1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pertempuran Hebat Berkobar di Aden

7 April 2015

Pertempuran hebat terus berkobar antara pemberontak Syiah Huthi melawan pasukan Sunni yang pro presiden Hadi yang bertahan di Aden. Sedikitnya 140 tewas dalam kontak senjata selama 24 jam itu.

Kampf um Aden im Jemen
Foto: picture-alliance/dpa

Kubu terakhir presiden Yaman, Abed Rabo Mansour Hadi melawan kaum Syiah Huthi di kota pelabuhan di selatan negara yang dikoyak perang sektarian tersebut. Saksi mata melaporkan kontak senjata intensif hingga Selasa (7/4) terjadi di bagian kota Mualla yang masih dikuasai kelompok loyalis Hadi. Di kawasan ini berada istana presiden, stasiun tv, kantor pemerintahan serta markas militer.

Presiden Mansour Hadi yang terusir dari ibukota Sanaa dan menyingkir ke Aden yang ia proklamirkan sebagai ibukota sementara, sejak dua pekan lalu sudah mengungsi ke Arab Saudi.

Situasi di Yaman dimana pemberontak Syiah Huthi sudah berhasil menguasai hampir seluruh kawasan strategis di negara tetangga Arab Sudi itu memicu spekulasi akan segera dilancarkannya serangan darat koalisi Arab. Namun sejauh ini Riyadh tetap menolak opsi serangan pasukan darat ke Yaman.

Bencana kemanusiaan makin parah

Akibat perang sektarian antara kaum pemberontak Syiah melawan pemerintahan Sunni dari presiden Mansour Hadi yang didukung koalisi Arab yang pecah sejak 6 bulan lalu, rakyat di negara miskin itu makin parah dililit bencana kemanusiaan. Rencana pengiriman bantuan oleh Palang Merah Internasional Senin (6/4) terhambat blokade di bandara Sanaa dan pelabuhan Aden.

Sebelumnya palang merah internasional mengimbau agar dilakukan gencatan senjata kemanusiaan selama 24 jam untuk memungkinkan pengiriman obat-obatan dan bahan bantuan lainnya bagi warga Yaman. "Palang merah menyiapkan 48 ton obat-obatan dan peralatan medis untuk mengobati lebih dari 3000 warga yang cedera. Tapi pesawat tidak bisa mendarat di bandara Sanaa karena situasinya amat gawat", ujar jurubicara Palang Merah Internasional Sitara Jabeen.

Palang Merah juga melaporkan warga di Aden tidak lagi memiliki akses ke air bersih dan aliran listrik terputus total. "Kami berusaha masuk ke Aden, tapi masih menunggu izin dari kedua pihak yang bertempur di kota pelabuhan di selatan Yaman itu", tambah Jabeen. Jurubicara koalisi Arab, brigjen Ahmed Assiri mengatakan, palang merah telah mengevakuasi 11 stafnya dari bandara Sanaa.

as/vlz(ap,afp,dpa)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait