1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
IptekAfrika

Pertanian Organik: Alternatif Bagus Bagi Petani Kenya

Thuku Kariuki | Jürgen Schneider
28 Januari 2023

Di Kenya semakin banyak petani beralih ke pertanian organik. Ini bukan hanya kabar bagus bagi petani, melainkan juga bagi pembeli. Sementara itu, larangan pemakaian pestisida masih dibicarakan di parlemen.

Pertanian organik di Kenya
Pertanian organik di KenyaFoto: DW

Produk pertanian di Kenya harus dipanen dengan cepat. Konsumen di Eropa juga ingin berbelanja sayuran segar di musim dingin. Baik buncis, cabai, rempah-rempah atau buah. Sebagian besar hasil panen di Himilo Farm di ibukota Kenya, Nairobi, ditujukan untuk ekspor.

Wycliff Okumu cukup lama melaksanakan pertanian konvensional, dengan menggunakan pestisida kimia. Tapi dia sekarang melakukan perubahan fundamental sedikit demi sedikit, dan beranjak ke metode pertanian organik.

Pertanian organik untungkan konsumen

Okumu mengatakan, ia sadar bahwa di pertaniannya, ia bisa melaksanakan pertanian alternatif yang tidak merugikan konsumen. Oleh sebab itu ia berusaha melaksanakan pertanian organik. Mereka sudah mulai melaksanakan dengan beberapa jenis tenaman di pertanian, dan ingin melihat sejauh mana bisa melaksanakannya. "Tapi sejauh ini, kami cukup sukses dengan apa yang sudah kami laksanakan", tuturnya.

Negara Agraria Kenya Keluar dari Jerat Pestisida?

03:33

This browser does not support the video element.

Kekhawatirannya yang terbesar adalah melihat hasil panen dirusak hama atau penyakit. Jadi dia meminta bantuan Robinson Runyenje, yang perusahaannya, Rue Organics mengembangkan pupuk dan pestisida organik. Para pekerja sekarang sedang mencoba produk yang ditujukan untuk memerangi hama yang menyerang jagung.

Pendiri Rue Organics, Robinson Runyenje mengungkap, Himilo Farm sudah menggunakan produk-produk organik seperti STOPGEL, yang merupakan pupuk dari dedaunan. Ini sejatinya bukan pestisida, tapi punya kemampuan mencekik hama hingga mati. Seperti sudah bisa dilihat buktinya, sejumlah jagung tadinya diserang hama yang disebut "cacing pasukan musim gugur." Dengan pestisida organik, cacing langsung mati.

Untuk itu, tidak ada zat kimia yang digunakan. Pestisida organik yang jadi solusi untuk mengatasi hama 'cacing pasukan musim gugur' dibuat dari fermentasi urin kelinci, yang dicampur konsentrat minyak nabati dan sari kelapa. Setelah semua bahan dicampur, solusi ini siap digunakan.

Pertanian organik terus bertambah

Karena permintaan semakin banyak, jumlah pertanian organik di Kenya juga meningkat. Menurut Kenya Organic Agriculture Network, ada lahan seluas 173.000 hektar yang bisa digunakan untuk pertanian, sudah disertifikasi memenuhi standar organik.

Walaupun ada tantangan, praktik pertanian di Kenya sudah ditransformasikan. Semakin banyak lahan pertanian, terutama yang lebih kecil, menjadi pertanian organik, dan didukung pelatihan dari pakar yang berpengalaman.

Justin Githenji baru mulai menjadi petani organik. Ia dilatih petani organik lainnya yang juga menjadi pelatih. Baginya upaya itu menguntungkan, karena ia juga bisa membuat produk bagi keperluan rumah tangga, juga menjualnya di pasar lokal.

Pasar spesial bagi produk organik, yang bernama Kikuyu Organic Farmer's Market di Nairobi memang masih kecil, dan hanya ada sekali sepekan. Tapi berita sudah menyebar tentang sayurannya yang bebas bahan kimia. Itu menarik semakin banyak pembeli. Antara lain Mwaura Gachunga yang kerap membeli kebutuhan di pasar. Ia juga mendorong teman-temannya untuk berbelanja ke sini.

Pertanian di Himilo Farm memperhatikan perkembangan ini dengan minat besar. Ini bisa jadi sumber pendapatan baru - sangat dekat dengan rumah. Wycliff Okumu mengatakan, "Kami ingin benar-benar melaksanakan pertanian organik. Karena kami menemukan, ada pasar besar untuk produk organik."

Jika Kenya melanjutkan pelarangan pemggunaan pestisida berracun, ini bisa mendorong berkembangnya sektor pertanian organik di seluruh kawasan. (ml/Inovator)