Setelah namanya terseret dalam dokumen Epstein, putri mahkota Norwegia Mette-Marit angkat bicara akan hubungannya dengan penjahat seksual asal AS tersebut.
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui vonis hukumankejatahan seksual atas Jeffrey Epstein di tahun 2008 saat berteman dengan pengusaha AS.Foto: Ketil Martinsen/Gonzales Photo/IMAGO
Iklan
Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit menyesali pertemuannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual perempuan di bawah umur asal AS.
"Saya dimanipulasi dan ditipu,” jelas Putri mahkota tersebut kepada lembaga penyiaran publik NRK.
"Tentu saja saya berharap tidak pernah bertemu dengannya,” katanya.
Mette-Marit adalah istri dari Putra Mahkota Haakon, pewaris tahta tertinggi Kerajaan Norwegia.
Sejauh ini Matte-Marit belum mendapat tuduhan atas keterlibatannya lebih jauh secara pidana.
Sang putri mengaku bahwa dirinya secara langsung tidak mengalami tindakan ilegal saat berinteraksi dengan Epstein. “Saya tidak melihat sesuatu yang ilegal,” katanya pada NRK
“Kami memiliki teman yang sama dan ia memanfaatkan hal itu dan saya adalah orang yang mudah percaya. Saya kerap mempercayai sisi baik orang lain. Tetapi saya telah memilih untuk mengakhiri kontak dengannya.” kata sang putri.
Di tahun 2008 Epstein divonis bersalah karena telah memfasilitasi prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur dan ia menjalani hukuman penjara selama 13 bulan.
Epstein tewas di penjara pada Agustus 2018 saat proses persidangan atas tuduhan perdagangan manusia tengah berjalan. Kematiannya kemudian diputuskan sebagai kasus bunuh diri.
Terungkap bahwa beberapa tokoh terkemuka Norwegia juga memiliki hubungan dengan Epstein. Parlemen negara tersebut kini sedang mengajukan penyelidikan lebih lanjut menelusuri hubungan Kementerian Luar Negeri dengan Jeffrey Epstein.
Kepolisian Norwegia pun turut menyelidiki mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland atas dugaan korupsi berat yang terkait dengan Epstein.
Jeffrey Epstein: Kasus Kejahatan Seksual yang Mengguncang Dunia
Kasus Jeffrey Epstein menjadi salah satu kasus kejahatan seksual paling kontroversial yang menyeret sejumlah tokoh berpengaruh. Meski meninggal pada 2019, proses hukum dan dampaknya tetap menjadi sorotan global.
Foto: Jon Elswick/AP Photo/picture alliance
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein, penasihat keuangan dan pengusaha asal Amerika Serikat (AS), pernah dihukum pada 2008 atas kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Pada 2019, ia kembali ditangkap dengan dakwaan perdagangan seks anak dan konspirasi. Jaringan pergaulannya meliputi tokoh terkenal. Epstein ditemukan tewas pada 2019 di sel penjara Manhattan, dan kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.
Foto: Uma Sanghvi/AP Photo/picture alliance
Eksploitasi perempuan dan perlakuan istimewa
Epstein dituduh merekrut remaja perempuan, termasuk yang masih di bawah umur, dengan menawarkan uang dan peluang kerja, lalu mengeksploitasi mereka secara seksual. Kasus ini memicu kemarahan publik di Amerika Serikat karena kesepakatan hukum Epstein pada tahun 2008 dinilai terlalu ringan dan menimbulkan dugaan adanya perlakuan istimewa bagi pelaku yang memiliki pengaruh dan koneksi politik.
Foto: Department of Justice/ZUMA Press/IMAGO/
Epstein Files dirilis
Jutaan halaman dokumen akhirnya dibuka ke publik sebagai bagian dari Epstein Files Transparency Act, undang‑undang yang mewajibkan Departemen Kehakiman AS merilis hampir semua berkas kasus Epstein hingga batas waktu 19 Desember 2025. Hingga awal 2026, sekitar 2,7 hingga 3,5 juta halaman dokumen, termasuk e-mail, catatan perjalanan, transkrip, foto, dan berbagai materi investigatif dipublikasikan.
Foto: Jon Elswick/AP Photo/picture alliance
Bagaimana dengan para korban?
Departemen Kehakiman AS telah menarik beberapa ribu dokumen dan materi media terkait Epstein setelah pengacara menyampaikan kepada hakim di New York bahwa kehidupan hampir 100 korban telah "hancur” akibat kesalahan penyamaran identitas dalam rilis dokumen terbaru pemerintah. Pengacara korban meminta intervensi yudisial karena ribuan kasus kegagalan pemerintah menyamarkan nama dan data pribadi.
Foto: Melissa Bender/NurPhoto/IMAGO
Nama-nama besar dalam lingkaran Epstein
Epstein dikenal memiliki jejaring luas di kalangan elite. Sejumlah tokoh, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton, pendiri Microsoft Bill Gates, Pangeran Andrew dari Inggris, CEO Tesla Elon Musk, Melania Trump, mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays Jes Staley pernah tercatat berinteraksi dengannya. Kemunculan nama-nama tersebut memicu sorotan publik, meski tidak otomatis terlibat tindak pidana.
Foto: Department Of Justice/ZUMA/IMAGO
Kedekatan dengan Trump
Trump diketahui sering bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dalam sebuah profil majalah, Trump mengatakan bahwa Epstein menyukai perempuan "yang lebih muda.” Dokumen Departemen Kehakiman AS memuat foto Trump bersama beberapa perempuan dengan wajah disamarkan. Dalam sebuah e-mail, Epstein menulis bahwa Trump "tahu soal gadis-gadis itu,” meski tidak disebutkan rinci.
Foto: Capital Pictures/picture alliance
Andrew, tak lagi jadi pangeran
Nama Pangeran Andrew mencuat setelah Virginia Giuffre menuduhnya melakukan pelecehan seksual saat masih di bawah umur, tuduhan yang dibantah adik Raja Charles tersebut. Di tengah kontroversi, ia juga diberitakan ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Gelar militer dan His Royal Highness (HRH) dicabut pada 2022, sebelum Raja Charles III resmi mencabut gelar kerajaannya pada 2025.
Foto: Phil Noble/REUTERS
Berasal dari Coney Island
Epstein yang pernah putus kuliah kemudian memulai karier sebagai guru matematika dan fisika. Pria dari keluarga kelas pekerja di Coney Island itu tampaknya cukup beruntung. Melalui koneksinya, Epstein mendapat pekerjaan di Bear Stearns, yang memberinya wawasan tentang dunia keuangan tingkat tinggi. Pada 1980, ia diangkat menjadi mitra terbatas. Lima tahun kemudian, ia meninggalkan bank tersebut.
Steven Hoffenberg, mantan CEO Towers Financial Corporation, mengetahui sebagian ceritanya. Pada akhir 1980-an, ia merekrut Epstein, dan menjalankan skema Ponzi 460 juta dolar AS. Menurutnya, Epstein mengambil alih sisi sekuritas, aset-aset palsu, memanipulasi harga saham, dan memperdagangkan saham ilegal. Pada 1993, skema itu runtuh. Hoffenberg mengaku bersalah dan divonis 20 tahun penjara.
Foto: Karel Navarro/AP Photo/picture alliance
Jejak kekayaan Epstein
Epstein bertemu pengusaha ritel Les Wexner pada 1980‑an dan menjadi pengendali keuangannya, memperoleh bayaran besar, properti, dan jet pribadi. Pada 2007, Wexner menyadari Epstein menyalahgunakan dana ratusan juta dolar miliknya. Mereka berpisah, dan Epstein mengembalikan 100 juta dolar pada 2008, tetapi tetap membawa pergi sejumlah aset dan uang tunai dalam jumlah besar.
Foto: House Oversight Committee Democrats/REUTERS
10 foto1 | 10
Mengapa hubungan Mette-Marit dengan Epstein kembali mencuat?
Meskipun di tahun 2019, Mette-Marit telah meminta maaf atas hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal itu, dokumen Epstein yang dirilis baru-baru ini menimbulkan keraguan publik atas klaim sang putri yang menyatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa Epstein telah mendapat vonis pidana di tahun 2008.
Iklan
Dalam sebuah surat elektronik di tahun 2011, Mette-Marit mengatakan kepada Epstein bahwa ia telah menelusuri namaya di mesin pencarian Google dan mengatakan temuannya “nampak tidak baik,” diikuti dengan emotikon senyuman.
Dalam komentarnya kepada NRK pada Jumat(20/3), Putri Mahkota Norwegia itu menegaskan bahwa ia tidak mengingat alasannya menulis surat elektronik tersebut kepada Epstein setelah 15 tahun berlalu.
Marius Borg Hoiby, putra dari Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, membantah empat dakwaan pemerkosaan jaksa.Foto: Håkon Mosvold Larsen/NTB/AFP
Klarifikasi di tengah jeratan kasus pidana sang putra
Dalam wawancara pada hari Jumat itu, Mette-Marit juga menyinggung kasus hukum yang menimpa putranya yang berusia 29 tahun, Marius Borg Hoiby.
“Saya adalah ibu dari seorang pemuda yang kini sedang berada dalam situasi yang sangat sulit,” katanya.
Anak tiri Putra Mahkota Haakon tersebut menghadapi empat tuduhan pemerkosaan yang terjadi di tahun 2018-2024. Beberapa korbannya diduga berada dalam keadaan tidak sadarkan diri saat kejahatan tersebut dilakukan.
Jaksa penuntut mengatakan Hoiby dapat dituntut hingga 16 tahun penjara jika terbukti bersalah. Di persidangan Hoiby membantah keempat tuduhan tersebut. Kasus ini masih menunggu putusan pengadilan pertengahan tahun ini.
Selain pemerkosaan, Hoiby juga menghadapi puluhan tuduhan pidana lainnya terkait kekerasan dalam rumah tangga, perusakan properti, pelanggaran lalu lintas, dan pelanggaran terkait narkoba.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris