1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

PM India Serukan untuk Tenang

24 Desember 2012

Sehubungan kasus perkosaan yang menyulut kemarahan massa di India, PM India Mamohan Singh menyerukan warga untuk tetap tenang.

Demonstrasi di IndiaFoto: Reuters

Sepanjang akhir pekan kemarin di India, bentrokan terjadi antara para demonstran dengan polisi. Para demonstran memprotes kelambanan pemerintah dan polisi dalam menangani aksi perkosaan yang baru-baru ini mengejutkan dan memancing kemarahan warga India.

Beberapa waktu lalu, seorang perempuan muda diperkosa beberapa pria di bis dan mengalami kondisi mengenaskan. Ia dirawat di rumah sakit di New Delhi.

Polisi halau demonstran di IndiaFoto: Reuters

Mahasiswi kedokteran berusia 26 tahun itu dalam perjalanan menuju ke rumah selepas menonton film. Ia dan kawan prianya secara spontan memutuskan untuk menaiki bis swasta ketimbang naik transporasi umum. Bis semacam ini merupakan bis sekolah, yang di luar jam sekolah kerap digunakan untuk mengambil penumpang umum. Insiden perkosaan itu menyulut kemarahan di seluruh India.

Ketika mahasiwi itu dan kawannya menaiki bis, di dalam kendaraan itu sudah ada empat pria mabuk. Mereka memukuli kawan si mahasiswi dengan besi panjang, mendorong mahasiwi ke bangku belakang, dimana mereka memukuli dan memerkosanya selama sekitar 40 menit. Keduanya kemudian dilempar ke luar bis dan mengalami kondisi parah di rumah sakit.

Sejak pekan lalu demonstran turun ke jalan di New Delhi memprotes reaksi polisi dan pemerintah dalam menangani kasus itu. Para demonstran dihalau dengan meriam air. Selain di New Delhi, aksi protes juga terjadi di Mumbai, Ahmedabad dan Patna. Para aktivis mendesak perlindungan yang lebih baik dan penegakan hukum yang lebih tegas.

Polisi menahan seorang demonstranFoto: Reuters

Seruan Hukuman Mati

Kepala Komisi Perempuan di Bengali Barat, Sunanda Mukherjee menyerukan: “Pemerkosa harus digantung. Kita masih memiliki pasal hukuman masti di negeri kami. Menurut pendapat saya, kriminal semacam itu bukan hanya harus digantung, tapi juga dieksekusi di depan publik.”

Banyak kalangan yang sependapat dengan itu. Namun aktivis Ranjana Kumari memperingatkan: “Orang berpikir soal hukuman mati dalam kasus ini dalam keadaan marah. Tapi hukuman mati itu tak mudah. Sejak kemerdekaan India, hanya 45 orang yang dieksekusi.“

Bagi pengacara yang juga seorang aktivis Kamini Jaiswal, permasalahannya bukan balas dendam, melainkan antisipasi pemerintah dan penegak hukum, serta hukuman yang setimpal: “Problemnya bukan pada kurangnya peraturan, tapi implementasi dari hukum tersebut. Setiap kali ada kasus, proses hukumnya bertahun-tahun hingga akhirnya benar-benar dijatuhkan vonis. Penjatuhan hukuman kerap ditunda-tunda. Jadi para pelaku pun tak kenal takut.”

Aksi protes di new DelhiFoto: Reuters

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyulut kekerasan. Di antaranya kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin, sehingga banyak orang yang semakin frustrasi. Selain itu, tingginya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Faktor lainnya, jumlah pria lebih banyak ketimbang perempuan. Selama ini banyak terjadi pembunuhan bayi dan aborsi.

Berbagai organisasi perempuan ambil bagian dalam aksi protesFoto: Reuters

“Mengapa Perempuan Tak Boleh Keluar Rumah?'

Seorang jurnalis, Usha Rai mengungkapkan, “Tak aman berada di pinggiran ibukota.” Ditambahkannya, "Perempuan di Noida, Ghaziabad and Gurgaon, berpendidikan baik dan telah mengubah gaya hidup, memakai baju modern. Namun prianya masih kuno dalam berbusana dan sangat konservatif.“

Hal ini membuat Sunanda Mukherjee kesal: "Kenapa perempuan tak boleh keluar malam?“ Dia bertanya lagi, “Kenapa saya tak boleh memperlihatkan tubuh saya sebagai perempuan? Kenapa saya tak dipandang sebagai manusia dan dihormati? Apakah mereka hidup di jaman silam?”

Politisi Sonia Gandhi mengatakan serangan perkosaan itu sungguh memalukan. Problem lain yang tak kalah pelik adalah, polisi menyalahkan tata busana perempuan sebagai penyebab perkosaan

Seorang demonstran di dalam bisFoto: Reuters

Presiden Kongres India, Sonia Gandhi yang mengunjungi korban perkosaan di rumah sakit menyerukan dilakukannya upaya bersama melawan kekerasan. Sementara Perdana Menteri India Manmohan Singh menyebut serangan itu sebagai tindakan keji.

Banyak kalangan yang mengatakan bahwa kasus perkosaan itu tak boleh dibiarkan begitu saja. Jumlah kasus perkosaan di India naik dua kali lipat antara tahun 1990-2008. Di New Delhi, tahun ini terjadi sekitar 600 perkosaan.

dw/rtr/AP/RZN