Pria Jerman diduga terlibat pendanaan bom Bali
22 Maret 2004Iklan
HAMBURG
Pria warga Jerman asal Mesir berusia 44 tahun,
Reda Seyam, menurut keterangan majalah Jerman
"Der Spiegel" salah satu donatur penting
serangan bom Bali, tanggal 12 Oktober 2002
lalu. Pertengahan tahun 2002 lalu ia ditangkap
di Jakarta dengan tuduhan termasuk anggota Al
Qaida. Tetapi akibat masa berlakunya visa
habis, ia hanya ditahan selama 10 bulan dan
saat ini hidup sebagai penerima jaminan sosial
di daerah Alb-Donau, di negara bagian Jerman,
Baden-Württemberg. Kepada majalah Spiegel dan
program televisi "Spiegel", Muchyar Yara,
mantan jurubicara Badan Intelejen Nasional
mengatakan, mereka menemukan nama Reda Seyam
dalam daftar donatur para teroris. Salah satu
penerima uang adalah Imam Samudera. Di Jerman
berlangsung proses pengusutan terhadap Reda
Seyam, dengan tuduhan bergabung dalam kelompok
terorisme.
Pria warga Jerman asal Mesir berusia 44 tahun,
Reda Seyam, menurut keterangan majalah Jerman
"Der Spiegel" salah satu donatur penting
serangan bom Bali, tanggal 12 Oktober 2002
lalu. Pertengahan tahun 2002 lalu ia ditangkap
di Jakarta dengan tuduhan termasuk anggota Al
Qaida. Tetapi akibat masa berlakunya visa
habis, ia hanya ditahan selama 10 bulan dan
saat ini hidup sebagai penerima jaminan sosial
di daerah Alb-Donau, di negara bagian Jerman,
Baden-Württemberg. Kepada majalah Spiegel dan
program televisi "Spiegel", Muchyar Yara,
mantan jurubicara Badan Intelejen Nasional
mengatakan, mereka menemukan nama Reda Seyam
dalam daftar donatur para teroris. Salah satu
penerima uang adalah Imam Samudera. Di Jerman
berlangsung proses pengusutan terhadap Reda
Seyam, dengan tuduhan bergabung dalam kelompok
terorisme.
