1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pertemuan Puncak Jerman dan Prancis

24 Januari 2006

Kanselir Merkel dan Presiden Chirac seperti tak ingin kecemerlangan pameran ’Dresden di Versailles’ yang mereka buka bersama, meredup pada pertemuan setelahnya.

Merkel dan Chirac dalam konferensi pers di Versailles
Merkel dan Chirac dalam konferensi pers di VersaillesFoto: AP

Kedua pihak menegaskan, betapa intensif dialog yang terjalin dan bahwa mereka juga ingin mendorong Eropa agar kembali maju. Usulan-usulan konkret akan dibicarakan dalam pertemuan tingkat menteri Jerman-Prancis di Berlin, 14 Maret mendatang.

Angela Merkel: "Untuk merealisasikan hal itu, menjadi jelas apa yang dikatakan PM Prancis dalam pidatonya di Universitas Humbold pekan ini: Eropa bagi penduduknya harus merupakan Eropa dari proyek yang konkret. Kita sepakat, bahwa jika Jerman dan Prancis tidak menjadi motor bagi gerakan ini maka Eropa akan mandek."

Pertemuan tingkat tinggi UE dipersiapkan bersama untuk menyelaraskan pandangan Paris dan Berlin. Masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Prancis menilai konstitusi UE gagal setelah penolakan rakyatnya dalam referendum dan ingin berkonsentrasi pada perjanjian-perjanjian yang ada untuk memperbaiki kinerja UE. Jerman sebaliknya, ingin menyelamatkan proyek konstitusi.

Pokok perselisihan berikutnya, yang juga tidak akan diungkap terang-terangan, Prancis ingin menurunkan pajak pertambahan nilai bagi bisnis gastronomi. Merkel menentangnya. Namun Chirac memohon agar tuntutan Prancis sekurangnya tidak langsung ditolak pada pertemuan menteri keuangan, Kamis (26/01) besok. Merkel memberi Chirac harapan.

Angela Merkel: "Kita akan menemukan solusi yang memungkinkan komisi untuk meneliti tema ini lebih lanjut. Masih harus dikerjakan."

Tema sensitif biasanya ditunda untuk acara makan malam bersama, begitu juga soal krisis Iran. Kedua pihak berusaha untuk menjaga suasana tetap tenang. Chirac menerangkan, dalam pidato terbarunya mengenai doktrin nuklir ia hanya ingin mengingatkan landasan politik penjeraan Prancis dalam dunia yang senantiasa berubah. Penjeraan merupakan langkah pengamanan bagi kepentingan vital, baik itu Prancis, Eropa atau yang lain. Bagi Prancis, senjata nuklir bukanlah sarana untuk memicu perang, kata Chirac.

Jacques Chirac: "Tak seorangpun di Jerman yang perlu merasa khawatir."

Lalu apa reaksi Merkel?

Angela Merkel: "Dari pihak saya ingin saya katakan bahwa saya mengikuti debat yang terjadi di Jerman sebagian dengan rasa heran, karena tentu saja, apa yang telah dikatakan presiden Prancis, dalam kontinyuitas sepenuhnya dari doktrin nuklir yang selama ini ada. Adalah penting, menurut saya, untuk sekali lagi menegaskan, bahwa ini menyangkut penjeraan. Dalam artian saya juga percaya bahwa sama sekali tidak ada yang harus dikritik mengenai hal itu."

Sekarang itu menyangkut, bagaimana memanfaatkan jalur diplomatik lewat badan Energi Atom Internasional (IAEA). Tidak sepantasnya melompat pada kemungkinan untuk melibatkan Dewan Keamanan dalam krisis Iran sebagai langkah berikutnya, kata Merkel. Akhirnya Kanselir Jerman menyimpulkan secara singkat pertemuannya dengan tuan rumah Prancis.

Angela Merkel: "Secara keseluruhan tempat yang nyaman, pertemuan yang baik dan harapan untuk memperoleh santap malam yang enak."