1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiJerman

Pilot Lufthansa Akan Mogok, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

1 September 2022

Serikat pilot menuntut kenaikan gaji bagi ribuan pekerja. Lufthansa mengatakan serikat pekerja melewatkan tawaran "sangat bagus". Pemogokan yang direncanakan akan mempengaruhi penerbangan penumpang dan kargo.

Armada pesawata Luthansa
Foto: Patrick Pleul/dpa-Zentralbild/dpa/picture alliance

Pilot maskapai penerbangan Jerman Lufthansa akan mogok pada hari Jumat (02/09) di tengah perselisihan upah yang sedang berlangsung yang dapat memperpanjang kekacauan perjalanan di musim panas ini. Lufthansa mengumumkan, akibat pemogokan ini "hampir semua" penerbangan pada hari Jumat akan dibatalkan. 

Menurut sebuah pernyataan dari maskapai terbesar Jerman pada hari Kamis (01/09), 800 penerbangan penumpang dan cargo pada hari Jumat, 2 September, akan terpengaruh dan diperkirakan akan berdampak pada sekitar 130.000 penumpang.

Pihak Lufthansa mengatakan tengah mengupayakan untuk "menormalkan” situasi. Lebih lanjut dikatakan, kemungkinan masih akan terjadi pembatalan atau penundaan penerbangan pada hari Sabtu atau Minggu.

Serikat pilot Vereinigung Cockpit (VC) menuntut kenaikan gaji 5,5% tahun ini untuk lebih dari 5.000 pilotnya, serta penyesuaian inflasi otomatis untuk tahun 2023. Tetapi pihak serikat mengatakan bahwa negosiasi mengaami kegagalan.  "Kami belum menerima tawaran yang memuaskan hari ini," kata juru bicara VC Matthias Baier.

Lufthansa mengatakan serikat kerja menolak tawaran

Lufthansa menerbitkan rincian tawaran yang dikatakan tidak diterima oleh serikat pekerja VC. Menurut Lufthansa, mereka telah menawarkan kenaikan dua tahap selama 18 bulan sebesar €900 per bulan untuk semua pilot. Dikatakan bahwa ini setara dengan kenaikan bulanan 18% untuk pilot baru atau sekitar 5% untuk kapten berpengalaman. 

"Kami sama sekali tidak memahami seruan VC untuk mogok. Pihak pemberi kerja membuat tawaran yang sangat baik dan seimbang secara sosial — terlepas dari beban berkelanjutan dari krisis virus corona dan prospek yang tidak pasti untuk ekonomi global," demikian Michael Niggemann, anggota dewan untuk  sumber daya manusia di Luthansa. "Eskalasi ini menimbulkan kerugian bagi ribuan konsumen."  

Seperti kebanyakan maskapai besar, Lufthansa nyaris bangkrut selama puncak pembatasan perjalanan di awal pandemi COVID-19. Maskapai penerbangan Jerman ini membutuhkan paket besar pinjaman pemerintah untuk tetap bertahan. Maskapai ini juga mengatakan telah menawarkan jaminan ukuran armada minimum di masa depan, karena perampingan tetap memeungkinkan. Tidak disebutkan berapa ukuran minimum yang dijanjikan. VC sebelumnya meminta jaminan minimal 325 pesawat untuk penumpang dan kargo.

Kekacauan perjalanan di musim panas

Pengumuman pemogokan dikeluarkan setelah pilot di anak perusahaan Lufthansa, Eurowings, pada hari sebelumnya juga memberikan suara mendukung pemogokan. Namun, mereka tetap melanjutkan negosiasi upah dengan Eurowings.

Maskapai-maskapai penerbangan, termasuk Lufthansa, terpaksa membatalkan ribuan penerbangan pada  musim panas ini karena pemogokan dan kekurangan staf. Hal ini telah mengakibatkan antrian berjam-jam di bandara-bandara utama, membuat para penumpang frustrasi. Awal bulan Agustus, manajemen Lufthansa mencapai kesepakatan gaji dengan staf darat sehingga mencegah pemogokan lebih lanjut setelah pemogokan memaksa Luthansa untuk membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan. yf/hp  (Reuters, dpa, AFP)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait