1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KriminalitasJerman

Polisi Berlin Rilis Identitas Tersangka Pride

Nik Martin sumber: AFP, AP, dpa, Reuters
26 Juli 2026

Kepolisian Berlin merilis foto dan identitas tersangka serangan mobil di parade Berlin Pride. Aparat kini menyelidiki dugaan serangan kedua setelah muncul laporan korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Personel darurat dan polisi bekerja di dekat lokasi tewasnya seorang peserta acara parade
Serangan terjadi di kawasan Tiergarten, dekat Gerbang Brandenburg, sesaat sebelum pukul 22.00 waktu setempat pada Sabtu (25/07) malamFoto: Ralf Hirschberger/AFP

Kepolisian Berlin memperluas penyelidikan terkait serangan mobil yang menerobos kerumunan peserta perayaan Pride Berlin atau Christopher Street Day (CSD) pada Sabtu (25/07) malam. Aparat kini menyelidiki kemungkinan adanya serangan kedua setelah muncul laporan bahwa sejumlah korban mengalami luka akibat senjata tajam, serta dugaan keterlibatan lebih dari satu orang.

Polisi telah mengidentifikasi tersangka sebagai Abdul B., seorang pria berusia 21 tahun. Aparat menggambarkan tersangka bertubuh kurus, tinggi sekitar 1,9 meter, berambut hitam, mengenakan hoodie hitam, dan celana putih.

Polisi juga memperingatkan bahwa tersangka kemungkinan bersenjata dan berbahaya, serta meminta masyarakat segera menghubungi layanan darurat apabila memiliki informasi mengenai keberadaannya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati tersangka, Abdul B. (21), karena dianggap berbahayaFoto: Polizei Berlin

Polisi selidiki laporan penikaman dan dugaan pelaku lain

Dalam keterangan terbaru pada Minggu (26/07), polisi mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada insiden penabrakan, tetapi juga laporan bahwa sejumlah korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Juru Bicara Kepolisian Berlin, Florian Nath, mengatakan keterangan saksi mata menyebut beberapa korban mengalami luka tusuk, sementara saksi lain melaporkan melihat seorang pria berpakaian hitam membawa parang. Polisi juga menyelidiki laporan bahwa lebih dari satu orang terlihat meninggalkan kendaraan setelah serangan itu.

Juru bicara pemadam kebakaran Dominik Pretz mengatakan tiga dari 16 orang korban luka berada dalam kondisi kritis, sementara delapan orang lainnya mengalami luka serius.

Media Jerman juga melaporkan Abdul B. telah dikenal oleh aparat keamanan dan baru dibebaskan dari fasilitas tahanan bagi pelaku muda pada Mei lalu. Perburuan terhadap tersangka kini diperluas hingga ke perbatasan Jerman, sementara otoritas di sejumlah negara tetangga telah menerima pemberitahuan terkait pencarian tersebut.

Polisi melancarkan operasi pencarian besar-besaran di seluruh Berlin, sementara peringatan juga dikirimkan kepada polisi perbatasan JermanFoto: Christian Mang/REUTERS

Merz: Serangan ini menyasar masyarakat Jerman

Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Minggu (26/07) mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan keji.”

“Apa yang terjadi di Berlin adalah tindakan yang keji. Ratusan ribu orang dari seluruh dunia berkumpul secara damai untuk merayakan Christopher Street Day. Mereka ingin kita saling memperlakukan dengan kebaikan dan toleransi. Ini adalah serangan terhadap masyarakat kita,” tulis Merz di platform X.

Merz menegaskan bahwa kasus tersebut akan diselidiki dan diproses dengan hukuman seberat-beratnya.

Wali Kota Berlin Kai Wegner menyebut serangan itu sebagai “serangan terhadap masyarakat yang bebas dan terbuka.” Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Hijau, Britta Hasselmann, menyebut insiden itu sebagai serangan terhadap negara dan tatanan konstitusional yang bebas dan liberal.

Bagaimana kronologi serangan?

Serangan terjadi pada Sabtu (25/07) malam di kawasan Tiergarten, dekat Gerbang Brandenburg, saat berlangsungnya perayaan Pride Berlin. Sebuah van menerobos kerumunan peserta pawai, menewaskan seorang perempuan dan menyebabkan 16 orang lainnya terluka.

Di tengah proses penyelidikan, polisi menerima laporan bahwa beberapa korban kemungkinan juga mengalami luka akibat senjata tajam dan kini menyelidiki apakah terdapat fase kedua serangan serta kemungkinan keterlibatan lebih dari satu tersangka.

Pengunjung diminta mengosongkan area setelah insiden penabrakanFoto: Markus Schreiber/AP Photo/picture alliance

Perayaan Christopher Street Day (CSD) adalah salah satu aksi tahunan terbesar komunitas LGBTQ di Eropa yang setiap tahun dihadiri ratusan ribu peserta. Pride menjadi bagian penting dari upaya memperjuangkan kesetaraan hak dan menolak diskriminasi terhadap komunitas LGBTQ yang masih terjadi hingga kini.

Survei European Union Agency for Fundamental Rights (FRA) pada 2024 menunjukkan 36% responden LGBTQ+ di Uni Eropa mengalami diskriminasi dalam setidaknya satu aspek kehidupan selama 12 bulan terakhir, sementara 14% melaporkan pernah mengalami serangan fisik atau seksual dalam lima tahun terakhir karena identitas mereka.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Rahka Susanto

Editor: Hani Anggraini

Nik Martin Penulis berita aktual dan berita bisnis, kerap menjadi reporter radio saat bepergian keliling Eropa.
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait