1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

Prabowo Angkat Bicara agar Bullying di Sekolah Diatasi

18 November 2025

Kasus perundungan di sekolah kembali jadi sorotan usai seorang siswa SMP meninggal dunia. Presiden Prabowo meminta seluruh kasus bullying di sekolah ditangani segera.

Ilustrasi kekerasan dan perundungan pada anak
Kasus meninggalnya siswa SMP yang diduga akibat bullying menuai sorotan publikFoto: Heckler Pierre/Maxppp/dpa/picture alliance

Sejumlah kasus bullying atau perundungan siswa di sekolah dalam beberapa pekan terakhir mencuat ke publik. Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi terkait kasus tersebut agar segera diatasi.

Salah satu kasus bullying menuai sorotan publik adalah seorang pelajar SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) inisial MH (13). MH korban bullying mengalami luka fisik dan trauma serius, hingga berujung meninggal dunia.

Informasi meninggalnya korban dibenarkan oleh Polres Tangerang Selatan. Korban meninggal pada Minggu (16/11) pagi, setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta.

"Bapak Kapolres Tangerang Selatan (AKBP Victor Inkiriwang) menyampaikan turut berdukacita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional," kata Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil, Minggu (16/11).

MH sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan. Polisi masih menyelidiki kematian siswa tersebut. Polisi akan berkoordinasi dengan para ahli, salah satunya dokter yang menangani.

"Sementara koordinasi dengan dokter yang menangani. Kemarin orang tuanya saya temui langsung. Sebelumnya dari penyidik sudah beberapa kali bertemu, tapi kita masih berempati waktu itu saat almarhum masih hidup," kata AKBP Victor Inkiriwang, di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/11).

Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

Sejauh ini, sudah ada enam saksi yang diperiksa. Para saksi yang diperiksa adalah pihak yang mengetahui terkait kejadian tersebut.

"Kemarin saat kami melayat, bercakap-cakap dengan pihak keluarga, dalam waktu dekat pihak keluarga akan kita layani untuk kita mintai informasi," imbuhnya.

Setelah kasus bullying siswa di Tangsel, Presiden Prabowo memberikan atensi terkait kasus perundungan siswa. Prabowo meminta semua kasus perundungan di sekolah harus diatasi.

Hal tersebut diungkap Prabowo usai meluncurkan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11). Prabowo ditanya terkait kasus siswa SMPN 19 Tangerang Selatan yang di-bully mengakibatkan trauma hingga tewas.

"Itu harus kita atasi," tegas Prabowo.

Mendikdasmen akan bentuk tim antibullying

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akan membentuk tim untuk menangani kasus perundungan di sekolah. Tim tersebut akan melibatkan orang tua hingga masyarakat untuk mencegah kasus seperti di SMPN 19 Tangsel berulang.

Abdul Mu'ti akan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) untuk memperbaiki aturan di periode sebelumnya terkait tim penanganan bullying. Mu'ti berharap kasus perundungan di sekolah tidak terjadi lagi ke depan.

"Kalau penanganan yang itu, kita nanti akan terbitkan Permendasmen untuk memperbaiki Permendasmen sebelumnya, nanti kita akan bentuk tim yang ada di sekolah dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif," kata Abdul Mu'ti di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).

"Nanti melibatkan orang tua, melibatkan murid, dan juga masyarakat, sehingga berbagai kekerasan yang selama ini terjadi tidak terulang lagi di masa-masa yang akan datang," lanjutnya.

Namun, Abdul Mu'ti belum mendapatkan laporan rinci kasus bullying siswa SMPN 19 Tangsel hingga berujung kematian. Mu'ti menyerahkan kasus tersebut untuk diusut oleh kepolisian.

"Saya belum dapat laporannya, karena sekarang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Jadi kami belum dapat laporan secara lengkap kasus yang di Tangsel," ujarnya.

Baca selengkapnya di DetikNews

Sampai Prabowo Angkat Bicara Agar Bullying di Sekolah Diatasi Segera

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait