Perundingan Koalisi di Jerman Cukup Alot
7 Oktober 2009
Perundingan pembentukan koalisi pemerintahan di Jerman antara partai pemenang pemilu Uni Kristen Demokrat-CDU dengan partai Liberal-FDP, serta reformasi di dalam tubuh partai sosial demokrat SPD yang kalah pemilu menjadi tema komentar dalam harian internasional.
Harian Swiss Neue Zürcher Zeitung yang terbit di Zürich dalam tajuknya berkomentar : Sepuluh hari setelah pemilu parlemen di Jerman, kelihatannya kemenangan CDU dan FDP merupakan bagian termudah dari perjuangannya. Partai sosial demokrat - SPD yang dulunya menyatakan diri sebagai partainya para buruh dan rakyat kebanyakan, hanya dipilih oleh 25 persen buruh dan disingkirkan dari seluruh peranan politiknya dalam perekonomian. SPD kini membuat rakyat Jerman cemas dengan proses pencarian jatidirinya yang baru. Sementara di sisi lainnya, kedua kandidat koalisi pemerintahan ibaratnya pasangan yang sudah sepakat untuk menikah, akan tetapi tidak tahu apa yang sebetulnya hendak disepakati dalam kontrak perkawinan itu.
Harian Jerman Tagesspiegel yang terbit di Berlin berkomentar : Barangsiapa dalam hari-hari terakhir ini mencermati perundingan koalisi Hitam-Kuning, akan memiliki perasaan tidak nyaman. Karena CDU dan FDP tidak dapat mengukuhkan citra yang hendak ditanamkannya, bahwa mereka adalah koalisi yang dicintai rakyat. Hingga kini kita melihat seorang kanselir, yang hanya mengatakan apa yang memang diinginkannya. Sementara partai liberal FDP mempertahankan rancangan reformasi radikalnya, dari mulai yayasan dana asuransi kesehatan, tunjangan pengangguran hingga aturan pajak. Sepertinya semua sistem sosial di Jerman ini sudah runtuh berantakan. Dan empat tahun ke depan seolah-olah era yang paling tepat untuk kembali membangun Jerman dari awal. Perundingan koalisi yang baru dimulai, tidak terlihat sebagai angin segar serta tekad untuk membentuk masa depan dengan semangat dan tatanan baru.
Harian liberal Austria Der Standard yang terbit di Wina mengomentari posisi SPD di saat berlangsungnya perundingan koalisi CDU dan FDP. Memang menyakitkan, ketika dalam pemilu parlemen SPD merosot pendapatan suaranya hingga 11 persen, sementara di kamar sebelah CDU dan FDP sibuk merundingkan koalisi pemerintahan. Akan tetapi dalam situasi yang tidak menggembirakan seperti ini, minimal harus ada beberapa tokoh yang tetap berkepala dingin dan bersaraf baja. Jika begitu memang bagus, bila partai SPD nanti akan melakukan tindakan. Karena format baru tokoh puncak SPD, menuntut adanya koreksi. Perubahan personal diharapkan dapat meredam isi kritikan sejak awal.
Terakhir harian Jerman Tageszeitung yang terbit di Berlin berkomentar : Seluruh jajaran partai SPD kini harus menarik neraca dari 11 tahun masa pemerintahannya. Perdebatan mengenai hal ini seharusnya sudah sejak lama dilakukan. Pembantaian ideologi menyangkut agenda 2010 memang tidak menyenangkan dan tidak seru. Namun tetap harus dilaksanakan. Juga hasilnya jangan ditetantukan sejak awal. Kandidat ketua SPD mendatang, Sigmar Gabriel menyatakan, perdebatannya harus tuntas dalam waktu tiga bulan. Sebetulnya SPD hingga kini tetap belum mengerti dan harus terus belajar.
AS/AR/dpa/afpd