Proses Terhadap Oposisi di Iran Dilanjutkan
9 Agustus 2009
Di Teheran proses pengadilan terhadap sekitar 100 orang yang mendukung oposisi dilanjutkan Sabtu, 8 Agustus. Mereka ditangkap dalam aksi protes beberapa minggu terakhir ini dan ditahan di penjara. Sejauh ini tidak ada informasi lebih lengkap yang berhasil menjangkau masyarakat umum tentang hasil baru dari proses tersebut.
Oposisi dituduh menghasut rakyat hingga terjadi perlawanan. Di samping itu oposisi dikatakan ingin menguburkan sistem yang berlaku di Republik Islam Iran. Mantan Presiden Mohammad Khatami telah menyebut proses tersebut sebagai "proses untuk dipertontonkan". Karena jalannya pengadilan tertutup dari pers internasional dan hampir semua yang dihadapkan ke pengadilan tidak mendapat ijin untuk diwakili pengacara.
Tuntutan terhadap Mantan Wapres
Salah seorang yang mendapat tuntutan paling besar adalah mantan wakil Khatami, Mohammad Ali Abtahi. Ia adalah pakar teologi pro reformasi yang kerap mengritik kubu konservatif. Dalam hari pertama proses tersebut ia memberikan kesaksian di depan pengadilan. Menurut keterangan kantor berita Fars, Abtahi mengatakan, politisi oposisi Musavi, Khatami dan Rafsanjani mengadakan persekutuan.
Secara jelasnya Abtahi mengatakan, "Saya katakan kepada semua teman-teman saya, bahwa tuduhan adanya manipulasi pilpres hanya kebohongan dan menjadi alasan untuk mengadakan kerusuhan." Keluarga Khatami dan Abtahi beranggapan, bahwa keterangan yang sangat memberatkan gerakan oposisi tersebut deberikan Abtahi karena disiksa. Gambar-gambar dari hari pertama proses pengadilan menunjukkan bahwa Abtahi kehilangan banyak berat badannya dengan drastis sejak dipenjara.
Warga Asing Juga Dituntut
Sabtu 8 Agustus kantor berita Fars melaporkan bahwa seorang perempuan warga negara Perancis dan seorang perempuan Iran yang termasuk staf di Kedubes Perancis termasuk mereka yang dituntut di pengadilan. Perempuan Perancis itu bernama Clotilde Reiss, ia bekerja sebagai guru bahasa. Ia antara lain dituduh membuat foto demonstrasi dengan telefon selulernya.
Selain keduanya, kepala bidang analis di Kedubes Inggris, Hossein Rassam juga dihadapkan ke pengadilan. Akhir Juni lalu, sembilan staf Kedubes Inggris ditangkap. Mereka sekarang telah dibebaskan, beberapa di antaranya setelah uang jaminan dibayarkan.
Khotbah Rafsanjani
Sementara itu kantor berita Mehr melaporkan, mantan presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani akan berkhotbah dalam sembayang Jumat mendatang di Teheran. Dalam khotbah terakhirnya pertengahan Juli lalu, Rafsanjani yang juga ulama menuntut adanya debat terbuka untuk mengatasi krisis yang sekarang berlangsung.
Selain itu ia menuntut kebebasan pers serta pembebasan semua orang yang ditangkap saat aksi protes berlangsung dan sekarang dihadapkan ke pengadilan. Dalam pekan mendatang kemungkinan akan kembali terjadi aksi protes. Karena sebelum dan setelah khotbah Rafsanjani yang lalu terjadi protes masal terhadap hasil pilpres 12 Juni lalu.
Ulrich Pick / Marjory Linardy
Editor: Rizki Nugraha