Kesehatan Membaik, Paus Fransiskus Pulang dari Rumah Sakit
24 Maret 2025
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Paus menyapa kerumunan orang dari balkon rumah sakit Gemelli di Roma, tempat ia dirawat karena pneumonia.
Paus Fransiskus berterima kasih dan melambaikan tangan dari balkon Rumah Sakit Gemelli di Roma sebelum keluar dari rumah sakitFoto: Domenico Stinellis/AP/picture alliance
Iklan
Minggu (23/03), Paus Fransiskus menyapa dan memberikan berkat kepada kerumunan orang yang berkumpul di bawah balkon Rumah Sakit Gemelli, Roma. Ini adalah acara publik pertamanya setelah lebih dari lima minggu.
Dia dirawat di rumah sakit sejak 14 Februari 2025, setelah masalah pernapasan yang dialaminya berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang parah.
Kepala Gereja Katolik berusia 88 tahun itu melambaikan tangan dari balkon dan mengacungkan jempol.
"Terima kasih, semuanya,” kata Paus melalui mikrofon, terdengar lemah saat ia duduk di kursi roda.
Teriakan "Viva il papa!” dan "Papa Francesco” terdengar dari kerumunan.
Paus pun keluar dari rumah sakit setelah menyapa kerumunan. Paus juga melambaikan tangan dari jendela mobil yang tertutup. Ia terlihat mengenakan alat bantu oksigen.
Sebelum kembali ke Vatikan, petugas keamanan mengatakan kepada kantor berita AP bahwa Paus akan menuju Basilika Santa Maria Mayor untuk berdoa. Basilika Roma adalah rumah bagi ikon favoritnya, Madonna.
Iklan
Paus berterima kasih kepada para dokter yang merawatnya
Fransiskus yang menjabat sebagai paus sejak tahun 2013, pertama kali dirawat di rumah sakit pada 14 Februari 2025 karena serangan bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia ganda. Tim dokter menyebutnya sebagai infeksi kompleks yang disebabkan beberapa mikroorganisme. Paus diketahui memiliki penyakit paru-paru kronis sejak usia muda yang menyebabkan sebagian paru-paru kanannya diangkat.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Selama 38 hari di rumah sakit, Paus mengalami empat episode akut yang disebut Vatikan sebagai krisis pernapasan, yang menyebabkan batuk-batuk serius akibat penyempitan di saluran udaranya, mirip dengan serangan asma.
Dua dari krisis itu sangat kritis, membuat Paus "terancam nyawanya”, kata Sergio Alfieri, kepala tim medis Paus, dalam sebuah konferensi pers pada hari Sabtu (23/03).
Lima Tahun di Puncak Gereja Katolik: Paus Fransiskus
Sejak menjabat sebagai pimpinan GereJa Katolik tahun 2013, Paus Fransiskus mencoba melakukan reformasi dengan mencontohkan kerendahan hati. Beberapa kalangan memuji usahanya, yang lain melontarkan kritik.
Foto: picture-alliance/dpa/Agentur Andina/J. C. Guzmán
'Buona sera!' (Selamat malam)
13 Maret 2013, Uskup Agung Buenos Aires Jorge Mario Bergoglio ditetapkan sebagai Paus yang baru. Dia menyalami umat yang menunggu di lapangan Santo Petrus dengan kata-kata sederhana: Selamat malam! Sejak itu, dia tidak henti mempromosikan kerendahan hati dan pentingnya pelayanan.
Foto: Reuters
Keberpihakan pada yang lemah
Banyaknya pengungsi yang tewas dalam upaya mencapai daratan Eropa dari benua Afrika adalah "duri dalam hati," kata Paus Fransiskus ketika pertama kali berkunjung ke Pulau Lampedusa. Pada saat kunjungannya tahun 2013, ribuan migran menunggu di pulau ini untuk mendapat ijin masuk secara legal ke daratan Eropa.
Foto: AFP/Getty Images
Simbol kerendahan hati dan kesederhanaan
Paus Fransiskus menolak mobil dinas baru dan tetap menggunakan mobil tuanya yang sudah berusia 30 tahun. Dia ingin agar gereja tampil lebih sederhana dan lebih dekat kepada kaum miskin.
Foto: Reuters
Promotor perdamaian
Paus Fransiskus melihat peran dirinya sebagai pembangun jembatan dan mediator antara pihak-pihak yang bertikai. Dia membantu mediasi dalam konflik sipil di Afrika Tengah dan di Kolumbia. Dia juga mendesak Presiden AS Donald Trump untuk membangun jembatan daripada tembok di perbatasan ke Meksiko.
Foto: picture-alliance/dpa/Agentur Andina/J. C. Guzmán
Skandal pelecehan dan kekerasan seksual di gereja
Gereja tengah mengalami masa-masa sulit dengan adanya skandal pelecehan dan kekerasan seksual. Di Cile, uskup Juan Barros (foto kanan) diduga mengetahui kasus-kasus pelecehan tersebut, namun tetap diam. Paus Fransiskus menolak tuduhan-tuduhan terhadap Barros dan menyebutnya fitnah. Paus kemudian meminta maaf atas kata-katanya, namun membiarkan uskup Barros tetap menjabat.
Foto: Getty Images/C. Reyes
Kritik dari kalangan gereja
Bagi sebagian kalangan gereja, reformasi yang dilakukan Paus Fransiskus terlalu radikal. Poster yang tersebar di Roma ini menuduh Paus terlalu keras terhadap gerejanya sendiri dan tidak punya waktu untuk perbedaan pendapat di Vatikan. Beberapa orang menganggap bahasa yang digunakannya terlalu sekuler dan dia terlalu sering tampil di media.
Foto: picture-alliance/Zuma Press
6 foto1 | 6
Meskipun Paus tidak lagi menderita pneumonia, dia belum sembuh total. Alfieri mengatakan bahwa Paus juga membutuhkan waktu untuk kembali menggunakan suaranya secara penuh, setelah berjuang melawan infeksi saluran pernapasan untuk waktu yang lama.
Pada Minggu (23/03), Vatikan merilis sebuah pesan singkat yang ditulis oleh Paus, di mana ia berterima kasih kepada para dokter atas perawatan yang tak kenal lelah.
"Kepulangan ini menghibur kami semua dan memberi kami sukacita dan harapan,” kata Grazia Mara, seorang warga Italia.
"Kami berharap dia kembali ke rumah dengan selamat dan cepat sembuh,” tambahnya.
Kunjungan Bersejarah Paus Fransiskus di Indonesia
Paus Fransiskus berada di Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik di Asia Pasifik. Ini adalah kali ketiga Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan mengunjungi tanah air.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Dari Roma menuju Jakarta
Selasa, 3 September 2024, Paus Fransiskus mendarat menggunakan pesawat komersil ITA Airways di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dari Roma, Italia. Melansir AFP, kepada 80 orang wartawan yang ikut dalam kunjungan ini, ia mengaku perjalanan selama 13 jam ke Indonesia merupakan penerbangan paling panjang sejak ia menjadi Paus di Vatikan.
Foto: VATICAN MEDIA/AFP
Penantian setelah 35 tahun
Kedatangan Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio pada hari Selasa (03/09) ini disambut oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketua Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignatius Jonan. Lawatan kali ini merupakan penantian 35 tahun setelah Paus Yohanes Paulus II berkunjung pada tahun 1989.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Tolak hotel berbintang dan naik mobil mewah
Paus Fransiskus memilih untuk menginap di Kedutaan Besar Vatikan daripada di hotel bintang lima. Selain menolak menginap di hotel, Paus juga memilih untuk tidak menggunakan mobil mewah selama berada di Indonesia. Sebagai gantinya, ia memilih Toyota Innova, kendaraan yang biasa digunakan masyarakat Indonesia.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Bertemu Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Paus Fransiskus yang tiba di halaman Istana Merdeka pada hari Rabu (04/09) pukul 09.35 WIB. Upacara kenegaraan digelar untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Setelah penyambutan selesai, dilanjutkan dengan perkenalan para menteri. Jokowi kemudian mengarahkan Paus menuju Ruang Kredensial untuk berdialog.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian
Dalam pidatonya di Istana Negara, Paus Fransiskus berbicara soal kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian. "Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang dan ketika seluruh kelompok suku dan agama bertindak dalam semangat persaudaraan," ujarnya dalam bahasa Italia.
Foto: Muchlis Jr/Indonesia Presidency
Menanti Paus Fransiskus
Ratusan umat Katolik memadati area depan Gereja Katedral Jakarta (depan Masjid Istiqlal). Mereka tampak berkerumun untuk menunggu kedatangan Paus Fransiskus pada Rabu (04/09) sore.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/Fakhri Fadlurrohman
Pesan Paus di depan para rohaniwan
Paus Fransiskus melakukan pertemuan dengan uskup, imam, diakon, seminaris, dan katekis di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Dalam kesempatan itu, Paus menyinggung soal bela rasa. "Yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi, yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecah belahan komunitas, tapi mempersembahkan kasih kepada sesama," ucapnya.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Gerakan Scholas Occurrentes
Paus Fransiskus bertemu dengan remaja dari Scholas Occurrentes di Graha Pemuda Komplek Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Gerakan pendidikan global ini diinisiasi oleh Paus pada tahun 2013 saat ia masih menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires di Argentina. Scholas Occurrentes hadir di Indonesia sejak diundang dalam agenda G20 Summit di Bali pada tahun 2022.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Deklarasi Bersama Istiqlal 2024
Paus Fransiskus tiba di Masjid Istiqlal pada pukul 09.15 WIB. Bersama Imam Besar Nasaruddin Umar, Paus mengunjungi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Kemudian keduanya menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024: “Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan”.
Ada momen menarik saat Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Kamis (05/09). Paus tampak terlihat sangat akrab dan dekat dengan Nasaruddin Umar. Keduanya saling bersalaman saat hendak berpisah. Nasaruddin tampak mengecup dahi Paus Fransiskus sebanyak dua kali.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Dibalas cium tangan
Nasaruddin lebih dulu mencium kepala Paus Fransiskus, lantas dibalas cium tangan oleh Kepala Negara Vatikan tersebut. Momen akrab dua pemuka agama ini terjadi di halaman Masjid Istiqlal.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus temui penyandang disabilitas
Setelah mengunjungi Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus menemui sekelompok orang sakit, penyandang disabilitas, dan orang miskin di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan ungkapan hatinya kepada Paus.
Foto: Iwan Jayadi/Indonesia Papal Visit Committee
Lautan manusia di Stadion GBK
Misa Agung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Kamis (05/09) menjadi puncak kegiatan dari rangkaian perjalanan apostolik sekaligus kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus di Indonesia. Lebih dari 86 ribu umat Katolik menyambut kedatangan Paus yang berkeliling menaiki mobil Maung MV3 buatan PT Pindad.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus ingatkan umat untuk berbuat baik
Saat memimpin misa, Paus Fransiskus kembali berpesan soal pentingnya menjaga perdamaian. "Dengan dibimbing oleh sabda Tuhan, saya mendorong Anda semua untuk menaburkan kasih, dengan penuh keyakinan menempuh jalan dialog," ucapnya. Paus juga menyebut berbuat baik memang tidak selalu berbalas kebaikan. Namun, upaya untuk menjadi aktor perdamaian harus terus dilakukan.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus bertolak ke Papua Nugini
Paus Fransiskus tiba di Bandara Soetta pada hari Jumat (06/09) pukul 10.00 WIB diiringi oleh pengawalan. Paus menaiki pesawat komersial Garuda Indonesia untuk menuju Papua Nugini. Ia akan berada di Papua Nugini pada 6 hingga 9 September 2024 dan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste pada 9 hingga 11 September. (ha/yf)
Foto: Tatan Syuflana/AP Photo/picture alliance
15 foto1 | 15
Paus perlu istirahat dua bulan untuk pulih total
Paus masih terus memimpin gereja dari rumah sakit. Dia melakukan pertemuan rutin dengan para uskup Katolik di seluruh dunia serta meluncurkan proses reformasi baru selama tiga tahun bagi gereja katolik.
Sabtu (22/03), dokter mengatakan bahwa dibutuhkan "banyak waktu” bagi Paus untuk pulih. Tim medis merekomendasikan waktu dua bulan untuk beristirahat dan pulih.
Selama masa pemulihan, Paus diminta untuk menghindari pertemuan besar atau yang dapat menimbulkan stres. Proses pemulihan ini dapat menyebabkan perubahan signifikan pada agenda Vatikan mendatang. Paus telah dijadwalkan untuk bertemu dengan Raja Charles dari Inggris pada 8 April 2025 dan memimpin perayaan Paskah di Vatikan pada 20 April 2025. Namun, Vatikan belum mengatakan apakah Paus Fransiskus akan dapat memenuhi agenda tersebut.