Program Atom Iran dan Penyelamatan Kapal Selam Rusia
8 Agustus 2005
Pemerintah di Teheran, menolak usulan terbaru tiga negara Uni Eropa, yakni Jerman, Perancis dan Inggris untuk meredakan pertikaian mengenai program atom Iran. Belum terlihat adanya isyarat bagi dapat dipecahkannya pertikaian mengenai program atom Iran. Usulan kompromi yang disampaikan tiga negara anggota Uni Eropa ditolak pemerintah di Teheran. Dan sebaliknya menyatakan untuk melanjutkan program memperkaya bahan uranium. Mengenai krisis seputar program atom Iran, harian Jerman SÜDDEUTSCHE ZEITUNG menulis:
"Seperti halnya dulu pemerintah di Bagdad, sekarang pemerintah di Teheran juga menyatakan tidak akan memproduksi senjata atom. Seperti menjelang perang Irak, tim pemeriksa dari Badan Energi Atom Internasional, IAEA juga berada di negara itu. Dan seperti halnya di Irak, tidak ditemukan bukti, bahwa Iran benar-benar akan mengembangkan senjata atom. Juga kali ini dunia internasional saling bertikai, bagaimana menjawab permasalahannya dengan tepat. Jadi tidak tertutup kemungkinan, suatu hari kelak dilancarkan aksi militer. Dan saat itu kemungkinan akan datang, bila tidak berhasil dicapai penyelesaian damai."
Sementara itu harian Jerman lainnya MÄRKISCHE ODERZEITUNG dalam komentarnya menyampaikan peringatan mengenai krisis masalah program atom Iran yang saat ini dihadapi. Kami kutip:
"Bila Iran menyiapkan senjata atom, maka hubungan diantara negara dikawasan Timur Tengah akan berantakan. Dampaknya akan muncul perlombaan senjata atom baru, yang menimbulkan ancaman besar, juga terhadap Eropa. Perang dengan Iran, setelah perang Irak, akan merupakan perang kedua dikawasan Timur Tengah dalam waktu beberapa tahun, maka kawasannya akan terus terguncang."
Tema berikutnya adalah berhasil diselamatkannya sebuah kapal selam mini Rusia yang kandas 190 meter dibawah permukaan laut, di depan pantai semenanjung Kamtschatka, di bagian Timur Rusia. Kandasnya kapal selama mini tersebut, mendapat sorotan media internasional. Untuk menyelamatkannya, Rusia meminta bantuan, terutama dari Inggris dan Amerika Serikat. Menanggapi berhasil diselamatkannya kapal selam mini tersebut dengan tujuh orang awaknya, Harian Rusia ISWESTIJA menulis:
"Adalah sesuatu yang menggembirakan, karena pimpinan Rusia mengambil pelajaran dari kesalahan masa lalu. Ketika tenggelammya kapal selam atom 'Kursk' tahun 2000 lalu di Laut Barrent, dalam waktu lama Rusia menunda untuk menerima tawaran bantuan dari negara lain. Kali ini pemerintah Rusia dengan cepat mengambil keputusan. Dapat dikatakan, pimpinan Rusia menerobos sebuah rintangan psikologis. Pimpinan Rusia sangat mencemaskan, kembali jatuhnya korban tewas dan semakin dapat menggelapkan citra negaranya, pada saat yang situasinya hampir dapat disamakan seperti ketika tenggelamnya kapal selam 'Kursk' lima tahun lalu."
Sementara itu mengenai berhasilnya usaha penyelamatan kapal selam mini Rusia didepan pantai semenanjung Kamtschatka, harian Swiss BASLER ZEITUNG menurunkan komentar berjudul „Rusia tidak banyak memetik pelajaran“:
"Setelah ditunda sehari, Rusia akhirnya meminta bantuan. Presiden Vladimir Putin juga menunjukkan kurangnya kemampuan memetik pelajaran. Mengenai kejadiannya ia memilih bungkam, ketimbang menyampaikan pernyataan singkat yang memberikan dorongan. Anggota keluarga dari awak kapal sepertinya secara kebetulan mendapatkan berita dari media, bagaimana orang yang dicintainya berjuang menyelamatkan hidup. Ini sesuai dengan gambaran, bahwa di Rusia tidak banyak yang berubah."
Terakhir mengenai berhasil diselematkannya kapal selam mini Rusia „Pris“, kami kutip komentar harian Jerman WESTFÄLISCHE NACHRICHTEN:
"Meskipun dengan bantuan internasional kapal selam mini 'Pris' berhasil diselamatkan, tapi kemampuan angkatan laut Rusia tetap menjadi sorotan. Bila para awak kapal hanya menggantungkan pertolongan dari negaranya, maka sanak keluarganya hari ini akan berkabung."