1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Ekonomi

Gigapabrik Tesla di Jerman Dihentikan Pegiat Lingkungan

18 Februari 2020

Kelompok kecil pegiat lingkungan berhasil menghentikan untuk sementara kegiatan proyek pabrik raksasa perusahaan mobil listrik Tesla di negara bagian Brandenburg.

Deutschland Grünheide Tesla
Foto: picture-alliance/dpa/P. Pleul

Perusahaan mobil listrik AS, Tesla, punya rencana besar di Jerman: membangun Gigafactory (pabrik raksasa). Di areal seluas 92 hektar di negara bagian Brandenburg, dekat Berlin.

Proyek bergengsi ini akan menjadi semacam proyek mercu suar, bagi Brandenburg maupun bagi Jerman. Inilah pabrik raksasa pertama Tesla di Eropa, dan inilah pabrik mobil listrik pertama di Jerman. Mulai 2021, Tesla merencanakan melepas150 ribu mobil listrik dari pabrik barunya pada tahap awal, kemudian sampai 500 ribu mobil setiap tahunnya.

Karena itu, kehadiran Tesla disambut oleh pemerintah daerah maupun pemerintahan federal. Begitu mengantongi ijin, Tesla tidak mau kehilangan waktu dan segera memulai pembukaan dan perataan lahan pabriknya, di sebuah kawasan industri yang lama kosong dan kini ditumbuhi pepohonan hutan buatan.

Elon Musk, pendiri Tesla yang ambisiusFoto: picture-alliance/AP Photo/Chinatopix

Dihentikan pegiat lingkungan

Tapi, semua pekerjaan sekarang terpaksa harus dihentikan sementara. Karena ada kelompok lokal yang menggugat Tesla ke pengadilan. Kelompok pegiat lingkungan yang menamakan diri "Liga Hijau” mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Berlin-Brandenburg.

Alasan Liga Hijau, yang didukung satu kelompok pegiat lingkungan dari Jerman selatan, Tesla belum mengantongi semua perijinan pembangunan pabrik. Mereka mengaku kaget bahwa Tesla bekerja secepat itu dan hanya dalam beberapa hari sudah mampu membersihkan lahan seluas hampir 90 hektar.

Di lain pihak, pemerintah negara bagian Brandenburg menyatakan, Tesla sudah mengantongi ijin khusus yang dipercepat untuk memulai pemerataan lahan, sekalipun beberapa ijin pembangunan pabrik memang belum rampung. Lahan industri dulu pernah ditawarkan kepada BMW, yang kemudian membatalkan pembangunan pabrik atas alasan investasi yang terlalu besar.

Pengadilan Berlin-Brandenburg menyatakan, perlu sedikit waktu untuk mempelajari berkas gugatan dan untuk sementara memerintahkan agar semua pekerjaan di lahan yang jadi sengketa dihentikan. Pengadilan berjanji akan bekerja secepatnya untuk mengeluarkan putusan atas gugatan yang diajukan.

Harapan kebangkitan ekonomi

Menteri Perekonomian Jerman Peter Altmeier berharap, pembangunan pabrik bisa segera dilanjutkan dan secepatnya rampung. "Pembangunan pabrik Tesla di Brandenburg punya makna penting bagi perlindungan iklim dan sebagai salah satu proyek industri terbesar di Jerman bagian timur”, katanya.

Jerman bagian timur memang selama ini menjadi kawasan ekonomi yang tertinggal daripada bagian barat. Angka pengangguran, terutama di kalangan remaja, jauh lebih tinggi. Karena langkanya lapangan pekerjaan yang atraktif, banyak anak muda maupun tenaga kerja berkualitas yang pindah ke Jerman bagian barat atau selatan untuk mencari pekerjaan.

Itu sebabnya, keputusan Tesla membangun mobil listrik, yang dianggap sebagai teknologi masa depan, membangkitkan sedikit eforia di kalangan politisi dan penduduk lokal. Mereka berharap kehadiran pabrik raksasa yang bergengsi ini bisa menarik sektor-sektor lain dan memicu kebangkitan ekonomi baru di kawasan.

Dengan Gigafactory di Brandenburg, Tesla akan membuka sekitar 12.000 lapangan kerja baru. Pemerintah negara bagian Brandenburg telah menjual 300 hektar tanah kepada Tesla senilai 41 juta euro.

Ketua Asosiasi Perusahaan Menengah Jerman Mario Ohoven mengatakan kepada harian ekonomi Jerman "Handelsblatt”: "Kalau sampai proyek ini gagal karena birokrasi atau terlalu banyak regulasi, ini sinyal buruk bagi para investor asing” dan citra Jerman sebagai lokasi industri ramah lingkungan. Sekarang, semua pihak harus bersabar menunggu keputusan pengadilan. hp/vlz (dpa, afp)