Pejabat dari Ukraina, Eropa, dan AS bertemu di Miami untuk membahas kebuntuan solusi konflik Rusia dan Ukraina. Pertemuan ini berlangsung ketika serangan Rusia ke Ukraina di pekan ini menewaskan lebih dari 70 orang.
Witkoff dan Kushner telah berupaya memfasilitasi kesepakatan untuk mengakhiri perang selama berbulan-bulan.Foto: Ukrainian Presidential Press Office/AP Photo/dpa/picture alliance
Iklan
Para pejabat dari Ukraina dan Eropa dijadwalkan bertemu dengan utusan Presiden Ameria Serikat (AS), Donald Trump di Miami pada hari Jumat (09/10) untuk membahas "gagasan baru" dalam mengakhiri perang Rusia di Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pertemuan tersebut pada Kamis (08/10) malam. Konfirmasi tersebut keluar setelah serangan Rusia yang menghancurkan sebuah bus dan menewaskan 30 warga sipil di kota garis depan Kramatorsk, di wilayah timur Ukraina.
Sebelum serangan di Kramatorsk, sebuah rudal Rusia menghantam gedung apartemen lima lantai di wilayah Chernihiv, Ukraina utara dan menewaskan 22 warga, termasuk lima anak-anak.
Zelenskyy juga menyatakan bahwa lebih dari 70 orang tewas akibat serangan Rusia ke Ukraina dalam dua hari terakhir.
Ibu kota Ukraina, Kyiv kembali diserang minggu iniFoto: Valentyn Ogirenko/REUTERS
Zelenskyy soal pertemuan di Miami
"Perwakilan dari Ukraina dijadwalkan bertemu dengan Jared Kushner dan Steve Witkoff di AS besok," kata Zelenskyy. Presiden Ukraina tersebut juga menambahkan, "Pertemuan ini diperkirakan berlangsung selama dua hari. Kami juga berharap perwakilan dari Eropa dapat bergabung dalam perundingan tersebut."
Iklan
Zelenskyy pun menambahkan bahawa kepala staf kepresidenannya, Kyrylo Budanov, beserta sejumlah pejabat senior lain, termasuk Rustem Umerov, Sergiy Kyslytsya, dan David Arakhamia, akan turut hadir.
Salah satu sumber dari AS yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan kepada AFP, "Mereka akan membahas gagasan dan usulan baru yang mulai dikembangkan oleh para perwakilan AS bersama pihak Rusia dan Ukraina selama kunjungan mereka baru-baru ini."
"Mereka semua khawatir dalam menghadapi musim dingin, yang akan semakin berat jika perang terus berlanjut," kata sumber AS tersebut.
Ukraina menuduh Rusia menyerang warga sipil. Namun pihak Rusia membantahnya.Foto: State Emergency Service of Ukraine/Handout/Anadolu/picture alliance
AS dinilai lamban oleh Zelenskyy
Di tengah meningkatnya korban sipil dan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, Zelenskyy mendesak AS untuk segera memenuhi permintaannya dalam memperluas akses Ukraina ke layanan satelit Starlink milik Elon Musk. Hal tersebut guna membantu Ukraina untuk menarget peluncur rudal balistik milik Rusia.
"Buka akses Starlink untuk Ukraina, karena kalian pernah membukanya ketika menghadapi Iran. Saya sudah pernah menyampaikannya secara terbuka untuk memberikan akses kepada kami. Bantu kami membela wilayah udara kami dan menguasainya kembali. Maka, setelah itu Putin akan duduk di meja perundingan," katanya.
Zelenskyy lebih lanjut menuduh bahwa AS tidak mau menekan Rusia untuk segera berunding. Selain itu ia menekankan bahwa pengaktifan Starlink tidak akan membebani Washington sama sekali.
"Jadi, di mana kebenarannya, di mana kejujurannya? Di mana kebuntuannya? Ini lebih tepat disebut keengganan," pungkasnya.
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
Foto: PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images
9 foto1 | 9
Presiden Ukraina menolak klaim AS bahwa perang menemui jalan buntu
Zelenskyy juga menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pada hari Rabu (07/10). Rubio menyebut bahwa perang di Ukraina berada dalam kebuntuan.
Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov pada hari Kamis (08/10) mengatakan bahwa ia sependapat dengan penilaian Rubio. Peskov menambahkan bahwa ia tidak melihat peluang dalam waktu dekat terkait adanya pertemuan tinggi antara tiga pihak, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin, Zelenskyy, dan Trump.
Di sisi lain Zelenskyy menanggapi,“Kita tidak bisa, di satu sisi, bernegosiasi dengan pihak Rusia mengenai proyek-proyek ekonomi di masa depan, sementara di sisi lain mengatakan bahwa kita berada dalam semacam kebuntuan diplomatik.”
Ia juga membantah narasi AS dan mengatakan, “Kita tidak berada dalam jalan buntu diplomatik.”
Zelenskyy juga menyerukan sanksi yang lebih keras untuk melumpuhkan perekonomian Rusia. Isu tersebut juga diperkirakan akan didorong oleh para pejabat Ukraina kepada pihak AS dalam pertemuan tersebut.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam Bahasa Inggris