1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiIndonesia

RI Bebaskan Tarif Kedelai AS, Harga Tahu-Tempe Lebih Murah?

20 Februari 2026

Indonesia menurunkan hambatan impor untuk hampir semua produk AS dan mendapat tarif 19% sebagai balasan. Namun demikian, AS membebaskan tarif untuk sejumlah komoditas kunci dari dan ke Indonesia.

Ladang kedelai di AS
Ladang kedelai di ASFoto: Megan Jelinger/REUTERS

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi membuka lembar baru dalam kerja sama perdagangan terkait tarif resiprokal. Hal ini ditandatangani dengan pemberlakuan tarif 0% untuk ekspor-impor sejumlah produk dari kedua negara.

Untuk produk asal Indonesia, pemerintah AS menetapkan tarif masuk 0% terhadap komoditas mencakup minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang. Begitu juga dengan produk tekstil dan apparel asal Indonesia yang mendapatkan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ.

Di sisi lain untuk produk asal AS, pemerintah Indonesia memfasilitasi tarif masuk 0% terhadap komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Di mana dua komoditas ini cukup banyak digunakan sebagai bahan baku produk pangan seperti mi, tahu, dan tempe.

"Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif 0% karena utamanya Indonesia mengimport produk pertanian," kata Mentei Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya dengan memberikan tarif masuk 0% untuk bahan baku impor tertentu dari AS, harga komoditas pangan seperti gandum dan kacang kedelai ini berpotensi mengalami penurunan. Sebab sebelumnya harga yang dikenakan pengusaha AS untuk pasar domestik Indonesia sudah termasuk biaya tambahan imbas penetapan tarif.

Susu Keledai, Diminati tapi Sulit Dijangkau

01:16

This browser does not support the video element.

Impor kedelai

Pada akhirnya, penurunan harga bahan baku ini dapat menkeret harga produk akhir. Misal saja dengan penurunan harga kedelai, produk tahu dan tempe bisa menjadi lebih murah.

"Masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART) di sela-sela rangkaian kegiatan Board of Peace (BoP) di Washington D.C, AS, pada Kamis (19/2) pagi waktu setempat.

kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi yang sangat panjang dan intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal Trump pada April 2025 lalu. Dalam hal ini pemerintah Indonesia telah mengirim empat surat resmi sepanjang 2025 dan sekitar 90% usulan Indonesia disetujui pihak AS.

Meski begitu, kesepakatan dagang Indonesia-AS ini berlaku paling lambat 90 hari alias 3 bulan setelah proses legalitas di kedua negara sudah terselesaikan. Artinya perjanjian tersebut tidak langsung berlaku usai penandatanganan ini.

"Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR maupun di Amerika dengan proses internalnya," ujarnya Airlangga.

Selengkapnya, "RI Pasang Tarif Impor 0% ke Kedelai AS, Harga Tahu-Tempe Bisa Lebih Murah?" 

Tambang Tanah Jarang Tanpa Rusak Lingkungan dan Langgar HAM

03:36

This browser does not support the video element.

Kerja sama logam tanah jarang

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Amerika Serikat (AS) akan terlibat dalam pengembangan mineral kritis termasuk di dalamnya yakni logam tanah jarah atau rare earth.

Rare earth selama ini dianggap sebagai harta karun incaran dunia. AS adalah salah satu negara yang industrinya tergantung pada rare earth, untuk teknologi pertahanan, baterai, hingga layar telepon seluler.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan keterlibatan AS yakni dengan melakukan investasi untuk dapat mengelola komoditas tersebut.

"Itu lebih ke kerja sama di bidang investasi ya, mereka akan berinvestasi di Indonesia," ujar Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

m menjelaskan detail perusahaan AS yang nantinya bakal berinvestasi di sektor mineral kritis Indonesia.

"Untuk detailnya saya belum sampai ke sana. Detailnya nanti," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia sangat terbuka untuk bekerja sama dengan AS dalam pengelolaan sektor mineral kritis.

"Mineral kritis kita sudah sebutkan bahwa itu adalah terkait dengan industrial mineral, artinya ada secondary process dan Indonesia terbuka untuk kerjasama investasi maupun teknologi baik critical mineral maupun rare earth," kata Airlangga konferensi pers terkait Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2/2026).

 

Baca artikel Detiknews,
Selengkapnya, "AS Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Berharga Incaran Dunia" 

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait