Presiden Baru Rusia, Dmitri Medvedev Dilantik
7 Mei 2008
Pukul 12 siang tepat, pintu besar keemasan di Kremlin terbuka bagi presiden baru Rusia, Dmitri Medvedev. Diiringi tepukan tangan dari sekitar 2. 000 undangan, Medvedev dengan muka serius melangkah dan terlihat sedikit terharu ketika berjalan di atas karpet merah, melewati pembina dan mentornya Vladimir Putin.
Dalam pidato pendeknya, dia sekali lagi menekankan arti upacara pelantikan tersebut. Ini adalah untuk pertama kalinya, seorang presiden yang masa jabatannya berakhir, langsung menyerahkan jabatan kepada penggantinya. Pendahulu Putin, Boris Jelzin menyerahkan wewenang kepresidenan kepada Putin beberapa bulan sebelum serah terima jabatan sebenarnya. Putin mengatakan, ini adalah tahap yang penting dalam perkembangan demokrasi di negara tersebut:
"Delapan tahun yang lalu, ketika saya untuk pertama kalinya mengangkat sumpah jabatan, saya berjanji bekerja terbuka dan jujur demi kepentingan bangsa dan negara. Dan janji itu tidak saya ingkari. Juga sekarang, saat saya meletakkan jabatan, saya akan tetap bekerja untuk Rusia. Saya melihatnya sebagai kewajiban tertinggi seorang warga negara. Saya akan melaksanakan kewajiban ini, seumur hidup."
Tekad yang disampaikan oleh Putin itu kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Dmitri Medvedev.
Sambil meletakkan tangannya di atas kitab undang-undang dasar, Medvedev bersumpah untuk mengabdi kepada bangsa dan negaranya.
Selama lagu kebangsaan berkumandang, presiden lama dan yang baru membisu dan mata mereka kelihatan berkaca-kaca. Kemudian Dmitri Medvedev mengatakan, dia berjanji akan melakukan segalanya untuk melanjutkan pembangunan di Rusia. Golongan menengah harus diperkuat, sistem kesehatan diperbaiki dan pertanian harus ditingkatkan. Terutama satu hal yang sangat penting, ujar Medvedev:
"Dalam masyarakat, kita harus menciptakan rasa hormat yang sebenarnya atas UU dan mengalahkan sikap menolak hukum, karena ini mengganggu perkembangan modernitas. Sebuah sistem hukum yang matang dan yang berlaku adalah syarat terpenting bagi perkembangan ekonomi dan sosial, bagi kemajuan perdagangan dan dalam perang melawan korupsi."
Pada akhir pidatonya Medvedev menyampaikan terimakasih kepada Putin untuk dukungannya selama bertahun-tahun. Selanjutnya dia mengutarakan:
"Rekan sekalian, anda tentunya mengerti bagaimana perasaan saya saat ini. Saya sadar akan tanggung jawab yang saya pikul dan mengharapkan kerjasama dengan anda."
Pada akhir upacara pelantikan, Medvedev dan Putin bersama-sama melangkah melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan. Hal ini mungkin dapat diartikan bahwa presiden baru itu masih memerlukan bantuan dari pendahulunya. Setelahnya Medvedev menerima pemberkatan dari pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Alexij II. Medvedev adalah presiden Federasi Rusia yang ketiga dan dengan usia 42 tahun, merupakan yang termuda. (cs)