1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pertanian Modern: Digital dan Gunakan AI

04:00

This browser does not support the video element.

Karl Harenbrock
27 Februari 2026

Siapapun yang pernah bercocok tanam atau berkebun pasti tahu sulitnya mengusir rumput liar atau gulma yang tumbuh bak kecambah di musim hujan. Solusi yang selama ini banyak digunakan petani adalah menyemprot cairan kimia pembunuh, atau menggemburkan tanah secara berkala. Sebuah perusahaan di Jerman mengembangkan mesin ladang dengan kecerdasan buatan tanpa merusak tanah.

Sebuah mesin baru melintasi ladang bawang di utara Jerman, membakar gulma dengan tembakan sinarlaser. Dikendalikan oleh teknologi kecerdasan buatan atau AI, mesin ini berfungsi dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Yang tertinggal hanya lapisan debu halus. Abu ini meningkatkan suhu tanah, dan operator mesin harus hati-hati agar tidak terluka oleh pancaran laser.

Stefan Heinrich dari perusahaan Photoheyler menjelaskan, mesin ini menghasilkan daya optik sekitar 24 kW, dengan masing-masing laser berdaya 2 kW. Daya sebesar itu cukup untuk menyebabkan luka bakar jaringan dalam dalam hitungan milidetik. "Misalnya jika tangan Anda berada di bawahnya," kata Heinrich.

Stefan Heinrich adalah pencipta mesin. Tumbuh besar di lahan pertanian, dia tahu sulitnya mengusir tumbuhan liar dan ingin mencari solusi. Sebuah generator di depan traktor memberi tenaga bagi laser, sementara navigasi satelit membimbing saat menyeberangi lahan pertanian.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait