Perundingan Langsung Iran-AS
29 Mei 2007
Perundingan resmi pertama antara Iran dan AS, setelah hampir tiga dasawarsa terputusnya hubungan diplomatik kedua negara, dikomentari harian-harian internasional. Harian Spanyol El Pais yang terbit di Madrid dalam tajuknya menulis : Secara diam-diam pemerintahan Bush menjalankan rekomendasi Komisi Baker, yang semula ditolak dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan situasi kacau balau di Irak, dimana tambahan serdadu AS ternyata tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Diantaranya rekomendasi untuk mengikutsertakan negara-negara di sekitar Irak, terutama Iran dan Suriah untuk mencari pemecahan konflik. Perundingan resmi dengan Iran, baru langkah awal yang harus dilanjutkan dengan sejumlah langkah berikutnya.
Sementara harian Inggris The Times berkomentar : Iran tidak akan menghentikan provokasinya. Lebih lanjut dalam tajuknya harian yang terbit di London ini menulis: Irak meminta AS berunding dengan Iran. Dan Washington sudah melakukannya. Akan tetapi, semua itu hanya semakin menegaskan, bahwa serangan pembunuhan dan aksi kekerasan di Irak akan terus meningkat. Yakni setelah jenderal David Petraues menyampaikan laporan kemajuan di Irak di depan Kongres. Semakin kencang tekanan terhadap presiden Bush, untuk mengurangi pasukannya di Irak, maka semakin longgar pula tekanan terhadap Iran untuk menghentikan provokasinya.
Sedangkan harian Rusia Kommersant yang terbit di Moskow dalam komentarnya mengkaitkan perundingan langsung ini dengan peranan Rusia di Iran. Bagaimanapun juga, program atom Iran terkait langsung dengan Rusia. Jika perundingan langsung AS-Iran dilanjutkan, serta menghasilkan kesepakatan nyata, berarti pengaruh Moskow di Teheran akan semakin kecil. Selama ini, Moskow memainkan peranannya sebagai juru penengah, antara Teheran dan Washington. Kini Rusia harus memikirkan strategi baru di Iran.
Terakhir harian Jerman Tagesspiegel yang terbit di Berlin dalam tajuknya menulis : Berunding itu bagus. Lebih lanjut harian ini berkomentar : Akan tetapi, barangsiapa mengharapkan dari perundingan resmi antara Iran dan AS, dalam hal ini khusus pemerintah Irak, benar-benar dapat tercipta perbaikan hubungan diplomatik diantara kedua negara, maka mereka akan kecewa. Pihak Amerika Serikat menjelang pertemuan itu kembali menabuh genderang perang, dengan mengancam akan melakukan manuver militer besar-besaran di Teluk Persia. Tapi Iran juga mengetahui, situasinya saat ini relativ masih terkendali. Sebab, pemerintah di Teheran tahu persis, pemerintahan Bush sangat memerlukan kerjasama dengan Iran, untuk meredakan aksi kekerasan sektarian di Irak, dan bukan sebaliknya.