Pernyataan Dewan Keamanan Terhadap Iran
1 April 2006
Pernyataan Dewan Keamanan PBB disoroti dengan tajam oleh sejumlah harian internasional. Disebutkan sebetulnya lima anggota tetap Dewan Keamanan tidak kompak. Rusia dan Cina tetap menolak sanksi keras terhadap Teheran. Seharusnya dalam konflik atom Iran tetap terbuka peluang untuk melakukan kompromi, demikian judul komentar harian liberal Denmark Politiken yang terbit di Kopenhagen.
"Semua menyadari, di satu sisi, para pimpinan Mullah di Teheran terus berusaha untuk mengelabui kelompok Troika Uni Eropa dan Badan Energi Atom Internasional IAEA. Di sisi lainnya, Amerika Serikat juga kurang cerdik berdiplomasi dan hanya bisa mengancam. Seharusnya tetap terbuka peluang kompromi, yang mengizinkan Iran memanfaatkan energi atom untuk tujuan damai."
Harian Italia La Republicca yang terbit di Roma menulis komentar, masyarakat internasional memiliki keterbatasan dalam konflik atom Iran.
" Walaupun melaksanakan program atom dalam waktu dekat ini, Iran bukan merupakan ancaman serius. Sanksi terhadap pemerintah di Teheran adalah gagasan buruk. Demikian paling tidak yang diungkapkan direktur IAEA, Mohammad el Baradei di Doha. Dalam waktu bersamaan, pertemuan lima anggota tetap Dewan Keamanan ditambah Jerman, yang digelar di Berlin, hanya mendemonstrasikan kekompakan semu. Sebab Rusia dan Cina ibaratnya sudah menarik rem darurat. Moskow dan Beijing kembali memperingatkan agar konflik atom dengan Teheran tetap dipecahkan dengan cara damai."
Harian konservatif Austria Die Presse yang terbit di Wina berkomentar, kini kepercayaan terhadap PBB menjadi taruhan.
"Sebulan lagi, permainan akan dimulai lagi dari awal. Bedanya, nanti bukan membahas pernyataan, melainkan sebuah resolusi. Akan tetapi Dewan Keamanan diperkirakan tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Teheran. Suatu saat nanti, masyarakat internasional harus menentukan sikap. Apakah mereka mau atau tidak, menderita kerugian ekonomi, akibat sanksi terhadap Iran? Jika dalam sidang sebulan lagi, Dewan Keamanan kembali terpecah suaranya, Amerika Serikat akan memiliki alasan baru untuk menilai bahwa PBB tidak efisien."
Sementara harian Luxemburg Luxemburger Wort menulis komentar berjudul, pelajaran apa yang dapat ditarik dari kasus Iran?
"Terlihat ironi, bahwa lima negara adidaya atom,mengadili program atom Iran. Inti dilemanya adalah, di antara hak hukum Iran untuk memanfaatkan energi atom bagi tujuan sipil dengan janji untuk menghentikan pengembangan senjata atom menganga zone kelabu yang amat lebar. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menarik pelajaran berharga bagi masa depan, dari permainan kucing-kucingan antara Iran dengan IAEA selama ini."