Pertemuan Tahunan Pemerintah Jerman-Prancis
13 November 2007
Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier dan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner mengunjungi sebuah studio rekaman di Berlin. Di sana mereka bertemu dengan pemusik Jerman-Turki Muhabbet yang sedang merekam lagu yang mengungkapkan perasaan kaum muda imigran di Jerman
Tema ini berkaitan dengan situasi yang dialami oleh Prancis negara tetangga Jerman. Yang dimaksudkan adalah kerusuhan berat yang terjadi di pinggiran kota Paris beberapa saat lalu. Agar dapat secara sungguh-sunguh menyelami masalah ini, para menteri lainnya juga meninggalkan ruang sidang dan menyebar ke berbagai tempat di Berlin. Misalnya Menteri Pertanian Horst Seehofer dan Michel Barnier membagikan makanan sehat di sebuah sekolah di Wedding, sebuah kawasan Berlin yang terutama dihuni oleh warga imigran. Menteri yang bertanggung jawab untuk urusan olahraga Schäuble dan Alliot-Marie mengunjungi klub olahraga „Weddinger Wiesel“. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Nicolas Sarkozy juga menyempatkan diri keluar. Merkel:
„Kami berdua hari ini mengunjungi sebuah sekolah dan melakukan diskusi yang sangat menarik mengenai tema integrasi, dengan siswa Jerman dan juga siswa berlatar belakang imigran yang telah mempersiapkan diri dalam kelompok kerja remaja Jerman-Prancis.“
Pembicaraan antara kedua pemerintah untuk sementara ini belum membuahkan hasil yang berarti. Untuk pertama kalinya para menteri terkait mendapatkan tugas untuk membahas usulan kebijakan integrasi hingga pertemuan berikutnya tahun depan. Kedua pihak juga menyepakati untuk menekan jumlah pendatang ke wilayah bebas perbatasan yang dinamakan wilayah „Schengen“. Presiden Prancis Nikolas Sarkozy:
„Kami akan bersama-sama mengembangkan definisi kebijakan imigrasi. Apa gunanya kesepakatan Schengen jika kami menjalankan kebijakan imigrasi yang berbeda. Tidak ada gunanya.“
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nikolas Sarkozy sudah tentu tidak hanya membicarakan soal integrasi dan imigrasi. Masalah internasional lainnya juga dibahas pada pertemuan di Berlin, terutama mengenai langkah menghadapi program nuklir Iran. Nikolas Sarkozy:
„Mungkin kami tidak selalu sepakat dalam kecepatan langkah, tetapi pada prinsipnya kami berjalan searah.“
Dan ini artinya: bertindak sesuai dengan garis kebijakan PBB dan memperhatikan langkah Dewan Keamanan. Jika Iran tidak mengubah sikapnya, DK harus mengeluarkan sanksi baru. Kanselir Jerman Angela Merkel:
„Kami melakukan pembicaraan, juga dengan negara Eropa lainnya dan mengupayakan agar hubungan perdagangan dengan Iran dikurangi. Jerman melakukannya melalui „Hermes-Bürgschaften“ yang menyangkut bisnis ekspor.
Hubungan Jerman-Prancis sejak pengambilalihan jabatan presiden oleh Sarkozy sebelumnya kelihatan bermasalah, tetapi kini di Berlin hubungan keduanya tampak kembali harmonis.