of the British Museum
Tren tidak sehat: Cocoivores pada tahun 1902
Pada 1902, August Engelhardt melakukan perjalanan ke Nugini Jerman (daerah kolonial Jerman di Papua Nugini) dan membeli perkebunan kelapa. Karena kelapa tumbuh tinggi dan dekat dengan matahari, ia yakin bahwa konsumsi kelapa membuat manusia abadi. Dia mendirikan sekte penyembah matahari yang merupakan cocoivora — pola makan yang hanya berdasarkan kelapa. Banyak muridnya dengan cepat meninggal.
Foto: Archiv Dieter Klein
Siapa yang menemukan sosis kedelai?
Meningkatnya jumlah orang yang menjadi vegetarian mendorong industri makanan mengembangkan berbagai alternatif selain daging. Tapi ini bukanlah fenomena baru. Selama Perang Dunia I, direktur persediaan makanan dan kemudian menjadi Kanselir Jerman pertama, Konrad Adenauer, menemukan sosis kedelai, makanan kaya protein untuk penduduk. Dia bahkan memperoleh hak paten Inggris untuk produk tersebut.
Foto: Archiv der Stiftung Bundeskanzler-Adenauer-Haus
Melawan impor ayam murah
Peternak unggas Ghana telah berjuang sejak Eropa dan AS mulai mengekspor ayam beku murah ke negara Afrika dengan harga dumping. Hanya 5% pangsa pasar dipegang oleh produsen unggas dalam negeri. Oleh karena itu, sebuah kampanye mendorong masyarakat untuk mengonsumsi ayam produksi lokal.
Foto: Eat Ghana chicken
Camilan berkaki enam
Selama ini, orang Eropa lebih terbiasa melihat serangga di pajangan kaca daripada di piring mereka. Namun, konsumsi serangga telah diizinkan di UE sejak 2018. Jangkrik nokturnal ini, misalnya, dapat dengan mudah diproduksi secara massal dan diolah menjadi makanan kaya protein bagi manusia: sebagai camilan kering beku atau sebagai penyedap rasa makanan dalam bentuk bubuk.
Foto: Lothar Sprenger
Estetika: Sarapan Simetri
Makan jauh lebih dari sekedar menelan makanan. Fotografer Michael Zee telah mempublikasikan foto sarapan yang telah ia siapkan untuk dirinya dan pasangannya di akun Instagram-nya sejak 2013. Makanan mereka selalu diatur secara simetris. Zee ingin merayakan detail yang mewakili hubungan yang penuh perhatian, keindahan dalam kehidupan sehari-hari, dan keragaman budaya makanan.
Foto: Michael Zee
Makanan sebagai gaya hidup
Duduklah di meja yang penuh makanan dan nikmati kuliner yang nikmat. Apakah itu masih mungkin di masa depan? Museum Kebersihan Jerman di Dresden membahas pertanyaan ini dalam pameran "Makanan Masa Depan: Apa yang akan kita makan besok?" yang berlangsung hingga 21 Februari 2021. (ha/hp)
Foto: Oliver Killig
7 foto1 | 7
Alasan produksi daging berkurang
Para ahli statistik berpendapat penurunan produksi daging pada tahun 2020 dapat dikaitkan dengan pandemi virus corona. Beberapa pabrik terpaksa tutup sementara karena melanggar aturan kebersihan, terutama di pabrik pengolahan daging Tönnies di negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Jerman.
Namun, muncul juga tren penurunan konsumsi daging dalam jangka panjang di negara ini. Pada tahun 1987, satu rumah tangga biasanya mengkonsumsi rata-rata 6,7 kilogram daging dalam sebulan, tidak termasuk sosis dan daging olahan lainnya. Empat puluh tahun kemudian, jumlah itu berkurang menjadi sekitar sepertiganya atau setara 2,3 kilogram per bulan.
Daging Palsu Berbahan Nabati Makin Digemari di Jerman