Di World Economic Forum, Prabowo mempromosikan Danantara terbuka untuk investor global. Dia menyebut Danantara dikelola sesuai standar internasional.
Presiden Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, SwissFoto: Cabinet Secretariat of The Republic of Indonesia
Iklan
Presiden Prabowo Subianto memamerkan Badan Pelaksana Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang merupakan sovereign wealth fund Indonesia di panggung World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Menurut Prabowo, kehadiran Danantara berperan sebagai energi untuk masa depan Indonesia. Terlebih, Danantara kini mengelola aset hingga US$ 1 triliun.
"Danantara adalah sovereign wealth fund dengan pengelolaan aset mencapai US$ 1 triliun. Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan kalian sebagai mitra yang sejajar," ujar Prabowo dalam forum tersebut, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/1/2026).
Presiden AS Donald Trump menunjuk Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, saat pengumuman piagam untuk inisiatif Dewan PerdamaianFoto: Denis Balibouse/REUTERS
Prabowo juga mempromosikan bahwa Danantara terbuka untuk bermitra dengan investor-investor global. Danantara hadir untuk membiayai industri masa depan, sejalan dengan ambisi Indonesia menjalankan industrialisasi.
"Danantara dibentuk untuk mendanai dan ikut membiayai industri-industri masa depan. Kami bertekad mendorong industrialisasi nasional secara signifikan. Industri masa depan harus dieksekusi secara baik dan bijak. Itulah alasan kami membentuk Danantara dengan pengawasan dan tanggung jawab yang kuat," tambah Prabowo.
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Apa Manfaatnya?
Setelah lama menunjukkan minatnya, Indonesia akhirnya resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak awal Januari 2025. Bergabungnya Indonesia dalam kelompok ekonomi besar ini membuka berbagai peluang dan manfaat.
Foto: Wu Hong/AP Images/picture alliance
Apa itu BRICS?
BRICS, dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan Cina, serta Afrika Selatan yang bergabung pada 2010. Pada 2024, aliansi ini diperluas untuk mencakup Iran, Mesir, Etiopia, dan Uni Emirat Arab. Blok ini dirancang sebagai penyeimbang terhadap negara-negara maju dalam Group of Seven (G7) yang terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.
Foto: BRICS Press Information Bureau/AP/picture alliance
Alasan negara-negara Asia Tenggara gabung BRICS
Selain Indonesia, Thailand dan Malaysia juga tertarik bergabung dengan BRICS. Menurut Rahul Mishra, profesor di Universitas Jawaharlal Nehru, blok ini dapat membantu ekonomi digital Malaysia tumbuh lebih cepat melalui integrasi dengan pasar digital kuat dan praktik terbaik dari anggota lainnya. Thailand juga akan menarik investasi di sektor jasa, manufaktur, dan pertanian.
Foto: Alexander Shcherbak/Tass/IMAGO
Indonesia jadi anggota penuh BRICS
Indonesia menjadi anggota penuh ke-10 dalam kelompok internasional BRICS yang terdiri dari negara-negara dengan ekonomi berkembang pada hari Senin (06/01). Pengumuman ini disampaikan oleh Brasil, salah satu pendiri blok tersebut dan pemegang presidensi bergilir untuk tahun 2025. "Pemerintah Brasil menyambut baik masuknya Indonesia ke dalam BRICS,” merujuk pada rilis pemerintah Brasil.
Foto: Yao Dawei/AP Photo/picture alliance
Kata Kemenlu soal keanggotaan penuh Indonesia
Pencapaian ini disebut menjadi peningkatan peran aktif Indonesia dalam tatanan global. BRICS dianggap jadi langkah strategis meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan negara berkembang lain. Kemenlu menyebut BRICS menjadi wadah untuk memastikan suara dan aspirasi Global South terdengar dan terwakilkan dalam proses pengambilan keputusan global.
Foto: Kemlu/Adit
Peluang terbuka di banyak bidang
Kepada DW, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menyatakan keanggotaan BRICS memberikan RI pengaruh global yang signifikan, terutama dengan potensi negara-negara seperti Rusia dan Cina, sambil menjaga hubungan baik dengan Barat. Keanggotaan ini membuka peluang di bidang ekonomi, politik, dan keamanan, meskipun akses ke pasar Eropa mungkin sulit. (mh/ha)
Foto: Maxim Platonov/SNA/IMAGO
5 foto1 | 5
Orang-orang terbaik juga dipilih untuk memimpin Danantara. Saat ini, Danantara mengelola 1.044 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) namun jumlahnya akan dipangkas dengan alasan efisiensi.
"Dan kita berusaha mencari eksekutif terbaik untuk memimpin Danantara. Saat ini Danantara mengelola 1.044 BUMN, dan kita akan terus pangkas menjadi hanya 300-an. Kita akan melakukan rasionalisasi, kita akan hilangkan inefisiensi," tuturnya.
Prabowo menambahkan, Indonesia ingin Danantara agar dikelola sesuai dengan standar internasional. Oleh karena itu, Danantara diizinkan merekrut ekspatriat warga negara asing untuk memimpin lembaga tersebut.
"Kita ingin manajemen yang sesuai dengan standar internasional. Saya mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat, warga negara asing untuk bergabung ke Danantara. Kita ingin pemikir terbaik ada di Danantara," tutupnya.