Istana Buckingham telah menjadi kediaman resmi Monarki Inggris di London selama hampir dua abad. Namun, para pejabat kerajaan mengatakan bahwa Raja Charles dan Ratu Camilla tidak akan tinggal di sana.
Setelah renovasi, Raja tidak akan tinggal di Istana Buckingham, namun jangan juga berharap akan ada papan tanda 'disewakan' di luarnyaFoto: picture alliance/dts-Agentur
Iklan
Raja Charles III tidak akan tinggal di Istana Buckingham setelah program renovasi yang memakan waktu 10 tahun selesai tahun depan, kata para pejabat istana pada hari Kamis (25/06).
Raja Charles dan Ratu Camilla sebaliknya akan tetap tinggal di Clarence House, kediaman lamanya di London yang berdekatan dengan istana tersebut.
James Chalmers, bendahara dan pengelola dana pribadi Raja (Keeper of the Privy Purse), mengatakan bahwa Istana Buckingham akan tetap menjadi lokasi utama untuk acara seremonial dan kegiatan resmi, termasuk untuk menyambut tamu kehormatan dari luar negeri.
"Istana ini tetap dan akan tetap menjadi pusat kerajaan, permata mahkota dari bangunan-bangunan nasional kita," ungkap Chalmers kepada para wartawan.
Istana Buckingham akan tetap menjadi lokasi utama untuk acara seremonial dan resmi, menurut para pejabat kerajaan (arsip 6 Mei 2023)Foto: LEON NEAL/AFP
Istana Buckingham jadi pusat Monarki Inggris selama hampir 200 tahun
Istana Buckingham telah menjadi kediaman utama penguasa Inggris di London selama hampir dua abad, sejak Ratu Victoria bertakhta pada tahun 1837.
Bangunan dengan 775 kamar ini tidak hanya berfungsi sebagai kediaman resmi raja atau ratu, tetapi juga sebagai ruang kantor bagi birokrasi kerajaan dan menyelenggarakan jamuan makan malam kenegaraan yang mewah bagi para pemimpin luar negeri yang berkunjung.
Istana tersebut saat ini sedang menjalani renovasi besar-besaran. Renovasi dimulai pada tahun 2017 dan diperkirakan akan selesai tahun depan, dengan proyeksi total biaya mencapai 369 juta pound sterling (sekitar Rp8,75 triliun).
Proyek ini mencakup penggantian kabel listrik, pipa air, dan sistem pemanas yang sudah tua. Sekitar 700.000 orang mengunjungi bangunan tersebut setiap tahunnya. Pihak berwenang mengatakan akan ada akses publik yang lebih luas tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Iklan
Charles merilis laporan pajak
Pada hari Kamis (25/06), Charles juga mengumumkan kepada publik rincian pajakpribadinya yang dibayarkan kepada pemerintah. Pengumuman ini adalah yang pertama sejak Charles naik takhta pada tahun 2022.
Pejabat terkait mengungkapkan bahwa Raja membayar pajak sebesar 12,9 juta pound sterling (sekitar Rp 305,73 miliar) pada tahun 2024/2025.
Angka tersebut menempatkan Raja ke dalam daftar 100 pembayar pajak terbesar di Inggris.
Berdasarkan hukum, Raja Inggris tidak diwajibkan untuk membayar pajak penghasilan, pajak atas keuntungan modal (capital gains), atau pajak warisan.
DW Travel menyajikan serial galeri foto tentang kota-kota ikonis di Eropa. London menjadi salah satunya. Berikut saran dari warga lokal dan tujuan wajib di London.
Foto: Frank Fell/robertharding/picture alliance
Jangan lupa Tower Bridge dan Tower London
Tower London, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Dulu menjadi kediaman kerajaan dan penjara. Ikuti tur Yeoman (alias Beefeater) untuk melihat sejarah Inggris dengan orang dalam yang tinggal dalam Tower London. Jangan lupa ke Tower Bridge, dibangun pada 1894 guna melihat ruang mesin bergaya Victoria atau memanjat salah satu Menara untuk mendapatkan pemandangan yang indah.
Foto: Frank Fell/robertharding/picture alliance
Museum wajib: Museum British
Kebanyakan museum di London gratis! Museum British memamerkan mulai dari koleksi prasejarah hingga modern dari seluruh dunia. Menawarkan pemandu gratis dari sukarelawan yang terlatih agar pengunjung dapat menikmati semua atraksi wajib, termasuk batu Rosetta, patung Parthenon dan mumi antik Mesir. Lebih dari 60 galeri terkumpul di Great Court.
Foto: Rafael Ben-Ari/Chameleons Eye/Newscom/picture alliance
Museum lain yang wajib dikunjungi
Nikmati koleksi dinosaurus dan binatang di Museum Natural History (gambar), di South Kensington, atau kunjungi Museum Science untuk menikmati koleksi inovasi butan manusia, atau Museum Victoria dan Albert untuk melihat pameran furnitur, lukisan, pahatan, karya logam dan tekstil. Pencinta seni harus kunjungi National Gallery, Royal Academy dan Tate Britain atau Tate Modern.
Foto: Goran Stanzl/PIXSELL/picture alliance
Pemandangan terbaik London
Jelajahi Westminster Abbey dan Gedung Parlemen serta Bigben, lalu seberangi jembatan Westminster dan naiki London Eye untuk melihat pemandangan luar biasa. Pemandangan menakjubkan lainnya dapat dilihat dari Sky Garden, di atas gedung Walkie Takie, atau dari atap bar Shard, gedung pencakar langit tertinggi di Inggris. Atau naiki 528 anak tangga untuk melihat pemandangan dari atas katedral St. Paul.
Foto: Victoria Jones/empics/picture alliance
Menikmati jalanan London
Istana Buckingham, kediaman raja di London sejak tahun 1703 merupakan tempat wajib, khususnya pukul 11, saat pergantian penjaga berlangsung. Dari sini, berjalan susuri Mall ke Trafalgar Square melihat patung Nelson-nya, lalu jelajahi taman Covent atau menonton beberapa artis jalanan sebelum sampai di Leicester Square, dan Pecinan di Soho.
London punya banyak taman bersantai dari hiruk pikuk kota. Paling terkenal dan terbesar adalah taman Hyde dengan jembatan Serpentine, memorial Holocaust, Memorial Diana Fountain dan Speaker’s Corner. Taman lain Green Park, St. James Park dan Regents Park dengan kebun binatangnya. Di hilirnya, ada Kew Gardens milik Royal Botanic Gardens (foto) yang menyajikan koleksi tanaman hidup penting di dunia.
Foto: Matt Duckett/Zuma/picture alliance
Wajib dicoba: Teh sore atau fish and chips
Setiap berwisata ke Inggris harus mencoba Fish and Chips yang disajikan dengan cuka malt. Berikutnya adalah teh sore, secara tradisional disajikan dengan kue teh dan scone, namun harus diikuti dengan camilan gurih seperti roti lapis mentimun. London merupakan rumah bagi restoran gourmet, namun makanan pub seperti pai atau sosi dan kentang tumbung dengan kuah merupakan camilan.
Foto: Friso Gentsch/dpa/picture alliance
Hadiri pertunjukan
Manjakan diri dengan menonton pertunjukan West End atau coba lintasi Thames untuk menonton di Globe Theatre atau South Bank Center. Para penikmat musik juga dapat memilih konser di Royal Albert Hall (foto), mendengarkan musik Jazz di Ronnie Scott’s atau rock on down di Brixton Academy. Arena indoor O2 di Greenwich menampilkan acara besar dan dapat dikunjungi dengan menaiki perahu di sungai.
Foto: Ian West/empics/picture alliance
Wisata belanja!
Belanja hingga lelah di Oxford Street atau kunjungi toko eksklusif di Saville Row dan Kninghtsbridge, juga Harrods. Jangan lupa pasar luar biasa di London: jelajahi barang antik di Portobello Road Market atau gaya pakaian baru di pasar di Old Spitalfields atau Carnaby. Temukan buah tangan unik di Camden Lock Market atau wisata kuliner dan cicipi makanan di Borough Market (foto).
Foto: prisma/picture alliance
Saran warga lokal agar hindari keramaian
Berjalan kaki adalah cara ampuh nikmati London dan terhindar dari keramaian. Beberapa atraksi: jalanan penuh grafiti atau kesenian jalanan, atau yang menyeramkan, tur Jack the Ripper di Whitechapel. Jika menyukai museum namun lebih memilih hal sederhana, Horniman Museum and Gardens, disarankan warga lokal. Jangan lewatkan kumpulan walrus saat kunjungi Museum Victoria ini. (mh/hp)
Foto: Johnny Green/Empics/picture alliance
10 foto1 | 10
Penghasilan pribadi senilai miliaran
Raja Inggris menerima dana dari pemerintah yang dikenal sebagai Sovereign Grant untuk membayar gaji staf, memelihara istana-istana kerajaan, dan biaya perjalanan.
Namun Charles, seperti halnya semua penguasa Inggris sejak tahun 1399, juga menerima jutaan pound sterling sebagai pendapatan pribadi dari kawasan tanah yang sangat luas, Duchy of Lancaster, serta dari berbagai investasi miliknya yang lain.
Sementara itu, Pangeran William, sang pewaris takhta, membayar pajak sebesar 7,76 juta pound sterling (sekitar Rp183,91 miliar) pada tahun 2024/2025.
Pengumuman ini muncul di tengah merosotnya reputasi keluarga kerajaan setelah berbulan-bulan diwarnai berbagai berita memalukan tentang hubungan antara mantan Pangeran Andrew, yang kini dikenal sebagai Andrew Mountbatten-Windsor, dengan terpidana pelaku kejahatan seksual yang telah divonis bersalah, Jeffrey Epstein.
Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Algadri Muhammad
Editor: Yuniman Farid