1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Polisi Afghanistan Bebaskan Sandera Jerman di Kabul

20 Agustus 2007

Pekerja kemanusiaan Jerman yang diculik hari Sabtu di Afghanistan, berhasil dibebaskan. Pembebasan itu terjadi hanya beberapa jam setelah gambarnya ditampilkan dalam siaran televisi.

Pemeriksaan mobil mencari warga Jerman yang diculik
Pemeriksaan mobil mencari warga Jerman yang diculikFoto: picture-alliance/ dpa

Belum ada rincian mengenai aksi pembebasan itu. Tapi kementerian luar negeri Jerman di Berlin membenarkan, sandera Jerman Christina Meier dibebaskan dalam operasi khusus aparat keamanan Afghanistan tengah malam. Christina Meier kini berada di bawah perlindungan kedutaan besar Jerman di Kabul.

Sebelumnya dalam tayangan video yang disiarkan stasiun televisi swasta Tolo, Christina Meier terlihat mengenakan pakaian yang menjuntai panjang menutupi seluruh tubuhnya, dengan kerudung putih menutupi kepalanya, Christina Meier muncul dalam video yang .

"Saya baik-baik saja. Saya mohon pemerintah negara saya membantu membebaskan saya sesegera mungkin."

Di video itu Meier berbicara dalam bahasa dari, salah satu bahasa di Afghanistan. Katanya dirinya baik-baik saja, tapi jelas ia tampak tegang dalam video yang panjangnya tak sampai satu menit itu.

Christina Meier adalah perempuan Jerman pekerja organisasi bantuan kemanusiaan Ora Internasional berusia 31 tahun yang diketahui sedang hamil. Ia diculik hari Sabtu pada tengah hari bolong usai ia makan siang di sebuah restoran di Kabul, ibu kota Afghanistan. Salah satu penculik, muncul pula di video itu, mengatakan bahwa mereka bukan Taliban. Dikatakan lelaki berjenggot yang menutupi mukanya itu:

"Christina ada di tangan kami. Untuk pembebasannya, kami menuntut pemerintah Hamid Karzai untuk membebaskan para tahanan Afghanistan tak bersalah. Kami akan segera menyampaiakan daftarnya. Kami tidak mengajukan tuntutan selain itu. Kami bukanlah orang jahat. Kami juga bukan Taliban. Kami merupakan sebuah kelompok khusus."

Taliban memang telah menegaskan pula bahwa mereka bukan pelaku penculikan itu. Senada dengan itu Polisi Afghanistan juga mengatakan, para penculik kemungkinan besar adalah sebuah kelompok penjahat biasa. Bukan kelompok perlawanan bersenjata seperti Taliban.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai segera menyampaikan kutukannya. Katanya, itu tindakan kejahatan yang tak sesuai dengan jiwa manusia Afghanistan.

Menjelang pembebasan, polisi melakukan penjagaan ketat di kota Kabul, khususnya di kawasan penculikan dan lokasi terakhir mobil penculik terdeteksi. Palang-palang perintang dipasang di berbagai ruas jalan. Polisi memeriksa setiap mobil yang melintas.

Disebutkan seorang anggota polisi Afghnaistan:

"Kami melakukan pemeriksaan ketat, untuk mencegah agar perempuan jerman itu tidak diselundupkan ke luar Kabul. Kami yakin, bahwa ia masih berada di sekitar kawasan ini. Karenanya kami akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan."

Selain Christina Meier, seorang warga Jerman lain masih disekap para penculik di Afghanistan, sejak 18 Juli. Penculikan orang asing makin merajalela di Afghanistan. Terutama sejak penculikan seorang wartawan Italia Maret lalu, yang membuahkan dipenuhinya tuntutan para penculik. Salah satu kasus terbesar dilakukan Taliban terhadap 21 warga Korea Selatan. Para penculik membunuh 2 sandera, dan masih menyekap 19 lainnya. Untuk membebaskan mereka, pemerintah Korea Selatan hingga saat ini masih terus melakukan perundingan intensif dengan Taliban.