1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Persaingan Kandidat di AS Semakin Seru

as6 Februari 2008

Hasil Super-Tuesday yakni pemilu awal yang digelar serempak di 24 negara bagian Amerika Serikat menunjukan persaingan antar kandidat yang semakin seru.

TPS di Chinatown, New YorkFoto: AP

Persaingan di kubu Demokrat antara Hillary Clinton dan Barack Obama, kelihatannya justru semakin ketat.

Harian Prancis La Presse de la Manche yang terbit di Cherbourg dalam tajuknya menulis:

"Di kubu Partai Republik penetapan kandidat utama bagi pemilu mendatang sudah semakin jelas. Senator John McCain praktis sudah meraup suara mayoritas. Sementara di kubu Partai Demokrat masih terjadi ketidak jelasan. Senator Barack Obama yang muncul secara tiba-tiba, dari hari ke hari semakin mampu merebut simpati para pemilih. Hanya dipertanyakan, apakah hasil pemilu awal itu tidak terlalu cepat bagi Obama. Tapi satu hal sudah jelas terlihat, yakni kenyataan tingginya keikutsertaan pemilu. Rakyat yang sudah lama menjadi golput tiba-tiba memberikan lagi suaranya, dan kebanyakan dari mereka adalah generasi muda."

Sementara harian Italia Il Messaggero dalam tajuknya mengomentari kaitan antara kandidat yang terpilih dari masing-masing partai dengan kemungkinan haluan politik luar negeri AS mendatang. Harian yang terbit di Roma ini lebih lanjut menulis:

"Politik luar negeri AS tidak akan banyak tergantung dari siapa presiden mendatang. Namun dapat dipastikan, setiap kandidat presiden akan lebih berhati-hati ketimbang Bush, jika masalahnya menyangkut pengunaan kekerasan militer. Dan setiap kandidat presiden pasti akan lebih menghormati perasaan negara mitranya. Hal ini merupakan upaya mengembalikan simpati dan peran pimpinan kepada AS, yang merosot drastis di tahun-tahun sebelumnya."

Sedangkan harian ekonomi Prancis Les Echos lebih menyoroti krisis ekonomi di masa pemilu awal di AS. Dalam tajuknya harian yang terbit di Paris ini menulis:

"Sebelum babak penentuan bagi calon Partai Demokrat, apakah Clinton atau Obama, juga sebelum calon Partai Republik John McCain dinyatakan sebagai kandidat utama, presiden saat ini, George W. Bush, sudah kalah dalam perang terakhirnya di sektor ekonomi. Anggaran negara yang diwariskan kepada penerusnya, tidak peduli dari partai mana, merupakan pil pahit yang amat beracun."

Tema lainnya yang disoroti harian-harian Eropa adalah krisis pemerintahan di Italia.

Pembentukan pemerintahan transisi sudah gagal. Kemungkinana satu-satunya adalah menggelar pemilu baru. Mantan PM Silvio Berlusconi kini siap mengambil alih kembali kekuasaan. Demikian komentar harian Swiss Tages-Anzeiger. Selanjutnya harian yang terbit di Zürich ini menulis:

"Berlusconi dengan tergesa-gesa ingin kembali merebut tongkat kekuasaan di Italia. Berlusconi juga amat yakin dapat memenangkan pemilu baru. Tapi jangan dilupakan, para pemilih juga sudah mengetahui, silang sengketa diantara partai politik, yang menumbangkan pemerintahan kiri Romano Prodi, juga terjadi di aliansi partai kanan dari Berlusconi."

Sementara Jerman Braunschweiger Zeitung dalam tajuknya juga berkomentar senada:

"Kehandalan aliansi partai untuk membentuk pemerintahan yang stabil tetap dipertanyakan. Silang sengketa yang menumbangkan aliansi Kiri-Tengah dari PM Romano Prodi juga akan dihadapi aliansi Kanan dari Berlusconi. Banyak pemilih di Italia merasa muak terhadap tokoh penghambat reformasi undang-undang pemilu itu. Dan hal itu yang hendaknya mereka tunjukkan dalam pemilu mendatang."