1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Perompak Somalia Mulai Disidangkan

22 April 2009

Rabu ini (22/04)persidangan sembilan tersangka bajak laut Somalia dimulai di Mombasa, Kenya. Awal Maret lalu, mereka membajak kapal barang Jerman di Teluk Aden dan berhasil dibekuk militer Jerman.

Rabu ini (22/04)persidangan sembilan tersangka bajak laut Somalia dimulai di Mombasa, Kenya. Awal Maret lalu, mereka membajak kapal barang Jerman di Teluk Aden dan berhasil dibekuk militer Jerman. Bajak laut Somalia ini dipindahkan ke Kenya karena ada perjanjian Uni Eropa yang mengaturnya.
Kapal barang AS Maersk Alabama ketika akan merapat di pelabuhan Mombasa, setelah dibebaskan dari perompak Somalia.Foto: AP

Tampilan penjara Shimo La Tewa mirip dengan tempat parkir, melebar di pesisir Kenya. Bangunan utamanya bergaya kolonial, berdiri di kawasan hotel di tepi pantai. Di penjara itu mendekam 52 bajak laut Somalia, beberapa di antaranya sudah sejak 2006. Sejak beberapa pekan lalu Uni Eropa dan pemerintah Kenya sepakat untuk menerima para bajak laut yang ditahan, jumlahnya bertambah hampir setiap minggu.

Sembilan tersangka bajak laut yang telah menyandera kapal barang Jerman di Teluk Aden dan berhasil dibekuk kapal buru sergap Jerman “Rheinland-Pfalz”, diwakili pengacara Jard Magolo. Magolo menganggap kliennya tidak bersalah, walau pun pada saat kejadian, mereka bersenjata berat.

"Somalia tidak dapat dibandingkan dengan negara lain. Hampir setiap orang di sana memanggul senjata. Untuk keamanan pribadi, karena polisi tidak mampu melindungi warga," ujar Magolo.

Sementara itu, perusahaan pelayaran asal kota Hamburg, Jerman, yang kapal barangnya "MV Courier" ditawan awal Maret lalu tidak mengharapkan lebih dari persidangan yang dimulai Rabu ini (22/04). Kepada kantor berita AFP, perusahaan Gebrüder Winter atau Winter Bersaudara yang diwakili pengawas pelayaran Carsten Meyer mengatakan, persidangan tidak akan membawa banyak hal, karena senjata barang bukti pembajakan kapal mereka ditenggelamkan.

"Walau pun kapten kapal MV Courier bersaksi, kesaksiannya akan berhadapan dengan kesaksian sembilan orang, " demikian ditambahkan Meyer. Lebih lanjut Meyer mengatakan bahwa sangat sulit memutuskan kasus itu hanya dengan kesaksian satu orang.

Masih belum jelas apakah kapten kapal MV Courier yang berkebangsaan Filipina itu akan bersaksi. Saksi kunci kasus ini merasa terancam, dengan kemungkinan adanya struktur mafia perompak kapal. Yang ditakutkan bukanlah keselamatan dirinya di Kenya, tapi keluarganya di Filipina. Penyelia pelayaran Carsten Meyer dari perusahaan Winter Bersaudara juga ragu apakah kapten kapal MV Courier masih dapat mengenali anggota bajak laut yang menyanderanya awal Maret lalu.

Kru kapal Maersk Alabama, Gordon Van Hook, berbicara kepada media di dermaga pelabuhan Mombasa, Kenya, setelah kapten kapalnya, Richard Phillips, dibebaskan dari perompak.Foto: picture-alliance/ dpa

Selasa kemarin (21/04), satu-satunya bajak laut yang selamat dalam operasi pembebasan kapten kapal barang Amerika Serikat "Maersk Alabama", menjalani sidang pertama di New York. Abdiwali Abdigadir Muse dituntut hukuman seumur hidup, demikian keterangan pihak kejaksaan. Hakim Andrew Peck memutuskan, bahwa terdakwa adalah orang dewasa. Sebelumnya, terdapat pengakuan dari ayahnya, bahwa Muse baru berusia 15 tahun. Pengakuan itu meragukan, demikian dinyatakan hakim.

Abdiwali Abdigadir Muse adalah bajak laut pertama yang diajukan ke meja hijau di Amerika Serikat sejak lebih dari seratus tahun terakhir ini. Ibunya meminta Presiden Barack Obama membebaskan Muse dan menjelaskan bahwa Muse dipaksa kawanan bajak laut untuk bergabung. Muse ditangkap militer Amerika Serikat dalam operasi pembebasan kapten kapal „Maersk Alabama“. Tiga bajak laut lainnya tewas ditembak dalam operasi tersebut.

LS/zr/afp/ap

Editor: Pasuhuk, Hendra