PM Baru Hungaria Magyar Bongkar Kemewahan Pemerintah Orban
14 Mei 2026
Kedok seorang autokrat biasanya tersingkap setelah jatuh dari kekuasaan—terutama ketika terungkap gaya hidup mewah yang selama ini tersembunyi. Ingatan publik masih merekam jelas kisah diktator Rumania Nicolae Ceausescu atau mantan presiden Ukraina Viktor Yanukovych, ketika foto-foto toilet berlapis emas di kediaman mereka beredar luas. Gambar-gambar itu tertanam kuat dalam memori sejarah kolektif masyarakat.
Kini momen serupa tampaknya tengah dialami Viktor Orban dan para elite dari sistem kekuasaan yang baru saja tumbang di Hungaria. Menjelang pelantikan resmi pemerintahan baru pada Rabu (13/5), Perdana Menteri Peter Magyar sejak Senin (11/5) malam sibuk mengunggah video di Facebook yang menampilkan tur ke kantor resmi Orban di Kastil Buda serta dua kementerian.
Rekaman Magyar menampilkan ruang-ruang raksasa dengan fasilitas mewah—bangunan yang lebih menyerupai istana daripada kantor pemerintahan.
Belum lagi koleksi seni yang memenuhi ruangan. Orban—yang kerap menyebut dirinya "anak desa” —ternyata menghiasi kantornya dengan hampir seratus lukisan bernilai tinggi. Lukisan-lukisan itu dipilih langsung dari koleksi Galeri Nasional Hungaria, seolah memesan dari katalog seni pribadi.
Di hadapan beberapa menteri yang mendampinginya dalam tur tersebut, Magyar menyebut suasana di Kastil Buda menghadirkan "nuansa Ceausescu”. Dia juga bercerita tentang kunjungannya ke rumah sakit dan sekolah negeri yang kondisinya memprihatinkan. Salah satu video tur itu ditonton delapan juta kali hanya dalam sehari—angka yang nyaris menyamai jumlah penduduk Hungaria yang sekitar sepuluh juta jiwa.
Kemarahan dan rasa lega
Bagi pengamat luar, pertunjukan dari istana kekuasaan Orban di tengah ambruknya infrastruktur negara cendrung dipandang sebagai langgam populisme. Namun bagi banyak warga Hungaria, tayangan itu memicu kemarahan—sekaligus rasa lega.
Kemarahan atas budaya mewah elite politik membuncah, meski dipadu kelegaan karena kekuasaan yang dulu tak tersentuh akhirnya ditelanjangi di depan publik.
Reaksi itu hanya bisa dipahami jika melihat kembali tahun-tahun panjang pemerintahan Orban yang bagi banyak warga dipenuhi kesewenang-wenangan, sikap arogan, dan kebijakan yang dianggap merendahkan masyarakat.
Hari penuh simbol
Peter Magyar diprediksi masih akan terus membeberkan dosa-dosa lama pemerintahan Orban. Saat dilantik di parlemen pada Sabtu, 9 Mei 2026, dia menegaskan ambisinya melakukan perubahan sistem secara mendalam.
Tujuan utamanya, kata Magyar, adalah mendamaikan masyarakat Hungaria yang terbelah. Namun rekonsiliasi hanya mungkin tercapai jika keadilan ditegakkan. Dan keadilan, tegasnya, menuntut keberanian untuk mengkaji ulang sistem Orban, baik secara moral maupun hukum.
Langkah itu dimulai pada hari yang oleh Magyar disebut sebagai "Hari Perubahan Sistem”—hari yang sarat simbol.
Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, jurnalis Hungaria dapat kembali meliput secara bebas dari dalam gedung parlemen—sesuatu yang hampir sepenuhnya dilarang pada masa Orban.
Sebagai keputusan pertama, Ketua Parlemen yang baru, Agnes Forsthoffer, memerintahkan agar bendera Uni Eropa kembali dikibarkan di gedung parlemen—dua belas tahun setelah diturunkan.
Pada sidang yang sama, untuk pertama kalinya pula lagu kebangsaan tidak resmi komunitas Roma Hungaria dimainkan di parlemen, dibawakan oleh ansambel anak-anak Roma dan non-Roma.
