1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikUkraina

Ukraina, Eropa & AS Bertemu Bahas Kebuntuan Perang

Mahima Kapoor sumber: AFP, Reuters, dpa
9 Oktober 2026

Pejabat dari Ukraina, Eropa, dan AS bertemu di Miami untuk membahas kebuntuan solusi konflik Rusia dan Ukraina. Pertemuan ini berlangsung ketika serangan Rusia ke Ukraina di pekan ini menewaskan lebih dari 70 orang.

Pengusaha AS dan menantu Presiden Donald Trump, Jared (kanan) Kushner, Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff (kiri), serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (tengah) berpose untuk foto.
Witkoff dan Kushner telah berupaya memfasilitasi kesepakatan untuk mengakhiri perang selama berbulan-bulan.Foto: Ukrainian Presidential Press Office/AP Photo/dpa/picture alliance

Para pejabat dari Ukraina dan Eropa dijadwalkan bertemu dengan utusan Presiden Ameria Serikat (AS), Donald Trump di Miami pada hari Jumat (09/10) untuk membahas "gagasan baru" dalam mengakhiri perang Rusia di Ukraina. 

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pertemuan tersebut pada Kamis (08/10) malam. Konfirmasi tersebut keluar setelah serangan Rusia yang menghancurkan sebuah bus dan menewaskan 30 warga sipil di kota garis depan Kramatorsk, di wilayah timur Ukraina. 

Sebelum serangan di Kramatorsk, sebuah rudal Rusia menghantam gedung apartemen lima lantai di wilayah Chernihiv, Ukraina utara dan menewaskan 22 warga, termasuk lima anak-anak. 

Zelenskyy juga menyatakan bahwa lebih dari 70 orang tewas akibat serangan Rusia ke Ukraina dalam dua hari terakhir. 

Ibu kota Ukraina, Kyiv kembali diserang minggu iniFoto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Zelenskyy soal pertemuan di Miami 

"Perwakilan dari Ukraina dijadwalkan bertemu dengan Jared Kushner dan Steve Witkoff di AS besok," kata Zelenskyy. Presiden Ukraina tersebut juga menambahkan, "Pertemuan ini diperkirakan berlangsung selama dua hari. Kami juga berharap perwakilan dari Eropa dapat bergabung dalam perundingan tersebut." 

Zelenskyy pun menambahkan bahawa kepala staf kepresidenannya, Kyrylo Budanov, beserta sejumlah pejabat senior lain, termasuk Rustem Umerov, Sergiy Kyslytsya, dan David Arakhamia, akan turut hadir. 

Salah satu sumber dari AS yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan kepada AFP, "Mereka akan membahas gagasan dan usulan baru yang mulai dikembangkan oleh para perwakilan AS bersama pihak Rusia dan Ukraina selama kunjungan mereka baru-baru ini."  

"Mereka semua khawatir dalam menghadapi musim dingin, yang akan semakin berat jika perang terus berlanjut," kata sumber AS tersebut. 

Ukraina menuduh Rusia menyerang warga sipil. Namun pihak Rusia membantahnya.Foto: State Emergency Service of Ukraine/Handout/Anadolu/picture alliance

AS dinilai lamban oleh Zelenskyy 

Di tengah meningkatnya korban sipil dan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, Zelenskyy mendesak AS untuk segera memenuhi permintaannya dalam memperluas akses Ukraina ke layanan satelit Starlink milik Elon Musk. Hal tersebut guna membantu Ukraina untuk menarget peluncur rudal balistik milik Rusia. 

"Buka akses Starlink untuk Ukraina, karena kalian pernah membukanya ketika menghadapi Iran. Saya sudah pernah menyampaikannya secara terbuka untuk memberikan akses kepada kami. Bantu kami membela wilayah udara kami dan menguasainya kembali. Maka, setelah itu Putin akan duduk di meja perundingan," katanya. 

Zelenskyy lebih lanjut menuduh bahwa AS tidak mau menekan Rusia untuk segera berunding. Selain itu ia menekankan bahwa pengaktifan Starlink tidak akan membebani Washington sama sekali. 

"Jadi, di mana kebenarannya, di mana kejujurannya? Di mana kebuntuannya? Ini lebih tepat disebut keengganan," pungkasnya. 

Presiden Ukraina menolak klaim AS bahwa perang menemui jalan buntu 

Zelenskyy juga menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pada hari Rabu (07/10). Rubio menyebut bahwa perang di Ukraina berada dalam kebuntuan. 

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov pada hari Kamis (08/10) mengatakan bahwa ia sependapat dengan penilaian Rubio. Peskov menambahkan bahwa ia tidak melihat peluang dalam waktu dekat terkait adanya pertemuan tinggi antara tiga pihak, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin, Zelenskyy, dan Trump. 

Di sisi lain Zelenskyy menanggapi,“Kita tidak bisa, di satu sisi, bernegosiasi dengan pihak Rusia mengenai proyek-proyek ekonomi di masa depan, sementara di sisi lain mengatakan bahwa kita berada dalam semacam kebuntuan diplomatik.”  

Ia juga membantah narasi AS dan mengatakan, “Kita tidak berada dalam jalan buntu diplomatik.” 

Zelenskyy juga menyerukan sanksi yang lebih keras untuk melumpuhkan perekonomian Rusia. Isu tersebut juga diperkirakan akan didorong oleh para pejabat Ukraina kepada pihak AS dalam pertemuan tersebut. 

Artikel ini pertama kali ditulis dalam Bahasa Inggris  

Diadaptasi oleh Athif Aiman 

Editor: Yuniman Farid 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya