1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KriminalitasPrancis

Prancis Bentuk Tim Hukum untuk Periksa 'Berkas Epstein'

Kieran Burke sumber: AFP
16 Februari 2026

Tim kejaksaan Prancis akan menelusuri “Berkas Epstein” untuk mengidentifikasi kemungkinan pelanggaran lain. Kasus agen model asal Prancis, Jean‑Luc Brunel, akan diperiksa kembali secara menyeluruh.

Dokumen-dokumen yang termasuk dalam rilis berkas Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS difoto pada hari Jumat, 2 Januari 2026. (AP Photo/Jon Elswick, File)
Tim tersebut akan bekerja sama erat dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional dan kepolisian.Foto: Jon Elswick/AP Photo/picture alliance

Kantor kejaksaan Paris pada Sabtu (14/02) mengumumkan pembentukan tim khusus jaksa untuk menelaah bukti yang mungkin melibatkan warga negara Prancis dalam kejahatan yang dilakukan oleh terpidana pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak, Jeffrey Epstein.

Tim khusus tersebut dibentuk "agar dapat mengekstrak setiap bagian yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kerangka penyelidikan baru,” papar kantor kejaksaan kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP).

Menurut sejumlah media Prancis termasuk Franceinfo, tim ini akan bekerja sama erat dengan kepolisian serta jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional.

Kasus Brunel akan diperiksa ulang

Di antara kasus yang akan mendapat perhatian khusus adalah kasus mendiang eksekutif agen model, Jean‑Luc Brunel, yang merupakan rekan dekat Epstein.

Ia ditemukan tewas tergantung di selnya di La Santé Prison pada tahun 2022 setelah didakwa memperkosa anak di bawah umur dan melakukan pelecehan seksual.

Brunel diduga telah memperkosa, menyerang, dan melecehkan sejumlah korban anak di bawah umur maupun dewasa, serta mengatur transportasi dan penyediaan tempat bagi perempuan-perempuan muda untuk Epstein.

Jaksa menyatakan bahwa Brunel melakukan tindakan seksual dengan gadis-gadis di bawah umur di Amerika Serikat, Kepulauan Virgin AS, Paris, dan wilayah selatan Prancis.

Kasus terhadapnya dihentikan pada tahun 2023 setelah kematiannya, dan tidak ada pihak lain yang didakwa.

Jean-Luc Brunel, yang fotonya bersama Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell, ditemukan tewas di selnya pada tahun 2022 saat menunggu persidangan atas tuduhan memperkosa anak di bawah umur dan pelecehan seksual.Foto: imago images/ZUMA Wire

Tokoh publik Prancis dalam "Berkas Epstein”

Sejumlah tokoh publik Prancis muncul dalam berkas yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, dan para jaksa kini sedang menyelidiki diplomat senior Fabrice Aidan atas permintaan Kementerian Luar Negeri Prancis.

"Sebuah penyelidikan sedang berlangsung untuk mengumpulkan berbagai bukti yang dapat memperkuat laporan ini,” ujar kantor kejaksaan.

Kantor kejaksaan juga menerima pengaduan yang diajukan seorang perempuan asal Swedia terhadap Daniel Siad, seorang perekrut model yang memiliki hubungan dekat dengan Epstein.

Jaksa menyatakan bahwa perempuan tersebut menuduh Siad melakukan "tindakan seksual yang ia sebut sebagai pemerkosaan dan yang mungkin dilakukan di Prancis pada tahun 1990.”

Sebuah pengaduan juga diajukan terhadap dirigen asal Prancis, Frederic Chaslin, dengan tuduhan tindakan pelecehan seksual pada tahun 2016, kata jaksa.

Lebih dari sepekan lalu, jaksa kejahatan keuangan Prancis mengonfirmasi bahwa penyelidikan awal terhadap mantan menteri kebudayaan, Jack Lang, dan putrinya, produser film Caroline Lang, telah dibuka atas dugaan "pencucian hasil penipuan pajak berat.”

Pekan lalu, Lang mengumumkan pengunduran dirinya dari sebuah pusat kebudayaan bergengsi di Paris. Namanya disebut lebih dari 670 kali dalam "Berkas Epstein.”

Disebut dalam "Berkas Epstein” tidak serta-merta berarti telah terjadi melakukan pelanggaran hukum.

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait