1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Persahabatan Helmut Kohl dan Indonesia

30 Juni 2017

Helmut Kohl menjalin hubungan erat dengan dua mantan presiden Indonesia, Soeharto dan Habibie. Ini menghasilkan buah berupa hubungan baik Jerman-Indonesia hingga sekarang. Helmut Kohl wafat 16 Juni 2017.

Deutschland Helmut Kohl bei der Denkmalenthüllung zu Ehren von Käthe Kollwitz in Berlin
Foto: picture-alliance/dpa/M. Kappeler

Helmut Kohl memangku jabatan Kanselir Jerman selama 16 tahun, antara 1982 hingga 1998. Masa yang cukup panjang, yang merentang dalam empat kali masa jabatan legislatur sebagai kepala pemerintahan Jerman.Karir daan jabatan politik yang pernah dipangku politisi kawakan partai Uni Kristen Demokrat (CDU) itu cukup panjang.

Dalam politik luar negeri, Helmut Kohl juga menjalin hubungan baik dengan sejumlah politisi. Termasuk di antaranya dengan Indonesia. Hubungan baik ia jalin dengan dua Presiden Indonesia saat ia menjabat, yakni Soeharto dan Bacharuddin Jusuf Habibie.

Mengenang Kunjungan Kohl ke Indonesia

00:50

This browser does not support the video element.

Bagi orang Jerman, mungkin jasa Kohl yang paling dihargai adalah sukses menyatukan kembali Jerman. Untuk itu ia disebut "Kanzler der deutschen Einheit" atau Kanselir Reunifikasi Jerman. Sedangkan bagi Uni Eropa, Kohl dipandang sebagai bapak penyatuan Eropa yang di akhir tahun 1990-an terancam retak.

Jasa Kohl untuk Hubungan Indonesia-Jerman

"Helmut Kohl berjasa besar untuk terciptanya hubungan sangat baik antara Jerman dengan Indonesia", kata Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie. Ia mendatangi Kedutaan Besar Jerman di Jakarta tanggal 20 Juni, untuk mengisi buku dukacita, ketika mendapat kabar Helmut Kohl wafat.

Kepada wartawan, Habibie mengatakan, "Secara pribadi, saya cukup dekat dengan Kohl." Ia juga menambahkan, Kohl bukan hanya berjasa dalam hubungan Indonesia-Jerman. Kohl juga ingin mempererat hubungan Asia dan Eropa, lewat hubungan Indonesia-Jerman. 

Helmut Kohl dan Bacharuddin Jusuf Habibie (04/04/1998)Foto: picture-alliance/dpa/J. Faßbender

Hubungan dekat Habibie dengan Jerman bukan hanya karena Kohl saja. Ia juga bersekolah dan kuliah di Jerman antara tahun 1955 dan 1965. Setelah itu melanjutkan studi teknik penerbangan, dan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, saat itu berada di negara Jerman Barat .

Berteman dekat

Karena berteman dekat, jika berada di Jerman, Habibie selalu menyempatkan diri mengunjungi Kohl di rumahnya. Juga ketika Kohl mulai sakit, tahun 2008, dan tidak dapat menerima banyak tamu. Habibie juga membagi beberapa kenangan dan pengalaman pribadinya dengan Kohl.

Ia bercerita, mereka punya satu kesamaan, yaitu sangat mencintai istri masing-masing. Kohl sangat terpukul ketika kehilangan istri pertamanya, Hanelore, demikian tutur Habibie. Perasaan itu juga dirasakan Habibie ketika kehilangan istrinya, Ainun.

Selain itu Habibie berbagi cerita lucu, mengapa Kohl tidak bisa bahasa Inggris. Mantan Kanselir Jerman itu memang sangat enggan berbicara dalam bahasa Inggris di depan umum. Menurut Habibie, sebetulnya Kohl bisa bahasa Inggris tapi "kalau ngomong" tidak lancar. Ketika ditanya Habibie, Kohl mengatakan, "Pasalnya yang memilih saya tidak bisa bahasa Inggris."

Foto: picture-alliance/dpa/W. Weihs

Memancing ikan bersama Soeharto

Sebagai kanselir, Helmut Kohl berkunjung ke Indonesia sebanyak empat kali, dan bertemu dengan Presiden kedua, Soeharto. Keduia polistis puncak itu juga mengadakan perrtemuan di Jerman, saat Soeharto berkunjung ke negara Kohl. 

Pada sebuah kesempatan Kohl mengatakan, dengan Soeharto ia memiliki hubungan erat, karena persahabatan sudah terjalin sejak lama. Meskipun demikian mereka juga bisa bertukar pendapat secara intensif. Foto kedua politisi ketika memancing bersama di sekitar Pulau Bira, Kepulauan Seribu, Oktober 1996, dimuat di banyak media internasional. 

Bagi Kohl, dasar hubungan Jerman dengan Indonesia sangat kuat, antara lain karena Kohl juga menganggap Indonesia punya peran penting di Asia.

Ketika Soeharto mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden Indonesia, Helmut Kohl mengirim sebuah telegram, yang diawali dengan sapaan "Mein Lieber Freund", yang berarti: Sahabat yang terkasih. Dalam telegramnya ia memuji langkah Soeharto yang mengundurkan diri untuk mencegah pertumpahan darah selanjutnya di Indonesia.

ml/as (metro tv, kompas, wikipedia)

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait