1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pertemuan Prabowo-Putin Hasilkan Kesepakatan Sektor Energi

14 April 2026

Prabowo dan Putin menyepakati beberapa kesepakatan, salah satunya di sektor energi.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin tercatat sudah lima kali bertemuFoto: BPMI Setpres

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, berlangsung selama 5 jam. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan, termasuk kerja sama di sektor energi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan pertemuan diawali dua jam secara bilateral, dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin. Pada pertemuan itu, kedua negara menyepakati sejumlah poin penting kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.

"Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi," kata Teddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).

Selain sektor energi, Teddy menyebut kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional. Kelanjutan kerja sama itu di bidang riset hingga investasi.

"Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, Teddy menekankan bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.

"Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS," ujarnya.

Selain Prabowo dan Putin, dalam pertemuan bilateral tersebut juga hadir delegasi dari Indonesia dan RusiaFoto: BPMI Setpres

Menurut Teddy, Rusia juga merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang.

"Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia," katanya.

Teddy menjelaskan bahwa pertemuan ini juga menunjukkan intensitas hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua pemimpin dalam satu tahun terakhir. Prabowo sudah bertemu 5 kali dalam setahun ke belakang di berbagai kesempatan.

"Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir," imbuhnya.

Baca selengkapnya di Detik News

Seskab: Pertemuan 5 Jam Prabowo dan Putin Hasilkan Kesepakatan Sektor Energi