PM baru Irak / Kunjungan Bush ke Jerman
23 Februari 2005
Hari Selasa 22/2 Kelompok Shiah memilih Ibrahim al Jaafari sebagai perdana menteri baru Irak.
Harian Jerman Frankfurter Rundschau menulis ......
Tokoh moderat Shiah Al Jaafari akan memimpin Irak. Jaafari yang puluhan tahun hidup dalam pengasingan di luar negeri terkenal sebagai tokoh yang aktif ,namun juga berhati-hati. Al Jaafari lebih berkesan sekuler meski partainya Partai Dawa berorientasikan agama. Partai Dawa dituduh punya hubungan erat dengan rejim di Iran. Namun al Jaafari selalu menekankan bahwa ia menolak para mullah ikut berkuasa seperti di Iran.Konstitusi tidak hanya berlandaskan hukum Islam, demikian dikatakannya. Namun sejauh mana pengaruh Al Jaafari dalam partainya yang religius masih harus dibuktikan.
Harian New York Times berkomentar....
Karena partisipasi Pemilu yang rendah di kawasan yang didominasi kaum Sunni, parlemen dengan mudah dapat membentuk mayoritas dua pertiga, tanpa keikutsertaan berarti Sunni. Satu-satunya harapan realistis untuk mengurangi pemberontakan dan memungkinkan pertumbuhan demokrasi yang kokoh , adalah dengan sebanyak mungkin mengikutsertakan masyarakat Sunni yang terkucil. Sementara Jaafari mulai menjauhi diri dari unsur-unsur pemecah, ia tetap bersikeras untuk membersihkan basis anggota Partai Baath, yang belum lama ini diperbolehkan lagi memangku jabatan pemerintah. Tindakan itu hanya akan menghukum mereka, yang menjadi anggota partai , karena alasan profesi dan bukan karena alasan ideologi. Padahal justru merekalah yang harus dirangkul oleh pemerintah.
Pertemuan Presiden AS George W Bush dengan para kepala negara dan pemerintahan Eropa disoroti media massa . Khusus mengenai kunjungan Bush ke kota Mainz , Jerman, hari Rabu 23/2 , dan tindakan keamanan besar-besaran untuk kunjungan itu, harian Jerman Pforzheimer Zeitung dengan kritis mencacat................
Bila seorang presiden AS berkunjung ke Jerman, hendaknya selalu disambut dengan ramah. Namun juga wajar bertanya, apakah perlu persiapan dan tindakan keamanan yang memakan biaya besar itu ? Perlindungan memang perlu , tetapi tidak dengan membayar harga berapa pun. Persahabatan juga berarti menenggang perasaan. Bush harus menyusun kunjungannya sedemikian rupa sehingga biayanya tidak berlebihan. Dengan cara sekarang ini , ia tidak mendapat simpati dari rakyat Jerman.
Harian Stuttgarter Zeitung juga kritis dalam argumentasinya..............
George W Bush mengubah nadanya, tetapi ia tidak mengubah politik garis kerasnya. Ia tidak melepaskan opsi bagi serangan preemptif . Ia tidak membubarkan Guantanamo. Ia juga tidak dalam arti sebenarnya bekerjasama dengan Eropa, dalam masalah atom Iran. Kejemuan akan perang dan kesulitan keuangan di AS, memaksa Bush yang bervisi misionaris untuk bersikap lunak, bukan karena kesadaran dan kematangan pikiran.