1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
ReligiVatikan

Pidato Perdana, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian

Nik Martin dengan AP, dpa, Reuters
12 Mei 2025

Paus baru berbicara tentang konflik di Ukraina, Gaza, Pakistan, dan India dalam pemberkatan Minggu pertamanya. Ribuan orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk mendengarkan seruan Paus Leo XIV.

Vatikan: Paus Leo XIV memanjatkan doa Regina Caeli dari Basilika Santo Petrus.
Paus Leo XIV mengutuk banyaknya konflik yang menggerogoti duniaFoto: Amanda Perobelli/REUTERS

Paus Leo XIV menyerukan "tidak ada lagi perang” dalam pemberkatan dan pidato Minggu pertamanya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Ia mendesak terciptanya perdamaian di Ukraina, menyerukan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, serta menyambut baik gencatan senjata antara India dan Pakistan.

Paus kelahiran Chicago bernama Robert Francis Prevost itu sebelumnya terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik pada Kamis (08/05).

Apa yang dikatakan Paus Leo?

Berbicara dari balkon Basilika Santo Petrus, paus baru itu menyinggung peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, yang menewaskan sekitar 60 juta orang, dan mengulangi seruan mendiang Paus Fransiskus: "Tidak ada lagi perang!”

Paus Leo XIV mengatakan bahwa dunia saat ini sedang mengalami "skenario dramatis dari Perang Dunia Ketiga yang terjadi secara terpecah-pecah,” mengulang frasa yang pernah digunakan Fransiskus.

Paus baru ini menyatakan bahwa ia membawa dalam hatinya "penderitaan rakyat Ukraina yang tercinta,” dan menyerukan perundingan untuk mencapai "perdamaian yang sejati, adil, dan langgeng.”

Ia juga menyerukan gencatan senjata segera dalam perang di Gaza, yang menurutnya membuatnya "sangat sedih,” serta mendesak agar bantuan kemanusiaan segera disalurkan dan para sandera yang masih ditahan oleh kelompok militan Hamas dibebaskan.

Mengenai ketegangan antara India dan Pakistan, Paus Leo XIV mengatakan ia senang mendengar adanya gencatan senjata baru-baru ini dan berharap negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan permanen antara kedua negara bersenjata nuklir itu.

Massa padati Basilika Santo Petrus

Paus baru disambut sorak sorai dari sekitar 100.000 orang yang berkumpul di Vatikan.

Lapangan Santo Petrus dipenuhi peziarah, simpatisan, dan masyarakat umum, banyak di antara mereka mengibarkan bendera dari negara asal mereka. Leo menyebutkan secara khusus beberapa kelompok yang hadir.

Sebelumnya pada Minggu (11/05), Bapa Suci memimpin misa pribadi di dekat makam Santo Petrus, rasul yang dianggap sebagai paus pertama.

Paus Leo menjalani puluhan tahun sebagai misionaris di Peru sebelum diangkat menjadi kardinalFoto: FILIPPO MONTEFORTE/AFP

Pada Sabtu (10/05), Paus Leo XIV berdoa di depan makam Paus Fransiskus, yang terletak di Basilika Santa Maria Maggiore.

Paus berusia 69 tahun itu terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik pada Kamis (08/05), setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April.

Konklaf untuk memilihnya hanya berlangsung sekitar 24 jam.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Rahka Susanto

Editor: Prihardani Purba

 

Nik Martin Penulis berita aktual dan berita bisnis, kerap menjadi reporter radio saat bepergian keliling Eropa.
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait