Politik Anti Teror di Jerman
10 Juli 2007
Schäuble antara lain mengusulkan pembunuhan terarah terhadap teroris, penahanan individu yang berpotensi jadi teroris dan pengerahan militer Jerman di dalam negeri untuk pengamanan dari serangan teror. Gagasan ini mengundang kecaman keras, juga dari kalangan partainya sendiri, partai Uni Demokrat Kristen, CDU. Schäuble dikecam ingin menghadapi terorisme dengan mengorbankan hak-hak dasar warga negara yang dilindungi konstitusi. Memang, usulan-usulan Schäuble hanya bisa terwujud, kalau konstitusi Jerman diubah.
Harian Jerman Tagesspiegel yang terbit di Berlin berkomentar:
„Fokus utama Schäuble memang keamanan dalam negeri. Tapi seorang teroris yang berhasil dikenali, tidak perlu langsung dibunuh. Jika seorang teroris sedang bermaksud meledakkan bom, atau menerbangkan pesawat dan mengancam menjatuhkannya di pusat kota atau di reaktor nuklir, sekarang pun sudah ada ketentuan yang mengijinkan untuk menembaknya, sebagai langkah darurat terakhir. Jerman tidak perlu undang-undang baru yang khusus mengatur tentang pembunuhan terarah. Ini bukan sikap ragu-ragu, melainkan sikap yang menghormati martabat manusia. Yang diutamakan adalah hak untuk hidup.“
Harian Rhein-Zeitung yang terbit di Koblenz menulis:
„Schäuble sangat yakin, bahwa pemisahan tegas antara posisi polisi dan militer perlu ditiadakan. Terobosan-terobosannya tidak mungkin akan berhasil. Seharusnya ia punya cukup pengalaman untuk menyadari hal ini. Jadi sekarang muncul kecurigaan, usulan-usulan ini punya tujuan sampingan, yaitu jadi jaminan politik seandainya benar-benar terjadi sesuatu. Yang jelas, dengan metode ini, Schäuble sebagai menteri dalam negeri tidak mungkin menghimpun suara mayoritas untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang efektif.“
Harian Westdeutsche Zeitung yang terbit di Düsseldorf menilai:
„Sebuah sistem demokrasi, yang memilah-milah antara warganegara dan musuh seenaknya saja, lalu kemudian mengabaikan hak-hak dasar pihak musuh, akan kehilangan legitimasinya. Tujuan tidak selalu akan menghalalkan cara. Negara memang harus melindungi warganya. Tapi untuk itu, negara tidak boleh semaunya mengubah konstitusi. Karena hak-hak warganegara adalah inti dari sistem negara hukum kita. Jika hak-hak ini dirusak, maka para teroris makin dekat dengan tujuan utamanya, yaitu menghancurkan dunia bebas dengan menyebarkan ketakutan dan kengerian.“
Harian Swiss Tages-Anzeiger menulis:
„Dalam pandangan Schäuble, negara hukum berdasarkan prinsip kebebasan adalah negara yang harus melepaskan diri dari berbagai ikatan, agar mampu memukul terorisme. Ini mungkin efisien. Tapi apakah ini langkah yang benar? Gagasan Schäuble, bahwa Jerman perlu undang-undang yang mengijinkan pembunuhan terarah seorang gembong teroris dengan menggunakan peluru kendali, adalah gagasan aneh. Usul-usul Schäuble memang tidak melanggar satu pun pasal hukum yang berlaku. Tapi ini berlawanan dengan semangat konstitusi Jerman. Jika diwujudkan, wajah Jerman tidak akan dikenali lagi.“