1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiIndonesia

Prabowo: Danantara Kelola Aset US$ 1 Triliun dan 1.044 BUMN

23 Januari 2026

Di World Economic Forum, Prabowo mempromosikan Danantara terbuka untuk investor global. Dia menyebut Danantara dikelola sesuai standar internasional.

Presiden Prabowo Subianto berpidato di podium dengan latar bertuliskan "Annual Meeting Davos 2026 dan World Economic Forum"
Presiden Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, SwissFoto: Cabinet Secretariat of The Republic of Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memamerkan Badan Pelaksana Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang merupakan sovereign wealth fund Indonesia di panggung World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Menurut Prabowo, kehadiran Danantara berperan sebagai energi untuk masa depan Indonesia. Terlebih, Danantara kini mengelola aset hingga US$ 1 triliun.

"Danantara adalah sovereign wealth fund dengan pengelolaan aset mencapai US$ 1 triliun. Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan kalian sebagai mitra yang sejajar," ujar Prabowo dalam forum tersebut, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/1/2026).

Presiden AS Donald Trump menunjuk Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, saat pengumuman piagam untuk inisiatif Dewan PerdamaianFoto: Denis Balibouse/REUTERS

Prabowo juga mempromosikan bahwa Danantara terbuka untuk bermitra dengan investor-investor global. Danantara hadir untuk membiayai industri masa depan, sejalan dengan ambisi Indonesia menjalankan industrialisasi.

"Danantara dibentuk untuk mendanai dan ikut membiayai industri-industri masa depan. Kami bertekad mendorong industrialisasi nasional secara signifikan. Industri masa depan harus dieksekusi secara baik dan bijak. Itulah alasan kami membentuk Danantara dengan pengawasan dan tanggung jawab yang kuat," tambah Prabowo.

Orang-orang terbaik juga dipilih untuk memimpin Danantara. Saat ini, Danantara mengelola 1.044 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) namun jumlahnya akan dipangkas dengan alasan efisiensi.

"Dan kita berusaha mencari eksekutif terbaik untuk memimpin Danantara. Saat ini Danantara mengelola 1.044 BUMN, dan kita akan terus pangkas menjadi hanya 300-an. Kita akan melakukan rasionalisasi, kita akan hilangkan inefisiensi," tuturnya.

Prabowo menambahkan, Indonesia ingin Danantara agar dikelola sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu, Danantara diizinkan merekrut ekspatriat warga negara asing untuk memimpin lembaga tersebut.

"Kita ingin manajemen yang sesuai dengan standar internasional. Saya mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat, warga negara asing untuk bergabung ke Danantara. Kita ingin pemikir terbaik ada di Danantara," tutupnya.

Baca selengkapnya di Detik

Prabowo Pamer Danantara Kelola Aset US$ 1 Triliun dan 1.044 BUMN di WEF