Paus baru berbicara tentang konflik di Ukraina, Gaza, Pakistan, dan India dalam pemberkatan Minggu pertamanya. Ribuan orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk mendengarkan seruan Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV mengutuk banyaknya konflik yang menggerogoti duniaFoto: Amanda Perobelli/REUTERS
Iklan
Paus Leo XIV menyerukan "tidak ada lagi perang” dalam pemberkatan dan pidato Minggu pertamanya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Ia mendesak terciptanya perdamaian di Ukraina, menyerukan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, serta menyambut baik gencatan senjata antara India dan Pakistan.
Paus kelahiran Chicago bernama Robert Francis Prevost itu sebelumnya terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik pada Kamis (08/05).
Kehidupan dan Perjuangan Paus Fransiskus
12 tahun menjadi pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus dalam perjalanan hidupnya giat menyerukan pesan-pesan perdamaian, inklusi, perlindungan linkungan, dan keadilan ekonomi.
Foto: Evandro Inetti/dpa/ZUMA/picture alliance
Pemimpin 'gereja untuk kaum miskin'
Menyusul pengunduran diri Paus Benedict XVI, Kardinal Argentina, Jorge Mario Bergoglio, terpilih sebagai paus ke-266 pada bulan Maret 2013. Dia mengambil nama Fransiskus untuk meneladani Santo Fransiskus dari Asisi, yang begitu peduli terhadap orang miskin, rendah hati, dan merawat ciptaan. Sejalan dengan hal tersebut, Paus Fransiskus giat menyerukan “gereja untuk kaum miskin.”
Foto: Natacha Pisarenko/AP Photo/picture alliance
"Kami berharap dunia melihat tragedi kemanusiaan ini"
Dalam menjalankan tugas kepausannya Paus Fransiskus begitu memperhatikan nasib para pengungsi. Di tengah krisis migran yang terjadi pada tahun 2016, Paus mengunjungi kamp pengungsian Moria yang begitu padat di Pulau Lesbos, Yunani. Disana dia menyerukan agar dunia 'merespons secara manusiawi', ia lalu membawa serta 12 pengungsi muslim ke Roma dalam pesawat kenegaraannya.
Foto: Andreas Solaro/AFP/Getty Images
Menjaga Lingkungan
Dalam Ensiklik Paus Fransiskus di tahun 2015 yang berjudul “Laudato Si” (“Terpujilah Tuhan”), ia mengecam sistem kapitalisme global yang telah mengeksploitasi kaum miskin dan menghancurkan lingkungan. Selama masa kepausannya, Paus Fransiskus memperjuangkan pemeliharaan lingkungan mencegah krisis iklim. Dia membawa pesan ini ke seluruh penjuru, seperti pada foto di Papua Nugini tahun 2024 ini.
Foto: Gregorio Borgia/AP/dpa/picture alliance
Menjebatani Perbedaan
Tahun 2021, Fransiskus menjadi Paus pertama mengunjungi Irak, menghadapi banyak kekhawatiran perihal keamanan di negara tersebut. Di tengah reruntuhan gereja-gereja yang hancur, ia berdoa untuk para korban perang di Mosul, yang pernah menjadi ibu kota de facto dari apa yang disebut “Negara Islam”. Kunjungan ini adalah upaya Paus Fransiskus menjembatani kesenjangan umat Kristen, dan non-Kristen.
Foto: Andrew Medichini/AP/picture alliance
Permohonan maaf atas kebijakan sekolah katolik yang mengintimidasi
Pada tahun 2022, Paus Fransiskus menemui delegasi masyarakat adat Kanada Selatan, suku bangsa Inuit, dan Metis lalu meminta maaf atas pelecehan, kekerasan, dan penghilangan budaya secara sistematis yang dilakukan oleh para misionaris gereja katolik di sekolah-sekolah asrama Kanada.
Foto: Nathan Denette/The Canadian Press/AP/dpa/picture alliance
Pemuka agama di sampul majalah musik rok
Fransiskus menunjuk sejumlah kardinal dalam misi reformasi gereja. Ia bahkan sempat terlihat di sampul majalah rok “Rolling Stone” sebagai pelopor perubahan. Namun, dalam misi ambisiusnya, ia belum sepenuhnya berhasil terutama dalam hal melindungi korban dan penyintas pelecehan seksual anak di Gereja, atau merintis jalan bagi para pastor perempuan.
Foto: picture alliance/dpa/ROLLING STONE
Langkah-langkah kecil untuk diterima
Sosok Paus Fransiskus yang seperti musisi rok tentu menarik perhatian, sama halnya saat ia mengunjungi negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia, pada tahun 2024. Sebagai salah satu upaya menjembatani Gereja yang lebih inklusif, Paus menyoroti komunitas LGBTQ+ dan menyerukan perlakuan yang setara sebagai manusia, namun ia belum mendukung pemberkatan untuk pernikahan sesama jenis.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Pemberkatan kepada Kota dan Dunia yang terakhir
Di usia 88 tahun, kurang dari sebulan setelah berjuang melawan pneumonia ganda, Paus Fransiskus meninggal dunia pada 21 April 2025 karena strok. Satu hari sebelum wafat, ia menyampaikan pemberkatan terakhir Urbi et Orbi (“Kepada kota dan dunia”) di akhir Misa Paskah hari Minggu. Konklaf kepausan akan berkumpul di Kapel Sistina untuk menentukan penggantinya dalam 15 hingga 20 hari kedepan.
Berbicara dari balkon Basilika Santo Petrus, paus baru itu menyinggung peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, yang menewaskan sekitar 60 juta orang, dan mengulangi seruan mendiang Paus Fransiskus: "Tidak ada lagi perang!”
Paus Leo XIV mengatakan bahwa dunia saat ini sedang mengalami "skenario dramatis dari Perang Dunia Ketiga yang terjadi secara terpecah-pecah,” mengulang frasa yang pernah digunakan Fransiskus.
Paus baru ini menyatakan bahwa ia membawa dalam hatinya "penderitaan rakyat Ukraina yang tercinta,” dan menyerukan perundingan untuk mencapai "perdamaian yang sejati, adil, dan langgeng.”
Ia juga menyerukan gencatan senjata segera dalam perang di Gaza, yang menurutnya membuatnya "sangat sedih,” serta mendesak agar bantuan kemanusiaan segera disalurkan dan para sandera yang masih ditahan oleh kelompok militan Hamas dibebaskan.
Mengenai ketegangan antara India dan Pakistan, Paus Leo XIV mengatakan ia senang mendengar adanya gencatan senjata baru-baru ini dan berharap negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan permanen antara kedua negara bersenjata nuklir itu.
Iklan
Massa padati Basilika Santo Petrus
Paus baru disambut sorak sorai dari sekitar 100.000 orang yang berkumpul di Vatikan.
Lapangan Santo Petrus dipenuhi peziarah, simpatisan, dan masyarakat umum, banyak di antara mereka mengibarkan bendera dari negara asal mereka. Leo menyebutkan secara khusus beberapa kelompok yang hadir.
Sebelumnya pada Minggu (11/05), Bapa Suci memimpin misa pribadi di dekat makam Santo Petrus, rasul yang dianggap sebagai paus pertama.
Paus Leo menjalani puluhan tahun sebagai misionaris di Peru sebelum diangkat menjadi kardinalFoto: FILIPPO MONTEFORTE/AFP
Pada Sabtu (10/05), Paus Leo XIV berdoa di depan makam Paus Fransiskus, yang terletak di Basilika Santa Maria Maggiore.
Paus berusia 69 tahun itu terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik pada Kamis (08/05), setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April.
Konklaf untuk memilihnya hanya berlangsung sekitar 24 jam.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris