1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Rancangan Paket Konjungtur Ke-2 Jerman

6 Januari 2009

Senin (05/01) pimpinan puncak koalisi pemerintah Jerman Partai CDU/CSU dan Partai SPD membahas rancangan paket konjungtur ke-2. Hasil akhirnya baru akan diketahui dalam pertemuan puncak ke-2 hari Senin (12/01) depan.

Angela Merkel und Horst Seehofer
Kanselir Angela Merkel (CDU) berjabat tangan dengan PM negara bagian Bayern Horst Seehofer (CSU)Foto: picture-alliance/ dpa

Setelah lama menolak, kini Kanselir Jerman Angela Merkel bersedia mengatasi krisis ekonomi dengan menurunkan pajak. Selain itu, Merkel yang berasal dari partai Uni Kristen Demokrat CDU menerima desakan partai mitranya Uni Sosial Kristen CSU di negara bagian Bayern, untuk membentuk fraksi koalisi di parlemen Jerman. Bersama dengan mitra koalisi pemerintah Partai Sosial Demokrat SPD hari Senin (05/01) kemarin, para pimpinan politik Jerman membicarakan paket konjungtur ke-2. Partai SPD tetap menolak penurunan pajak dan menyerukan penurunan beban biaya asuransi sosial.

50 milyar Euro, dana yang disediakan pemerintah Jerman untuk program konjungtur hingga akhir tahun 2010. Dengan itu Partai Uni Kristen CDU/CSU dan sosial demokrat SPD berharap krisis ekonomi dunia dapat diselamatkan. Kanselir Angela Merkel

„Kami memiliki banyak sekali kesamaan pendapat. Tentang sejumlah hal kami masih harus membicarakannya. Tapi kami sepakat tentang sasaran keseluruhan dan itu adalah Menjamin dan menyelamatkan lapangan kerja, menyiapkan Jerman untuk masa depan."

Tujuan yang mulia, yang oleh Menteri Luar Negeri dan kandidat kanselir dari Partai SPD Frank Walter Steinmeier ingin dicapai dengan apa yang disebut "Dana Jerman". Sebuah istilah yang terutama meliputi investasi di sekolah-sekolah dan pembangunan jalan raya. Untuk itu Jerman telah menyediakan dana 10 milyar Euro. Negara-negara bagian menurut Steinmeier, diharapkan mendukung dana itu dengan sarana finansial tambahan.

Partai SPD juga mempertimbangkan bonus sebesar 200 Euro untuk uang tunjangan anak. Selain itu dipertimbangkan memberi premi bagi pemilik mobil-mobil lama sampai 2500 Euro sebagai rangsangan untuk membeli mobil baru. Dengan demikian diharapkan sektor industri otomotif yang dilanda krisis dan perusahaan-perusahaan pemasoknya kembali dapat bergerak.

Sebaliknya Partai SPD menolak penurunan pajak bahkan menuntut agar mereka yang pendapat per tahunnya minimal 125 ribu Euro, untuk tahun ini dan tahun depan dinaikkan pajaknya menjadi 47,5 persen dibanding sebelumnya 45 persen. Uang pajak tambahan itu harus dipakai untuk pembangunan struktur pendidikan, perbaikan sekolah dan taman kanak-kanak. Demikian Steinmeier.

Minggu (04/01) menjelang pertemuan Dewan Koalisi di kantor kanselir di Berlin CDU dan CSU menyepakati haluan dasar bagi program konjungtur ke-2. Dimana bertentangan dengan keinginan partai mitranya CDU, Partai CSU di negara bagian Bayern, kembali mendesak dilakukannya penurunan pajak dan berhasil.

Partai Kiri sebagai partai oposisi menyambut pertimbangan Uni Kristen dan SPD untuk membiayai investasi bernilai milyaran dan melakukan keringanan pajak. Kritik terhadap rancangan paket konjungtur ke-2 juga datang dari kubu Partai Uni Kristen Demokrat CDU. Perdana Menteri negara bagian Sachsen Anhalt Wolfang Böhmer, menolak peringanan pajak. Alasannya, dengan pendapatan lebih kecil pengeluaran tidak dapat dibiayai, kecuali jika kita meningkatkan hutang baru bagi generasi mendatang. Demikian Böhmer.

Pekan ini fraksi-fraksi di parlemen Jerman akan membahas program konjungtur tersebut. Hari Senin (12/01) depan, pimpinan politik pemerintahan koalisi akan kembali mengadakan pertemuan. (dk)