Pidato pelantikan Magyar sendiri berubah menjadi semacam pengadilan politik terhadap sistem lama—bahkan lebih keras daripada kritik yang pernah terdengar di parlemen Hungaria pada masa transisi demokrasi tahun 1990.
Orban sendiri tidak hadir. Dia juga tidak muncul untuk berjabat tangan dengan perdana menteri terpilih—sebuah tradisi yang lazim dalam parlemen Hungaria.
Momen emosional
Di lapangan depan parlemen, penyanyi pop Roma terkenal Ibolya Olah membawakan lagu patriotik melankolis "Ada sebuah negeri—Hungaria”. Lagu itu lama dianggap tabu sejak dilarang oleh kelompok nasionalis. Olah merasa mereka menolak haknya sebagai perempuan Roma untuk menyanyikan lagu tersebut, bahkan pernah mengancamnya di konser.
Namun pada Sabtu setelah pemilu, ketua parlemen memberi isyarat yang mengizinkan ribuan orang berbondong-bondong memasuki area yang sebelumnya dipagari di alun-alun parlemen. Momen tersebut menjadi salah satu simbol paling emosional dari pergantian kekuasaan.
Kabinet para ahli
Proses pembentukan pemerintahan berlangsung cepat. Pada Senin dan Selasa, parlemen menggelar uji kelayakan para calon menteri sebelum akhirnya dilantik. Dengan demikian, transfer kekuasaan formal setelah 16 tahun pemerintahan Orban selesai hanya dalam waktu satu bulan—sebuah rekor di Budapest.
Komposisi kabinet pun berbeda dari tradisi politik Hungaria sebelumnya. Hampir semua menteri berasal dari kalangan profesional di bidangnya dan sebelumnya tidak aktif di politik.
Di antaranya diplomat sekaligus pakar energi Anita Orban sebagai Menteri Luar Negeri, mantan eksekutif perusahaan minyak sebagai Menteri Ekonomi, seorang ahli bedah ortopedi sebagai Menteri Kesehatan, serta sejumlah pakar hukum, keuangan, pendidikan, dan teknologi informasi.
Beberapa agenda pemerintah baru sudah diumumkan: pembentukan badan antikorupsi independen dan kantor khusus untuk memulihkan aset negara yang diperoleh secara ilegal. Magyar bersama Menteri Kabinet Balint Ruff juga mengumumkan audit besar-besaran atas belanja negara—yang disebut sebagai salah satu investigasi paling luas dalam sejarah Hungaria.
Pada musim gugur nanti, pemerintah juga berencana membuka daftar agen dinas keamanan negara dari masa diktatur komunis Hungaria (1945–1989)—rencana yang selama tiga dekade selalu tertunda.
Agenda revolusioner
Sebagian besar rencana itu sebenarnya merupakan praktik demokrasi biasa di negara Uni Eropa: mengembalikan independensi peradilan, memulihkan otonomi universitas, membuka dialog dengan masyarakat sipil dan media, serta menciptakan sistem pemilu yang transparan dan adil.
Namun di Hungaria, setelah bertahun-tahun pemerintahan Orban, agenda-agenda itu kini terdengar hampir revolusioner.
Pemerintahan baru juga berencana membuka debat luas tentang kesetaraan gender, hak aborsi, dan pernikahan sesama jenis.
Sebagai simbol awal pemerintahan, Magyar memindahkan rapat kabinet pertama pada Rabu, (13/5), ke desa Opusztaszer di selatan Hungaria. Tempat itu memiliki makna mitologis dalam sejarah nasional—di sanalah para pemimpin suku nomaden Hungaria diyakini mendirikan perkemahan pada tahun 896, awal mula terbentuknya negara Hungaria.
Kini wilayah itu dilanda kekeringan parah—yang juga akan menjadi salah satu topik rapat kabinet.
Secara keseluruhan, Peter Magyar menetapkan standar yang sangat tinggi bagi pemerintahannya—mungkin paling ambisius sejak 1990, terutama dalam dimensi moral.
Ujian pertama baginya bahkan bersifat pribadi: pemotongan gaji besar-besaran yang dia janjikan sendiri.
Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Rizki Nugraha
Editor: Ayu Purwaningsih