Rover Curiosity milik NASA menemukan lebih banyak senyawa organik di Mars, memperkuat penelitian tentang potensi kehidupan purba. Eksplorasi dilakukan di Kawah Gale, yang diyakini pernah menjadi danau sebelum mengering.
Sampel diambil di lokasi “Mary Anning” yang dinamai dari ahli paleontologi Inggris abad ke-19, di wilayah Glen Torridon pada tahun 2020; Curiosity mengambil “swafoto” untuk menandai momen tersebutFoto: NASA/JPL-Caltech/MSSS/REUTERS
Iklan
Rover Mars milik NASA, yaitu Curiosity rover, telah mengidentifikasi tujuh senyawa organik dalam batuan di dekat ekuator planet tersebut, lima di antaranya belum pernah ditemukan sebelumnya di Mars.
Para peneliti yang mempublikasikan temuan ini di jurnal Nature Communications pada Selasa (21/4) mengatakan bahwa eksperimen tersebut juga mengindikasikan adanya senyawa organik lain yang memiliki struktur mirip dengan prekursor DNA, molekul yang membawa informasi genetik pada makhluk hidup di Bumi.
Namun, para ilmuwan juga menekankan bahwa senyawa organik, molekul yang terutama tersusun dari atom karbon yang terikat dengan unsur lain dan menjadi dasar struktural semua kehidupan di Bumi, juga dapat terbentuk melalui proses non-biologis.
Penelitian baru ungkap Mars pernah layak huni
Temuan ini menambah bukti bahwa Mars mungkin pernah menjadi planet yang layak huni miliaran tahun lalu.
Iklan
Seperti Bumi dan planet lain di tata surya, Mars diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Pada awal sejarahnya, Mars lebih hangat dan lebih basah dibandingkan kondisi saat ini yang dingin dan kering.
Kedua rover Mars milik NASA, yaitu Curiosity rover dan Perseverance rover, telah menemukan material organik di planet tersebut.
Pencarian Curiosity difokuskan pada area yang diyakini pernah mengandung air, yang merupakan unsur penting bagi terbentuknya kehidupan berbasis karbon seperti yang kita kenalFoto: NASA
Rover Curiosity telah menjelajahi Gale Crater yang luas, yang diduga terbentuk akibat tumbukan meteorit dan pernah menjadi danau yang kini telah mengering. Kelimpahan mineral lempung di area Glen Torridon dalam kawah tersebut menunjukkan bahwa air pernah ada di sana. Meteorit mungkin membawa materi organik ke Mars, sementara air dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk perkembangannya.
“Kami belum dapat mengatakan bahwa Mars pernah memiliki kehidupan, tetapi temuan kami semakin memperkuat bukti bahwa Mars adalah dunia yang layak huni pada masa yang sama ketika kehidupan mulai muncul di Bumi,” kata Amy Williams, astrobiolog dan ilmuwan planet dari University of Florida serta penulis utama studi tersebut.
“Perlu ditegaskan, kami belum menemukan bukti adanya kehidupan dalam studi ini, tetapi kami semakin memperjelas jenis molekul penyusun kehidupan yang pernah ada di Mars,” tambah Williams.
Curiosity Siap Jelajah Mount Sharp di Mars
Wahana nirawak penjelajah Mars. Curiosity, tiba di tujuan terakhir, yakni Mount Sharp. Di sanalah Curiosity akan melakukan penjelajahan dan penelitian lapangan terakhir.
Foto: NASA/JPL-Caltech
Tiba di Tujuan Terakhir
Wahana Mars, Curiosity akhirnya tiba di kaki gunung Sharp yang menjulang di tengah kawah Gale. Di sinilah wahana robotik itu akan menjalankan misi terakhir. Awalnya ilmuwan akan memerintahkan Curosity untuk menjelajahi kaki gunung. Setelah tiba di bukit Pahrump, Curiosity lalu akan melanjutkan perjalanan mendaki ke puncak Sharp.
Foto: NASA
Rekor Jarak Tempuh
Januari 2004 misi Opportunity resmi dimulai di Mars. Sejatinya sang robot cuma direncanakan berjalan sekitar satu kilometer di permukaan planet merah itu. Namun dalam sepuluh tahun terakhir Opportunity membuktikan ketangguhannya dan mencetak rekor baru, yakni perjalanan terpanjang sebuah wahana di planet lain. Wahana NASA itu menempuh jarak 40 kilometer.
Foto: picture alliance/dpa
Akhir Rekor Abadi Lunochod
Catatan tersebut melampaui rekor yang dibuat rover milik Uni Sovyet, Lunochod 2 pada tahun 1973. Wahana tersebut menempuh jarak 39 kilometer di permukaan bulan dalam waktu lima bulan. Opportunity menurut Manajer Proyek NASA, John Callas, adalah wahana buatan manusia yang berjalan paling jauh di sebuah benda langit selain Bumi.
Foto: picture-alliance/dpa
Menuju Lembah Marathon
Adapun Spirit, saudara kembar Opportunity, meregang nyawa 2010 silam. Sebaliknya Opportunity terus berjalan hingga kini. Cuma sekitar dua kilometer memisahkannya dari jarak lari Marathon. Lokasi yang menjadi tujuan perjalanan rover tersebut sudah dibaptis oleh ilmuwan dengan nama, Lembah Marathon.
Foto: picture-alliance/dpa
Mars Curiosity
Beginilah sosok robot penjelajah Mars Curiosity yang diluncurkan NASA. Sejak Agustus 2012, Curiosity bergerak menjelajahi Planet Merah itu. Targetnya, robot ini harus meneliti, apakah planet Mars saat ini atau di masa lalu, memiliki kemampuan mendukung adanya kehidupan. Kini robot itu mengambil sampel batuan pertama.
Foto: NASA/JPL-Caltech/MSSS
Kawasan Yang Mendukung Kehidupan
Belerang, Nitrogen, Fosfor dan Karbon adalah elemen kimia yang ditemukan dalam sampel batuan Mars. Unsur-unsur ini memainkan peranan penting dalam munculnya kehidupan. Manajer NASA. Grotzinger mengumumkan dengan bangga : Berhasil menemukan kawasan yang dulunya bisa dihuni di Planet Merah itu.
Foto: picture alliance/AP Photo/NASA
Debu Penting
Debu tanah yang timbul saat pengeboran akan terus diteliti Curiosity. Para ilmuwan berharap, lewat debu tersebut mereka bisa mengetahui lebih jauh tentang keberadaan air di masa lalu Planet Merah itu.
Foto: Reuters/NASA/JPL-Caltech/MSSS
Pengeboran Pertama
Marsrover menggunakan lengan yang dilengkapi bor untuk menggali lubang selebar 1,6 sentimeter dan sedalam 6,4 sentimeter. Manajer NASA Grunsfeld menyebutnya sebagai "keberhasilan terbesar sejak mendarat".
Foto: Reuters/NASA/JPL-Caltech
Merayap
Sejauh ini robot penjelajah itu sudah menempuh jarak lebih 500 meter di permukaan planet Mars dan mencapai sasaran pertama Glenelg (Foto). Di sini dilakukan eksperimen dengan tangan robot, dimana Curiosity mengumpulkan sampel batuan pertama.
Foto: NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona
Eksplorasi Berlanjut
Wahana penjelajah berbobot 900 kg itu digerakkan dengan energi listrik yang dikumpulkan panel sel surya dan sebuah baterai radionuklida, dilengkapi 6 roda yang menjelajahi pasir serta batuan di planet Mars. Foto menujukkan roda kiri dengan latar belakang lereng Mount Sharp.
Foto: NASA/JPL-Caltech/Malin Space Science Systems
Potret Diri
Curiosity dilengkapi beragam perangkat teknis. Komputer, antena, pemancar, kamera serta tangan robot. Pemeliharaan sebagiannya dilakukan robot itu sendiri. Selain itu, secara ajeg robot memotret dirinya sendiri, dan mengirimkan citranya ke Bumi.
Foto: NASA/JPL-Caltech/Malin Space Science Systems
Mata Yang Bergerak
Sebuah kamera dipasang di ujung tangan robot ini. Namanya Mars Hand Lens Imager disingkat MAHLI. Ini sebetulnya sejenis mikroskop yang dengan bantuan tangan robot didekatkan ke obyek penelitian, untuk meneliti struktur berukuran amat kecil.
Foto: NASA/JPL-Caltech/MSSS
Gerhana Matahari
Sebuah kamera lainnya dipasang pada sebuah tiang di wahana penjelajah membuat foto ini September 2012 lalu. Bulan Mars Phobos, salah satu dari dua satelit alami Mars menghalangi matahari dan menciptakan gerhana matahari sebagian.
Foto: NASA/JPL-Caltech/MSSS
Jejak di Pasir
Seluruhnya misi ke Mars menelan biaya 2,5 Milyar US-Dollar, dan sementara dirancang berjalan selama 687 hari atau satu tahun Mars.
Foto: NASA/JPL-Caltech
14 foto1 | 14
Bahan dasar kehidupan dalam batuan miliaran tahun
Para peneliti memperkirakan bahwa sampel batuan yang dianalisis berusia setidaknya 3,5 miliar tahun. Curiosity, yang mendarat di Mars pada tahun 2012, mengambil sampel tersebut pada tahun 2020.
Salah satu molekul yang diidentifikasi, benzotiofena, juga ditemukan pada meteorit dan asteroid.
“Material yang sama yang jatuh ke Mars melalui meteorit juga jatuh ke Bumi, dan kemungkinan menyediakan bahan dasar bagi kehidupan seperti yang kita kenal,” kata Williams. “Kami melihat bahan penyusun kehidupan, kimia prebiotik di Mars, yang terawetkan dalam batuan ini selama miliaran tahun.”
Pada tahun 2022, Curiosity mengidentifikasi konsentrasi tinggi karbon-12, indikator potensial lain dari kehidupan di masa lalu, di Kawah GaleFoto: NASA/ZUMA/picture alliance
Mineral lempung dapat menjaga senyawa organik seperti ini lebih baik dibandingkan mineral lain, sehingga lokasi tersebut dipilih sebagai titik penelitian. Rover Curiosity juga membawa bahan kimia TMAH, yang dapat memecah materi organik untuk menganalisis komponennya, uji seperti ini belum pernah dilakukan di luar Bumi sebelumnya.
Williams menambahkan bahwa salah satu molekul yang mengandung nitrogen merupakan “prekursor dari bagaimana DNA akhirnya terbentuk.”
Ia juga menegaskan bahwa belum dapat dipastikan apakah materi organik tersebut berasal dari proses geologi, jatuhnya meteorit, atau dari kehidupan. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa “jika materi organik kompleks dari kehidupan memang terawetkan di Mars, kita seharusnya dapat mendeteksinya dengan instrumen rover saat ini maupun yang akan datang.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris