Protes Massal Warga Cina
21 April 2008
Sekitar 3.000 warga Cina berkumpul di pusat kota Berlin untuk membela nama baik negaranya di Jerman. Mereka menyerukan slogan-slogan serta memuji politik Tibet yang dijalankan pemerintahnya. Mereka terutama memprotes cara media Barat melaporkan kerusuhan di Tibet.
Organisator demonstrasi Huang Qiushi mengatakan, media Jerman hanya menunjukkan sisi negatif Cina. Sementara sisi yang baik diabaikan. Itu tidak adil, demikian ditekankan Huang. Kenyataan bahwa setelah kerusuhan di Tibet semua wartawan dideportasi, baginya tidak penting.
Media Lalai
Yang banyak disebut-sebut adalah foto di internet mengenai polisi yang memukul warga di Nepal. Tetapi gambar-gambar itu diberi judul "kekerasan di Tibet". Media barat lalai untuk bersikap cermat. Demikian pendapat Dr. Gudrun Wacker, pakar Cina dari Yayasan untuk Pengetahuan dan Politik di Berlin.
Ia mengatakan, masalahnya sekarang adalah, pers, baik dari media barat maupun media Cina hanya menampilkan gambar yang hitam-putih, dan gambar-gambar itu saling bertentangan. Namun media Barat memang kurang cermat dalam membeda-bedakan gambar. Demikian dikatakan Gudrun Wacker. Lebih-lebih lagi media Cina, yang hanya menjadi alat partai komunis untuk menyebar luaskan pesan politik dari pusat kekuasaan selama 24 jam melalui sistem yang dikontrol negara.
Demonstrasi di Cina
"Demonstrasi“ sekarang bukan kata yang asing lagi di Cina. Terutama jika kata-kata itu digunakan untuk mengecam orang asing dan mendukung pemerintah. Fenomena ini sangat menarik. Demikian dikatakan penulis Liu Xiaobo, yang kritis terhadap rejim.
Sebenarnya tidak semua orang boleh menggunakan haknya untuk menyatakan pendapat dan berdemonstrasi. Apalagi yang menentang Olimpiade. Liu Xiaobo menjelaskan, dalam keadaan normal, di Cina demonstrasi dilarang. Kecuali jika mengagung-agungkan patriotisme. Itu akan ditolerir, bahkan didorong.
Bahaya di Balik Dukungan Demonstrasi
Namun demikian di balik dukungan terhadap unjuk rasa semacam itu, ada bahaya yang bisa muncul. Yaitu berkumpulnya kelompok-kelompok masyarakat yang secara sosial lemah, yang kemudian melancarkan huruhara. Karena nyatanya, ketidakpuasan rakyat sangat besar. Jurang antara kota dan desa, serta antara kaya dan miskin semakin lama semakin dalam. Perekonomian Cina yang meningkat pesat menelan korban jutaan orang. Sehingga dukungan untuk demonstrasi bisa berakibat fatal.
Olimpiade kini menjadi kesempatan bagus bagi semua orang yang ingin mengeritik. Namun setelah demonstrasi mulai menggunakan kekerasan, media pemerintah menyerukan warga untuk menahan diri dan menggunakan akal sehat. Pakar Cina, Gudrun Wacker mengatakan, jika pemerintah Cina mentolerir dan mendukung demonstrasi, bisa saja keadaan berkembang menjadi tak terkendali lagi.
Demonstrasi Mendukung Pemerintah
Sekarang cucu-cucu Mao kembali unjuk gigi. Mereka berdemonstrasi mendukung kekuatan komunis Cina dan dirinya sebagai warga negara yang kelak menjadi penguasa dunia. Masyarakat barat kemungkinan akan salah mengerti demonstrasi ini. Demikian analisa pengritik rejim, Liu Xiaobo.
Ia mengatakan, bagi sebagian besar warga Barat demonstrasi berarti protes terhadap pemerintah. Tidak ada orang dari negara Barat yang mengorganisir demonstrasi untuk mendukung kebijakan pemerintah. Sedangkan itulah yang dilakukan warga Cina di luar negeri. Namun demikian, warga Cina yang berdemonstrasi di Berlin menyatakan, pemerintahnya tidak terkait sama sekali dengan aksi protes mereka. (ml)