1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikUkraina

Zelenskyy ke Kongres AS: Ukraina Tidak Pernah Menyerah

22 Desember 2022

"Meski banyak rintangan, Ukraina tidak jatuh," kata Presiden Volodymyr Zelenskyy saat berpidato di Kongres AS. Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengatakan Kyiv "tidak akan pernah berdiri sendiri" melawan "perang kejam".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato di hadapan Kongres AS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menjelaskan kepada anggota Kongres AS bahwa keyakinan mereka tidak akan padam meskipun ada perangFoto: Carolyn Kaster/'AP Photo/picture alliance

"Ukraina hidup dan bersemangat," ucap Presiden Volodymyr Zelenskyy saat berpidato di Kongres Amerika Serikat pada hari Rabu (21/12), di mana ia juga bersumpah bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Rusia.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berada di Kongres AS dan berbicara kepada Anda dan semua orang Amerika. Atas semua skenario kesengsaraan dan kesuraman, Ukraina tidak jatuh," kata Zelenskyy, disambut tepuk tangan meriah dari anggota parlemen.

"Kami mengalahkan Rusia dalam pertempuran memperebutkan pikiran dunia," katanya.

Zelenksyy memberi anggota parlemen AS bendera Ukraina yang ditandatangani oleh pasukan garis depan di BakhmutFoto: Carolyn Kaster/AP Photo/picture alliance

Pidato Presiden Zelenksyy disampaikan di saat anggota parlemen AS juga berencana untuk mengesahkan paket pengeluaran anggaran pemerintah senilai $1,7 triliun yang mencakup hampir $45 miliar bantuan militer dan kemanusiaan untuk Ukraina.

AS juga akan memberi Ukraina bantuan keamanan tambahan sebesar $1,85 miliar, yang mencakup sistem pertahanan rudal Patriot.

Zelenskyy mempersembahkan bendera Ukraina

Presiden Volodymyr Zelenskyy juga menghadiai kepada anggota parlemen sebuah bendera Ukraina yang ditandatangani oleh pasukan garis depan di Bakhmut di Ukraina timur, di mana pasukan Ukraina dan Rusia telah terkunci dalam pertempuran sengit selama berbulan-bulan.

Zelenskyy mengatakan kepada anggota Kongres AS bahwa tahun depan akan menjadi "titik balik" dalam konflik tersebut, "bahwa keberanian Ukraina dan tekad Amerika harus menjamin masa depan kebebasan bersama kita — kebebasan orang-orang yang mempertahankan nilai-nilai mereka."

Zelenskyy menyampaikan seluruh pidatonya dalam bahasa Inggris dan mencatat bahwa Presiden AS Joe Biden mendukung rencana perdamaian sebanyak 10 poin. Dia juga mengatakan warga Ukraina akan tetap merayakan Natal di tengah berlangsungnya perang meskipun tidak ada listrik, bahwa "cahaya keyakinan kita pada diri sendiri tidak akan padam."

Biden: Ukraina tidak akan pernah berdiri sendiri

Sebelumnya pada hari Rabu (21/12), Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak ada niat untuk mengakhiri "perang kejam ini." Biden juga bersumpah bahwa Ukraina "tidak akan pernah berdiri sendiri".

Biden membuat pernyataan tersebut saat menggelar konferensi pers bersama Zelenskyy, yang mengunjungi Washington dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak invasi Rusia pada Februari lalu.

Zelenskyy berterima kasih kepada para pemimpin AS dan "warga Amerika" atas dukungan mereka dan berjanji "tidak akan ada kompromi" dalam upaya mengakhiri perang.

Pada konferensi pers, Biden mengatakan penting bagi "rakyat Amerika dan bagi dunia untuk mendengar langsung dari Anda, Tuan Presiden, tentang perjuangan Ukraina, dan kebutuhan untuk terus berdiri bersama hingga tahun 2023."

Biden juga mengatakan Ukraina telah "menentang" ekspektasi Rusia di setiap kesempatan.

Zelenskyy: Sistem pertahanan akan ditingkatkan

Selama konferensi pers bersama dengan Biden, Zelenksyy mengatakan bahwa dia memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana kemampuan pertahanan akan "diperkuat" dalam beberapa bulan mendatang.

Presiden Ukraina itu menambahkan bahwa sistem rudal pertahanan Patriot merupakan langkah penting dalam menciptakan perisai udara yang efektif. "Ini adalah satu-satunya cara kita dapat menghilangkan instrumen teror utama negara teroris - kemungkinan untuk merebut kota-kota kita, energi kita," kata Zelenskyy.

Zelenskyy menyebut dia terbuka untuk pembicaraan damai, seraya mengatakan "perdamaian yang adil" berarti "tidak ada kesepakatan tentang kedaulatan, kebebasan, dan integritas teritorial negara saya."

Sementara itu, Rusia mengkritik kunjungan Zelenskyy ke AS, dengan mengklaim bahwa perjalanan tersebut dapat menjadi bumerang bagi Ukraina. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pengiriman sistem senjata yang lebih canggih "bukan pertanda baik bagi Ukraina."

ha/gtp (AP, Reuters, dpa, AFP)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait