1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

100909 Schavan Indien

10 September 2008

Jerman dan India meningkatkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan. Menteri pendidikan Jerman Annette Schavan tiga kali melawat ke India dalam dua tahun terakhir. Sebuah rekor kunjungan bagi anggota kabinet Jerman.

Indien Deutschland Angela Merkel und Annette Schavan in New Delhi
Menteri Pendidikan Jerman Annette Schavan (kiri) dan Kanselir Merkel (kanan) saat berkunjung ke India tahun 2007Foto: AP

Menteri pendidikan Jerman Annette Schavan mengatakan, di Jerman dalam waktu tiga tahun terakhir ini dilakukan dialog intensif, menyangkut kemitraan strategis khususnya di bidang sains dan teknologi. Dan India yang sedang naik daun tidak bisa diabaikan. Schavan yang didampingi delegasi universitas, sekolah tinggi dan pusat penelitian di Jerman, mula-mula berkunjung ke kota Chenai di selatan India.

Di sini ia menghadiri peringatan 50 tahun kerja sama teknologi Jerman-India dengan Institut Teknologi India (IIT). Sekarang IIT di Chenai berkembang menjadi proyek Jerman terbesar di luar negeri dalam bidang sains dan teknologi. Dewasa ini berbagai organisasi dan lembaga ilmiah Jerman, seperti lembaga pertukaran akademik Jerman-DAAD, perhimpunan penelitian Jerman dan Institut Max-Planck melakukan aktivitasnya di seluruh India. Menteri riset dan teknologi India, Kapil Sibal memuji kerja sama tersebut :

“Kami memiliki hubungan erat dengan Prancis, Jepang, AS dan bahkan kemitraan dengan Israel. Tapi tidak ada hubungan yang lebih menyenangkan seperti dengan Jerman.“

Sibal dan Schavan meletakkan batu pertama sebagai simbol dari proyek terbaru kerja sama teknologi India-Jerman di ibukota New Delhi. Di sini akan dibangun sebuah pusat sains dan teknologi India-Jerman. Untuk proyek tersebut, kedua negara akan menyediakan anggaran sebesar 10 juta Dolar dalam waktu lima tahun mendatang. Pusat sains dan teknologi itu bertujuan untuk mendorong kerja sama diantara para ilmuwan dan sektor swasta.

“Karena itu dalam satu atap akan didukung proyek dua plus dua. Ilmu pengetahuan dan industri di India dan di Jerman. Jika dikehendaki, dilakukan transfer struktur dan strategi dari Jerman dalam kerja sama ini.“

Anggaran untuk enam proyek pertama dalam kerangka kerja sama ini sudah disetujui. Kini tiba saatnya, kerja sama ilmu pengetahuan Jerman-India memperoleh impuls baru. Schavan mengatakan, proyek akan menggabungkan berbagai elemen dan instrumen untuk mendorong perkembangan baru yang inovatif.

“Jika hanya menyangkut tema besar, energi, Jerman dapat mentransfer banyak pengetahuan. Dan disini terdapat tugas khusus, untuk memikirkan masalahnya secara global. Bagaimana sains dan teknologi serta penelitian digabung dalam jejaring global. Tapi sekaligus juga menemukan pemecahan masalah lokal. Produk dan jasa baru yang berguna di sini, yang dapat diterapkan di sini. Inilah tantangan dan peluang terbesar isntitusi baru ini.“(as)