Reaksi Jerman Atas Bisnis Senjata AS
31 Juli 2007
Sebenarnya, sampai saat ini Jerman hanya mendengar berita soal itu lewat media. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Martin Jäger mengaku, pemerintah Jerman belum mendapat informasi langsung dari Amerika:
„Secara umum kami mendukung setiap upaya yang membawa stabilitas kawasan Teluk, tapi kami perlu menilik lebih dalam soal ini.“
Alasan Washington meningkatkan bisnis senjata dengan Arab Saudi dan lima negara Teluk adalah meredam pengaruh Iran di kawasan itu. Sejumlah politisi Jerman mempertanyakan strategi Bush untuk meningkatkan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Pejabat urusan kerja sama Amerika Serikat dan Jerman Karsten Voigt mengkritik politik luar negeri Amerika Serikat yang berstandar ganda.
Selama ini Amerika selalu mendengung-dengungkan perlunya demokratisasi di Timur Tengah. Tapi kini, Amerika justru menjual senjata pada rezim di kawasan itu, demikian Karsten Voigt. Sebenarnya, yang dibutuhkan Timur Tengah bukan perlombaan senjata tapi proses perlucutan senjata.
„Ini memang prinsip yang dianut pemerintah Jerman, tapi Amerika punya haluan politik yang berbeda dan sebagai pengekspor senjata terbesar dunia, Amerika mungkin tidak terlalu kritis bila bicara soal ekspor senjata.“
Sejumlah pengamat kuatir, bertambahnya penjualan senjata ke Arab Saudi dan lima negara Teluk lainnya serta peningkatan dana bantuan militer Amerika Serikat untuk Israel akan memacu Iran untuk memperkuat angkatan bersenjatanya. Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Jerman Martin Jäger diplomasi tetap merupakan jalan terbaik untuk mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah:
„Kami berpendapat bahwa negara-negara di kawasan Teluk punya andil besar dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui perundingan politis untuk meredam ketegangan yang terjadi.“
Kini, semua mata memandang Iran. Apakah Iran menganggap peningkatan senjata sekutu Amerika di kawasan itu sebagai provokasi? Menurut pengamat politik Karsten Voigt, Iran tidak perlu alasan tambahan untuk memperkuat angkatan bersenjatanya. Sementara juru bicara Deplu Martin Jäger mengimbau Iran untuk berdialog dengan negara tetangganya:
„Dengan latar belakang kejadian ini kami berharap Iran bersedia melakukan pembicaraan konstruktif dan terbuka dengan negara tetangganya di kawasan itu.“
Pemerintah Jerman tetap meyakini bahwa solusi konflik Timur Tengah dapat dicapai melalui dialog dan bukan kekuatan senjata. (zer)