1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikIndonesia

Respons Kemlu RI soal Presiden Venezuela Ditangkap AS

5 Januari 2026

Pemerintah RI melalui Kemlu menyatakan sikap usai pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Mereka meminta semua pihak menghormati prinsip hukum internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil.

Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan penutup mata yang diunggah Presiden AS Donald Trump di akun Truth Social-nya
Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diunggah Presiden AS Donald Trump di akun Truth Social-nyaFoto: REUTERS

Pemerintah Indonesia buka suara usai pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mendorong semua pihak mengedepankan dialog dan mematuhi hukum internasional.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional," kata Kementerian Luar Negeri melalui akun X resminya, Senin (05/01).

Kemlu meminta semua pihak menghormati prinsip hukum internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil. Kemlu meminta warga sipil harus dijamin keselamatan dan kondisinya.

Pemerintah Indonesia juga mengaku prihatin atas terjadinya eskalasi di Venezuela buntut serangan AS dan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kemlu menilai hal itu berisiko mengganggu stabilitas kawasan.

"Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi," katanya.

Indonesia menyerukan komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan dan untuk menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa.

Operasi serangan AS ke Venezuela

Diketahui, serangan besar-besaran AS ke sejumlah titik di Venezuela diikuti penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump terhadap Venezuela. Operasi ini pun menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.

Maduro ditangkap pada Sabtu (03/01) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba. Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

Sejak September 2025, pasukan AS telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik. Para ahli hukum mengatakan aksi AS itu kemungkinan melanggar hukum AS dan internasional.

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

AS Tangkap Presiden Venezuela, RI Serukan Dialog-Patuhi Hukum Internasional

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait