1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Presiden Baru Iran Ahmadinejad Dilantik

7 Agustus 2005

TEHERAN:

Di tengah krisis mengenai program atom, Presiden Iran yang baru Mahmud Ahmadinejad mengucapkan sumpah jabatan didepan parlemen. Tanpa secara langsung menyebut pertikaian mengenai program atom, Ahmadinejad menandaskan, Iran tidak akan tunduk kepada tekanan Internasional. Ditambahkannya, Iran mengakui semua konvensi internasional, tapi selanjutnya tidak membatasi haknya yang legitim. Seorang Jurubicara kementerian luar negeri di Teheran menjelaskan, pimpinan Iran menolak usulan terbaru Uni Eropa untuk meredakan konflik mengenai program atom. Jawaban resminya akan disampaikan di hari-hari mendatang. Tiga negara Uni Eropa, Jerman, Inggris dan Perancis hari Jumat lalu menyatakan dukungannya kepada Iran untuk memanfaatkan energi atom bagi kepentingan sipil, bila Iran menghentikan program memperkaya bahan uranium dan memproduksi senjata atom.