1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiIndonesia

RI Janjikan Rp 547 T buat Rayu Trump Pangkas Tarif

4 Juli 2025

Indonesia memberikan tawaran pamungkas untuk negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Indonesia diganjar tarif 32% oleh Presiden AS Donald Trump.

Airlangga Hartarto
Airlangga menyatakan Indonesia telah mengajukan tawaran senilai 34 miliar dollar AS untuk pembelian dan investasi sebagai upaya menekan tarif impor AS yang kini mencapai 32%Foto: Kantor Kemenko Perekonomian RI

Tawaran pamungkas itu tetap bertujuan untuk memangkas surplus neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Jelang tenggat waktu negosiasi yang habis pada 9 Juli 2025, pemerintah dengan sektor swasta menyepakati untuk memberikan tawaran paket pembelian komoditas dari AS dan juga investasi. Totalnya, ada sekitar US$ 34 miliar atau sekitar Rp 547 triliun (kurs Rp 16.100).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan tawaran tersebut sudah lebih dari cukup untuk membalikkan posisi neraca dagang AS yang defisit terhadap Indonesia. Sejauh ini neraca dagang AS masih defisit senilai US$ 19 miliar terhadap Indonesia.

"Pembelian Indonesia terhadap produk Amerika yang sifatnya tidak short term, tapi bisa long term. Jadi, kalau istilah Pak Presiden, 'pak pok.' Jadi trade defisit US$ 19 miliar tapi kita offer pembelian ke mereka jumlahnya melebihi dari itu, yakni US$ 34 miliar," ungkap Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (3/7).

Airlangga mengungkapkan dari paket tersebut, ada sekitar US$ 15,5 miliar untuk pembelian komoditas energi, agrikultur, dan juga beberapa rencana investasi Indonesia di AS. BUMN dan Danantara akan ikut andil dalam investasi tersebut.

Pada 7 Juli 2025, Airlangga mengatakan bakal ada penandatanganan perjanjian antara sektor bisnis Indonesia dengan mitra dagangnya di AS. "Rencananya akan ada perjanjian atau MOU antara Indonesia dengan mitranya di AS pada 7 Juli," sebut Airlangga.

Kesepakatan tarif masih dinegosiasikan

Airlangga mengaku kesepakatan tarif masih terus dinegosiasikan, angkanya berubah setiap hari. "Kesepakatan tarif sudah ada pembicaraan, nanti kita tunggu saja, day to day berubah terus," pungkas Airlangga.

Di sisi lain, negara tetangga Indonesia, Vietnam, baru saja mendapatkan potongan tarif resiprokal dari Trump. Meski begitu, Airlangga tampak tak mau panik. Dia menyatakan sejauh ini memang banyak negara yang belum mendapatkan kesepakatan. Bukan hanya Indonesia yang masih melakukan negosiasi meskipun tenggat waktu hampir habis.

"Ya, kalau yang belum juga kan banyak. Lebih dari 100 negara. Yang sudah deal baru UK, kemudian Cina, dan Vietnam. Cina pun masih berlaku sementara, 90 hari saja," ujar Airlangga.

Dia memaparkan sejauh ini status negosiasi masih berjalan, tim negosiasi Indonesia terus berada di Washington. Bersama dengan India, Jepang, Uni Eropa, Vietnam, dan Malaysia untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah AS.

Indonesia berharap bisa mendapatkan potongan tarif lebih besar daripada yang diberikan AS ke Vietnam, saat ini Indonesia diganjar tarif impor hingga 32%. Vietnam mendapatkan potongan tarif hingga 20% dari awalnya 46%.

Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

Sebagai informasi, AS kini hanya mengenakan barang-barang Vietnam akan yang diimpor ke negaranya dengan tarif sebesar 20%. Namun, untuk pengiriman ulang dari negara-negara ketiga melalui Vietnam akan dikenakan tarif sebesar 40%.

"Kalau Vietnam kan 20-40% Tentu kita berharap lebih baik dari itu," ujar Airlangga.

Selain itu, Vietnam dalam negosiasinya memberikan keuntungan buat AS untuk mengurangi dan membebaskan tarif impor barang ke negaranya. Airlangga mengatakan Indonesia tak akan melakukan hal tersebut, sebab saat ini tarif impor barang Amerika ke Indonesia memang sudah rendah bahkan ada yang 0%.

"Terkait tarif Amerika yang kebanyakan import ke Indonesia tarifnya di bawah 10%, bahkan ada yang 0% dan 5% Jadi itu adalah top komoditas yang Indonesia import dari Amerika," pungkas Airlangga.

 

Baca artikel detiknews,

Selengkapnya "RI Janjikan Rp 547 T buat Rayu Trump Pangkas Tarif"