1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikNorwegia

Putri Mahkota Norwegia: "Saya Dimanipulasi Epstein"

Saim Dušan Inayatullah AFP, DPA, Reuters
20 Maret 2026

Setelah namanya terseret dalam dokumen Epstein, putri mahkota Norwegia Mette-Marit angkat bicara akan hubungannya dengan penjahat seksual asal AS tersebut.

Norwegia 2025 | Putri Mahkota Mette-Marit
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui vonis hukumankejatahan seksual atas Jeffrey Epstein di tahun 2008 saat berteman dengan pengusaha AS.Foto: Ketil Martinsen/Gonzales Photo/IMAGO

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit menyesali pertemuannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual perempuan di bawah umur asal AS.

"Saya dimanipulasi dan ditipu,” jelas Putri mahkota tersebut kepada lembaga penyiaran publik NRK.

"Tentu saja saya berharap tidak pernah bertemu dengannya,” katanya.

Mette-Marit adalah istri dari Putra Mahkota Haakon, pewaris tahta tertinggi Kerajaan Norwegia.

Sejauh ini Matte-Marit belum mendapat tuduhan atas keterlibatannya lebih jauh secara pidana.

Sang putri mengaku bahwa dirinya secara langsung tidak mengalami tindakan ilegal saat berinteraksi dengan Epstein. “Saya tidak melihat sesuatu yang ilegal,” katanya pada NRK

“Kami memiliki teman yang sama dan ia memanfaatkan hal itu dan saya adalah orang yang mudah percaya. Saya kerap mempercayai sisi baik orang lain. Tetapi saya telah memilih untuk mengakhiri kontak dengannya.” kata sang putri.

Pernyataan tersebut muncul setelah berkas-berkas yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS menunjukkan bahwa Mette-Marit berkorespondensi dengan Epstein antara tahun 2011 dan 2014 serta sempat menginap di kediaman pengusaha tersebut di Palm Beach, Florida, selama empat hari ditahun 2014.

Di tahun 2008 Epstein divonis bersalah karena telah memfasilitasi prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur dan ia menjalani hukuman penjara selama 13 bulan.

Epstein tewas di penjara pada Agustus 2018 saat proses persidangan atas tuduhan perdagangan manusia tengah berjalan. Kematiannya kemudian diputuskan sebagai kasus bunuh diri.

Terungkap bahwa beberapa tokoh terkemuka Norwegia juga memiliki hubungan dengan Epstein. Parlemen negara tersebut kini sedang mengajukan penyelidikan lebih lanjut menelusuri hubungan Kementerian Luar Negeri dengan Jeffrey Epstein.

Kepolisian Norwegia pun turut menyelidiki mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland atas dugaan korupsi berat yang terkait dengan Epstein.

Mengapa hubungan Mette-Marit dengan Epstein kembali mencuat?

Meskipun di tahun 2019, Mette-Marit telah meminta maaf atas hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal itu, dokumen Epstein yang dirilis baru-baru ini menimbulkan keraguan publik atas klaim sang putri yang menyatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa Epstein telah mendapat vonis pidana di tahun 2008.

Dalam sebuah surat elektronik di tahun 2011, Mette-Marit mengatakan kepada Epstein bahwa ia telah menelusuri namaya di mesin pencarian Google dan mengatakan temuannya “nampak tidak baik,” diikuti dengan emotikon senyuman.

Dalam komentarnya kepada NRK pada Jumat(20/3), Putri Mahkota Norwegia itu menegaskan bahwa ia tidak mengingat alasannya menulis surat elektronik tersebut kepada Epstein setelah 15 tahun berlalu.

Marius Borg Hoiby, putra dari Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, membantah empat dakwaan pemerkosaan jaksa.Foto: Håkon Mosvold Larsen/NTB/AFP

Klarifikasi di tengah jeratan kasus pidana sang putra

Dalam wawancara pada hari Jumat itu, Mette-Marit juga menyinggung kasus hukum yang menimpa putranya yang berusia 29 tahun, Marius Borg Hoiby.

“Saya adalah ibu dari seorang pemuda yang kini sedang berada dalam situasi yang sangat sulit,” katanya.

Anak tiri Putra Mahkota Haakon tersebut menghadapi empat tuduhan pemerkosaan yang terjadi di tahun 2018-2024. Beberapa korbannya diduga berada dalam keadaan tidak sadarkan diri saat kejahatan tersebut dilakukan.

Jaksa penuntut mengatakan Hoiby dapat dituntut hingga 16 tahun penjara jika terbukti bersalah. Di persidangan Hoiby membantah keempat tuduhan tersebut. Kasus ini masih menunggu putusan pengadilan pertengahan tahun ini.

Selain pemerkosaan, Hoiby juga menghadapi puluhan tuduhan pidana lainnya terkait kekerasan dalam rumah tangga, perusakan properti, pelanggaran lalu lintas, dan pelanggaran terkait narkoba.

 

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait