Perusahaan Jerman Genjot Penjualan Produk Bekas Rekondisi
29 Desember 2025
Tiga tahun lalu, produsen peralatan rumah tangga kelas atas asal Jerman, Miele, mulai menjual mesin cuci rekondisi (produk bekas yang diperbaiki agar layak pakai kembali) di Belanda bersamaan dengan produk barunya.
Program ini dilakukan dengan mengumpulkan mesin cuci yang dikembalikan, termasuk yang memiliki goresan atau kerusakan ringan, untuk diperbaiki lalu dijual kembali secara daring.
Miele memilih Belanda karena produknya terbukti populer di negara tersebut dan konsumen dinilai relatif terbuka terhadap produk rekondisi. Perusahaan berharap inisiatif ini dapat menjangkau kelompok pelanggan baru.
Kepala Tim Keberlanjutan Miele, Max Wagner, mengatakan penjualan produk rekondisi tidak menggerus penjualan model baru, seperti yang sempat dikhawatirkan.
"Kami justru berhasil memperluas basis pelanggan, termasuk kelompok muda yang melek digital dan sebelumnya mungkin memilih produk pesaing karena faktor harga,” ujar Wagner kepada DW.
Ia menambahkan, survei menunjukkan pertimbangan keberlanjutan, seperti penghematan sumber daya dan perlindungan lingkungan, bukan faktor utama bagi konsumen dalam membeli produk rekondisi.
Rekondisi komponen elektronik dan papan sirkuit
Proyek percontohan Miele lainnya berfokus pada rekondisi papan sirkuit. Saat memperbaiki mesin cuci, mesin pencuci piring, atau mesin kopi, pelanggan dapat memilih antara pemasangan papan sirkuit baru atau versi rekondisi. Untuk peralatan yang lebih lama, banyak pelanggan memilih opsi rekondisi karena harganya lebih murah.
Sepanjang 2024, Miele merekondisi sekitar 12.000 komponen elektronik melalui proyek percontohan yang berjalan di lima negara Eropa, termasuk Jerman.
Memberikan pilihan antara komponen baru dan rekondisi memang menambah sedikit pekerjaan bagi petugas layanan pelanggan, yang harus membawa keduanya saat kunjungan agar perbaikan bisa langsung dipasang sesuai keinginan pelanggan.
Produk mesin cuci dinilai sangat cocok untuk digunakan kembali karena harganya relatif mahal dan dijual dalam jumlah besar sehingga banyak unit yang dikembalikan. Hal ini membuat suku cadang tersedia dalam jangka panjang.
Selain itu, pelanggan umumnya tidak mempermasalahkan goresan karena banyak mesin cuci ditempatkan di ruang bawah tanah.
Proyek mesin cuci rekondisi Miele di Belanda diharapkan menjadi cetak biru bagi produk dan pasar lainnya. Namun, menurut Christoph Wendker, Kepala Unit Keberlanjutan dan Urusan Regulasi Miele, penerapan sistem semacam ini memerlukan infrastruktur nasional serta jumlah barang kembali yang memadai untuk memenuhi permintaan.
Pasalnya, peralatan rumah tangga bekas hampir mustahil dipindahkan melintasi perbatasan negara di Eropa karena aturan limbah Uni Eropa.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pangsa pasar produk rekondisi profesional masih sangat kecil. Konsultan teknologi A.D. Little, Nejc Jakopin, memperkirakan produk semacam ini menyumbang kurang dari 5% dari total pasar. Sebagai perbandingan, sekitar seperempat ponsel pintar di Eropa dibeli dalam kondisi bekas.
Tantangan menjual peralatan rumah tangga berukuran besar rekondisi
Ponsel pintar relatif cocok untuk pasar barang bekas. Ukurannya kecil, mudah dikirim lewat pos, biasanya diganti setiap dua hingga lima tahun dan masih memiliki nilai sisa yang cukup tinggi.
Sebaliknya, mengembalikan peralatan rumah tangga ke pasar jauh lebih rumit. Antara lain karena pengambilan mesin cuci membutuhkan dua teknisi, serta sambungan air untuk menguji berbagai fungsinya.
"Rekondisi secara profesional yang disertai garansi produk memerlukan rantai logistik tersendiri,” ujar Jakopin kepada DW.
Tantangan utamanya adalah memperoleh peralatan bekas yang masih layak pakai. "Perangkat harus diambil langsung dari pelanggan atau melalui titik-titik pengumpulan khusus,” ujarnya.
Produsen premium seperti Miele memiliki keuntungan karena sudah didukung jaringan distribusi sendiri.
"Produsen lain perlu memikirkan pola kerja sama dengan peritel,” kata Jakopin, mengingat peritel menjadi bagian dari rantai proses tersebut.
“Jika pengembalian menjadi bagian dari siklus, penjualan baru tercipta. Anda bisa membuat pelanggan tertarik beralih ke perangkat yang lebih murah, tapi lebih stylish dan hemat energi dibanding sebelumnya.”
Pasar yang terus tumbuh
MediaMarktSaturn, peritel elektronik konsumen terbesar di Eropa, menawarkan sekitar 260 peralatan rumah tangga "seperti baru”, mulai dari tudung penghisap asap dapur, kulkas mini, hingga kompor. Penawaran ini melengkapi ribuan ponsel pintar dan laptop bekas yang sudah lebih dulu mereka jual.
Thermomix, perangkat dapur serbaguna buatan Vorwerk asal Jerman, termasuk salah satu produk bekas yang paling diminati. Bahkan unit yang sudah berusia beberapa tahun masih dibanderol dengan harga ratusan euro di platform barang rekondisi seperti refurbed.de, erneuert.store, dan backmarket.de.
Hal ini didorong oleh daya tahan produk, reputasi yang baik, serta ketersediaan suku cadang, mirip dengan mesin cuci Miele. Selain itu, perangkat Thermomix yang ringkas jauh lebih mudah dikirim lewat pos dibandingkan mesin cuci berukuran besar.
Kini, muncul pula perusahaan yang khusus bergerak di bidang rekondisi peralatan rumah tangga lama. Salah satunya I-Project, perusahaan di balik erneuert.store, yang membeli, menguji, membersihkan, dan menjual kembali produk dapur Vorwerk.
Prosesnya mirip dengan penjualan ponsel bekas: pelanggan mengunjungi situs web, memilih model, menilai kondisi perangkat, lalu menerima penawaran awal yang tidak mengikat. Setelah perangkat diperiksa, perusahaan akan mengonfirmasi atau menyesuaikan harga sebelum transaksi disepakati.
Meski konsumen yang menginginkan produk baru masih mendominasi, Jakopin menilai segmen produk rekondisi terus menunjukkan pertumbuhan.
Artikel ini diadaptasi dari bahasa Inggris dan pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz
Editor: Tezar Aditya