1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
ReligiVatikan

Pesan Paskah Perdana Paus Leo XIV: Pilih Damai, Bukan Perang

Jon Shelton sumber AP, AFP, DPA, Reuters
6 April 2026

Dalam pesan Paskah pertamanya, Paus Leo XIV menyerukan para pemimpin dunia meninggalkan ambisi kekuasaan dan memilih perdamaian di tengah konflik global.

Paus Leo XIV di Vatikan melambaikan tangan usai menyampaikan berkat Paskah “Urbi et Orbi”
Paus Leo XIV menyampaikan pesan Paskah “Urbi et Orbi” perdananya dari balkon Basilika Santo Petrus di hadapan ribuan umatFoto: Remo Casilli/REUTERS

Paus Leo XIV memimpin Misa Paskah pertamanya pada Minggu (05/04) di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Ribuan umat Katolik memadati alun-alun untuk mengikuti perayaan yang menjadi puncak tahun liturgi tersebut.

Dalam pesan "Urbi et Orbi”, Paus Leo menegaskan seruan agar para pemimpin dunia menghentikan ambisi kekuasaan dan memilih jalan damai.

Paus Leo: Tuhan Menolak Doa Mereka yang Memulai Perang

00:37

This browser does not support the video element.

"Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya. Mereka yang memiliki kuasa untuk memicu perang, pilihlah perdamaian,” ujarnya.

Tanpa menyebut negara atau tokoh tertentu, Paus juga mengingatkan agar dunia tidak terbiasa dengan kekerasan. Ia menilai sikap apatis terhadap perang berisiko membuat manusia semakin menerima konflik sebagai hal yang wajar.

Sebagai pengkritik keras perang, khususnya konflik terbaru Amerika Serikat-Israel di Iran, Paus Leo mengingatkan umat agar tidak terbiasa dengan kekerasan. Ia memperingatkan bahaya "semakin terbiasa dengan kekerasan, menerimanya begitu saja, dan menjadi tidak peduli.”

Misa Paskah di Vatikan menjadi puncak tahun liturgi umat Katolik, menandai kebangkitan Yesus Kristus. Dalam momen ini, Paus Leo menyampaikan pesan damai dalam 10 bahasa dan berencana kembali memimpin doa perdamaian dalam ibadat khusus pada Sabtu (11/04) mendatang.

Ribuan umat menghadiri Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, yang menjadi puncak tahun liturgi bagi umat KatolikFoto: Remo Casilli/REUTERS

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu

Editor: Hani Anggraini

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait