Rusia dan negara-negara ASEAN bertemu di Kazan untuk membahas kerja sama ekonomi, investasi, dan keamanan di tengah perang Ukraina serta tekanan sanksi Barat.
Vladimir Putin mengatakan Rusia dan negara-negara ASEAN bersama-sama mendukung pembentukan tatanan dunia yang adil serta membela prinsip kesetaraan kedaulatan negara dan nonintervensi dalam urusan dalam negeriFoto: Mikhail Metzel/Sputnik/AP Photo/picture alliance
Iklan
Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu para pemimpin negara-negara Asia Tenggara pada Rabu (18/06) dalam pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Sikap ini dilakukan ketika Moskow berupaya memperkuat hubungan bisnis dan kerja sama lainnya dengan negara-negara anggota blok regional tersebut.
Pertemuan selama dua hari yang digelar di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan yang terletak sekitar 700 kilometer di timur Moskow tersebut, membahas berbagai cara untuk memperluas "kemitraan strategis" Rusia dengan negara-negara ASEAN, menurut penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov.
Putin dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperdalam hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Asia di tengah berlangsungnya perang Ukraina yang telah memasuki tahun kelima.
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
Foto: PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images
9 foto1 | 9
Menurut Ushakov, negara-negara ASEAN yang terlibat dalam pertemuan tersebut meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Blok regional tersebut tetap mempertahankan hubungan dengan Moskow sebagai "mitra dialog" dan secara rutin menggelar pertemuan tingkat tinggi tahunan dengan pejabat Rusia. Pertemuan di Kazan sekaligus menandai 35 tahun hubungan Rusia dan ASEAN.
Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Singapura mengirimkan perdana menterinya ke Kazan. Filipina diwakili Presiden Ferdinand Marcos Jr., sementara Myanmar juga mengirimkan delegasi.
Dalam pesan yang disampaikan kepada peserta forum bisnis yang berlangsung di sela-sela pertemuan, Putin mengatakan dirinya yakin forum tersebut akan "menciptakan peluang baru untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan industri yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat dialog langsung antara komunitas bisnis."
Pihak Indonesia ikut menghadiri pertemuan tersebut dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri SugionoFoto: Mikhail Metzel/Pool Sputnik Kremlin/AP Photo/dpa/picture alliance
Bahas kerja sama ekonomi dan keamanan
Ushakov mengatakan agenda pertemuan mencakup pertukaran pandangan mengenai berbagai isu global dan regional serta evaluasi upaya pengembangan hubungan Rusia dan ASEAN.
Iklan
Dia menambahkan bahwa para peserta juga akan menegaskan komitmen terhadap pembentukan "tatanan dunia multipolar yang adil dan demokratis berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)."
Ushakov memuji apa yang disebutnya sebagai "dialog yang produktif, setara, dan konstruktif" antara Rusia dan ASEAN.
Menurutnya, Putin juga dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin ASEAN dalam forum tersebut, yang dipimpinnya bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., yang saat ini memegang keketuaan bergilir ASEAN.
Saat membuka pertemuan bilateral dengan Marcos, Putin menyoroti "kerja sama yang saling menguntungkan” antara kedua negara yang dibangun di atas tradisi yang baik, saling menghormati, dan mempertimbangkan kepentingan sah masing-masing pihak.
Marcos berterima kasih kepada Putin karena telah menyelenggarakan pertemuan Rusia-ASEAN di Kazan dan mengundangnya menghadiri KTT ASEAN di Manila pada November mendatang.
Xi Jinping Sambut Putin, Cina-Rusia Perkuat Aliansi
00:41
This browser does not support the video element.
Selain Marcos, Putin juga mengadakan pertemuan dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Menurut kantor berita nasional Malaysia, Anwar berencana membahas upaya "memastikan pasokan minyak dapat terus disalurkan" ke negaranya.
Isu energi menjadi perhatian sejumlah negara Asia setelah gejolak harga energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah dan gangguan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Beberapa negara ASEAN, termasuk Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, telah mengimpor minyak mentah Rusia atau menyatakan minat untuk membelinya setelah harga energi dunia melonjak akibat perang Iran.
Ferdinand Marcos Jr. berterima kasih kepada Putin karena telah menyelenggarakan pertemuan Rusia-ASEAN di Kazan dan mengundangnya menghadiri KTT ASEAN di Manila pada NovemberFoto: Alexander Nemenov/AFP
Rusia alihkan fokus ke Asia?
Menghadapi sanksi besar dari negara-negara Barat akibat perang di Ukraina, Rusia dalam beberapa tahun terakhir mengalihkan orientasi ekonominya ke Asia, terutama untuk ekspor energi.
Moskow berupaya memperluas pasar bagi minyak dan komoditas lainnya di kawasan tersebut ketika hubungan ekonomi dengan negara-negara Barat terus memburuk.
Di saat yang sama, ekonomi Rusia juga menghadapi berbagai tantangan. AFP melaporkan bahwa inflasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, dan tingginya biaya pinjaman terus membebani perekonomian negara tersebut.
Di medan perang Ukraina, laju kemajuan pasukan Rusia dilaporkan melambat sepanjang tahun ini. Ukraina juga meningkatkan serangan ke wilayah Rusia, termasuk ke Tatarstan, lokasi penyelenggaraan pertemuan Rusia-ASEAN.
Pertemuan di Kazan berlangsung bersamaan dengan KTT G7 di Prancis yang menjadikan perang Ukraina dan konflik di Timur Tengah sebagai agenda utama pembahasan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela KTT G7, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyerukan agar Moskow mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina.
Trump juga mengatakan Washington dapat kembali memberlakukan sanksi terhadap minyak Rusia.
Setelah lama menunjukkan minatnya, Indonesia akhirnya resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak awal Januari 2025. Bergabungnya Indonesia dalam kelompok ekonomi besar ini membuka berbagai peluang dan manfaat.
Foto: Wu Hong/AP Images/picture alliance
Apa itu BRICS?
BRICS, dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan Cina, serta Afrika Selatan yang bergabung pada 2010. Pada 2024, aliansi ini diperluas untuk mencakup Iran, Mesir, Etiopia, dan Uni Emirat Arab. Blok ini dirancang sebagai penyeimbang terhadap negara-negara maju dalam Group of Seven (G7) yang terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.
Foto: BRICS Press Information Bureau/AP/picture alliance
Alasan negara-negara Asia Tenggara gabung BRICS
Selain Indonesia, Thailand dan Malaysia juga tertarik bergabung dengan BRICS. Menurut Rahul Mishra, profesor di Universitas Jawaharlal Nehru, blok ini dapat membantu ekonomi digital Malaysia tumbuh lebih cepat melalui integrasi dengan pasar digital kuat dan praktik terbaik dari anggota lainnya. Thailand juga akan menarik investasi di sektor jasa, manufaktur, dan pertanian.
Foto: Alexander Shcherbak/Tass/IMAGO
Indonesia jadi anggota penuh BRICS
Indonesia menjadi anggota penuh ke-10 dalam kelompok internasional BRICS yang terdiri dari negara-negara dengan ekonomi berkembang pada hari Senin (06/01). Pengumuman ini disampaikan oleh Brasil, salah satu pendiri blok tersebut dan pemegang presidensi bergilir untuk tahun 2025. "Pemerintah Brasil menyambut baik masuknya Indonesia ke dalam BRICS,” merujuk pada rilis pemerintah Brasil.
Foto: Yao Dawei/AP Photo/picture alliance
Kata Kemenlu soal keanggotaan penuh Indonesia
Pencapaian ini disebut menjadi peningkatan peran aktif Indonesia dalam tatanan global. BRICS dianggap jadi langkah strategis meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan negara berkembang lain. Kemenlu menyebut BRICS menjadi wadah untuk memastikan suara dan aspirasi Global South terdengar dan terwakilkan dalam proses pengambilan keputusan global.
Foto: Kemlu/Adit
Peluang terbuka di banyak bidang
Kepada DW, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menyatakan keanggotaan BRICS memberikan RI pengaruh global yang signifikan, terutama dengan potensi negara-negara seperti Rusia dan Cina, sambil menjaga hubungan baik dengan Barat. Keanggotaan ini membuka peluang di bidang ekonomi, politik, dan keamanan, meskipun akses ke pasar Eropa mungkin sulit. (mh/ha)
Foto: Maxim Platonov/SNA/IMAGO
5 foto1 | 5
Putin tekankan tatanan dunia multipolar
Dalam resepsi resmi bagi para kepala delegasi pada Rabu (17/08) malam, Putin mengatakan Rusia dan negara-negara ASEAN memiliki pandangan yang sama terkait pembentukan tatanan dunia yang lebih adil.
"Rusia dan negara-negara ASEAN bersama-sama mendukung pembentukan tatanan dunia yang adil serta membela prinsip kesetaraan kedaulatan negara dan nonintervensi dalam urusan dalam negeri," kata Putin.
"Semua negara kita menjalankan model pembangunannya masing-masing dan tidak memaksakan pandangannya kepada siapa pun. Dan inilah kekuatan kita," lanjutnya.
"Rusia siap melanjutkan kerja sama aktif dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kemitraan strategis demi menjamin keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran negara serta rakyat kita, juga kawasan Eurasia secara keseluruhan."
Di sela pertemuan tersebut, Putin juga bertemu Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, yang sehari sebelumnya menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow.
Putin memuji hubungan Rusia dan Turki yang menurutnya "terus berkembang secara stabil", sementara Fidan mengatakan kedua pihak memiliki banyak isu untuk dibahas.
Sejumlah negara anggota ASEAN memiliki orientasi geopolitik yang berbeda-beda. Beberapa negara, termasuk Filipina, dinilai dekat dengan Amerika Serikat, sementara negara lain memiliki hubungan perdagangan dan keamanan yang kuat dengan China maupun Rusia.