Rainbow Warrior Berlabuh di Indonesia
7 Desember 2007
Dua Kapal KRI dan satu kapal Baladewa milik Polri mengawal kedatangan kapal Rainbow Warrior di Pelabuhan Benoa Bali Jumat (07/12) pagi. Pengamanan ketat dimulai ketika berada pada jarak 3 mil dari pelabuhan Benoa Bali. Kedatangan kapal Rainbow Warrior ini juga disambut oleh sekitar 40 perahu nelayan di perairan Sanur. Kapal milik lembaga peduli lingkungan internasional Greenpeace tersebut disambut dengan bentangan spanduk yang dibawa oleh para nelayan. Pada spanduk-spanduk tersebut tertera "Selamatkan Laut dan Selamatkan Trumbu Karang".
Kedatangan Rainbow Warrior ke Bali adalah sebagai bentuk aksi untuk mendesak negara-negara yang tengah berunding dalam KTT Iklim PBB di Nusa Dua untuk mengambil tindakan nyata terhadap perubahan iklim. Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Emmy Hafid mengatakan, Greenpeace akan menunjukkan kepada pihak keamanan bahwa aksi Greenpeace tidak menimbulkan bahaya.
Kepala Sub Direktorat Bina Operasi Polair Polda Bali Kompol Sugobirowo menyatakan pengawalan yang dilakukan terhadap kapal Rainbow Warrior hanya untuk membantu kapal tersebut dalam memasuki jalur pelabuhan. Namun, ia juga menambahkan bahwa selama kapal Rainbow Warrior berada di Bali, para awak kapal tersebut tidak diijinkan melakukan aktivitas diluar kapal.
Pertengahan bulan lalu, kapal Rainbow Warrior sempat menghalangi sebuah kapal pengangkut minyak kelapa sawit yang akan meninggalkan pelabuhan Dumai, Riau menuju India. Sebagai bentuk protesnya, para aktivis Greenpeace membentangkan baliho besar di sebuah kilang kelapa sawit. Mereka mengecam para pengusaha yang membuka hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang berdampak buruk bagi lingkungan.
Sementara dalam perjalanan dari India ke Indonesia yang memakan waktu tiga bulan, kapal Rainbow Warrior sebelumnya telah berlabuh di Sundarbans, pesisir Bengali Barat, untuk kampanye penyelamatan hutan bakau disana. Kapal ini juga sempat bersandar di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara akhir November lalu.