Meski terdepan dalam aksi perubahan iklim, ternyata kondisi lingkungan di Eropa mengalami kerusakan serius. Peneliti menyebut kerusakan alam mengancam daya saing serta kualitas hidup di benua tersebut.
Kehilangan keanekaragaman hayati dan penurunan ekosistem diperkirakan akan terus berlanjut di EropaFoto: Andreas Vitting/imageBROKER/picture alliance
Iklan
Lingkungan di Eropa sedang mengalami tekanan berat, menurut laporan terbaru dari Badan Lingkungan Eropa (EEA) yang dirilis pada hari Selasa (30/09).
Laporan tersebut mengungkap bahwa alam di Eropa menghadapi tingkat kerusakan, eksploitasi berlebihan, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang mengancam langsung stabilitas, keamanan, dan standar hidup masyarakat.
Sebagai penilaian paling komprehensif tentang lingkungan, iklim, dan keberlanjutan di kawasan ini, laporan lima tahunan dari lembaga Uni Eropa yang berbasis di Kopenhagen itu menyampaikan peringatan keras: meskipun ada kemajuan dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan energi terbarukan, kondisi lingkungan secara keseluruhan di Eropa masih “tidak baik”.
Pejabat Uni Eropa menekankan pentingnya mempertahankan dan memperkuat kebijakan hijau.
"Menunda atau menangguhkan target iklim hanya akan meningkatkan biaya, memperdalam ketidaksetaraan, dan melemahkan ketahanan," kata Teresa Ribera, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk "transisi bersih, berkeadilan, dan kompetitif." Dia menambahkan bahwa melindungi alam adalah investasi untuk daya saing dan kesejahteraan masyarakat di Eropa.
Maraknya penebangan hutan, kebakaran hutan, dan kekeringan telah menyebabkan penurunan sebesar 30% pada kapasitas penyerapan karbon Uni EropaFoto: Pedro Pascual/Anadolu Agency/IMAGO
Penurunan keanekaragaman hayati dan ekosistem bakal terus terjadi
Pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, terutama dari sistem pangan, menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati di darat maupun perairan Eropa. Sekitar 80% habitat yang dilindungi berada dalam kondisi buruk, sementara 60-70% tanah sudah terdegradasi.
Iklan
Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, dengan target restorasi alam Uni Eropa untuk tahun 2030 dinilai sulit tercapai.
Terik Ekstrem! Eropa Hadapi Gelombang Panas Bersejarah
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa lebih awal dari biasanya. Di Jerman, suhu yang diperkirakan bisa mencapai 40°C menambah kekhawatiran akan dampaknya pada kesehatan warga dan infrastruktur.
Foto: Michael Nguyen/NurPhoto/picture alliance
Berenang di kolam dingin jadi solusi
Gelombang panas merambat hingga ke Jerman. Pada Selasa (01/07), suhu melonjak antara 30 - 38°C dan menyelimuti hampir seluruh penjuru negeri. Beberapa wilayah di North Rhine-Westphalia dan Baden-Württemberg bahkan telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem. Di banyak tempat, satu-satunya cara meredakan panas adalah dengan berenang di kolam dingin, seperti di kolam renang Swabian Alb ini.
Foto: Thomas Warnack/dpa/picture alliance
Memecahkan rekor suhu panas
Seperti jamur warna-warni, payung-payung bertebaran di Pantai Almanda, Costa da Caparica, Portugal. Gelombang panas yang datang lebih awal membuat warga di Semenanjung Iberia mencari tempat berteduh di mana pun mereka bisa. Di El Granado, kota di selatan Spanyol yang berbatasan dengan Portugal, tercatat rekor suhu baru untuk bulan Juni: 46°C, menurut layanan cuaca Spanyol, Aemet.
Foto: CARLOS COSTA/AFP/Getty Images
Suhu panas berlanjut hingga malam hari
Tak hanya terasa menyiksa di siang hari, suhu panas berlanjut hingga malam. Di wilayah selatan Spanyol, seperti Sevilla, suhu udara sepanjang akhir pekan tak pernah turun di bawah 30°C. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di barat daya Jerman, dengan suhu malam hari tetap di atas 20°C. Tanpa pendingin udara, tidur malam yang nyenyak terasa mustahil.
Foto: CRISTINA QUICLER/AFP/Getty Images
Menara Eiffel ditutup akibat panas terik
Matahari terik menyinari kota Paris pada Selasa (01/07), saat Prancis untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir menetapkan tingkat peringatan panas tertinggi untuk ibu kotanya. Suhu diperkirakan akan mencapai 41°C. Akibat cuaca ekstrem ini, lantai atas Menara Eiffel, ikon terkenal Paris, ditutup untuk pengunjung hingga Rabu (02/07).
Foto: Thibaud Moritz/AFP/dpa/picture alliance
Gondola berpayung hingga jalan melembung
Akibat panas terik, para turis di Venesia terpaksa berlindung di balik payung saat menaiki gondola. Di Veneto, sebuah jalan raya bahkan harus ditutup karena permukaannya melengkung akibat suhu ekstrem. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman mengeluarkan imbauan agar warganya menunda perjalanan ke Italia karena gelombang panas yang terus berlanjut.
Foto: ANDREA PATTARO/AFP/Getty Images
Tanpa pendinginan, cuaca panas bisa mematikan
Tanpa upaya pendinginan, suhu tinggi bisa membahayakan kesehatan. Menurut Kantor Statistik Federal Jerman, dalam sepuluh tahun terakhir, sekitar 1.400 orang dirawat di rumah sakit setiap tahunnya akibat gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan panas atau sinar matahari. Rata-rata, 22 orang meninggal setiap tahun akibat kondisi tersebut.
Foto: Peter Kneffel/dpa/picture alliance
Olahraga saat cuaca panas? Pilih waktu yang tepat!
Olahraga luar ruangan tidak disarankan saat cuaca panas. Karenanya, pelari ini memilih berlari pagi di Berlin, saat udara masih relatif sejuk. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang paling rentan. Untuk terhindar dari dampak buruk, masyarakat dianjurkan berlindung dari paparan sinar matahari, banyak minum air putih, dan mencari tempat sejuk.
Foto: Christoph Soeder/dpa/picture alliance
Cuaca makin panas, olahraga air jadi pilihan
Olahraga air seperti wakeboarding menjadi cara ideal untuk menghadapi teriknya cuaca. Puncak gelombang panas diperkirakan akan terjadi di Jerman pada Rabu (02/07). Badan Cuaca Jerman memprediksi suhu akan berkisar antara 33 - 39°C, meliputi hampir seluruh wilayah, dari Laut Baltik di utara hingga Black Forest di selatan.
Foto: Henning Kaiser/dpa/picture alliance
Yunani hadapi panas ekstrem, laut mediterania menghangat
Di Yunani, seorang gadis tampak menyempatkan diri menyejukkan tubuh di air mancur Athena. Rekor suhu juga tercatat di perairan Laut Mediterania. Di lepas pantai Kepulauan Balearic, suhu air laut mencapai 26°C. Sementara itu, meski angin kencang sedikit membantu meredam panas, risiko kebakaran hutan justru meningkat ke level tertinggi di negara tersebut.
Foto: Stelios Misinas/REUTERS
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya”
Di Provinsi Izmir, Turki, 1.000 petugas pemadam kebakaran dan 14 helikopter dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi pada Minggu (29/06). Sementara itu di Prancis, kebakaran hutan menghanguskan 400 hektar lahan. Peringatan panas pun diberlakukan di 84 dari 95 wilayah. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menteri Transisi Ekologi Prancis, Agnes Pannier-Runacher, kepada AFP.
Foto: Mehmet Emin Menguarslan/Anadolu/picture alliance
Dari manusia hingga hewan, cuaca ekstrem ancam kehidupan
Panas ekstrem tak hanya berdampak pada manusia, tapi juga pada tumbuhan dan hewan. Seekor anjing dan pemiliknya tampak berusaha mendinginkan diri di Sungai Danube. Menurut penelitian, kini gelombang panas terjadi lebih sering, lebih lama, dan semakin intens akibat perubahan iklim. Di Jerman, suhu tinggi diperkirakan akan bertahan hingga Kamis (03/07), saat hujan diperkirakan akan turun.
Foto: Thomas Warnack/dpa/picture alliance
11 foto1 | 11
Sumber daya air juga berada di bawah tekanan berat. Sekitar sepertiga wilayah Eropa mengalami stres air, dan hanya 37% badan air permukaan yang memiliki status ekologis yang baik. Sektor pertanian menjadi penyebab utama, dengan penggunaan pupuk dan pestisida yang menurunkan kualitas air dan mengancam kehidupan akuatik.
Penyerapan karbon Uni Eropa juga menurun sekitar 30% dalam satu dekade terakhir akibat maraknya penebangan pohon, kebakaran hutan besar, hingga kekeringan.
Padahal, penyerapan karbon melalui hutan dan lautan memainkan peran penting dalam memerangi perubahan iklim karena dapat menyerap karbon dioksida dari atmosfer.
Eropa telah membuat kemajuan dalam mengurangi emisi dan meningkatkan penggunaan energi terbarukanFoto: Geraint Tellem/robertharding/picture alliance
Perubahan iklim: Tantangan mendesak
Perubahan iklim yang semakin cepat menjadi tantangan mendesak.
Eropa kini menjadi benua yang paling cepat mengalami pemanasan, dengan suhu meningkat dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global. Musim panas ini, gelombang panas ekstrem memicu kebakaran hutan besar yang menghanguskan lebih dari 1 juta hektare lahan.
Meski Eropa telah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 37% dibanding tahun 1990 dan menggandakan energi terbarukan dalam pembangkitan listrik, emisi dari sektor transportasi hanya turun sedikit dan masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.
Sektor pertanian juga belum menunjukkan penurunan signifikan, menyumbang 93% emisi amonia di udara dan menjadi penyebab utama penurunan populasi penyerbuk serta degradasi tanah.
Pertanian merupakan faktor utama dalam degradasi air di EropaFoto: Jens Büttner/dpa/picture alliance
Jaga alam jadi kunci untuk ekonomi dan keamanan
Laporan ini menekankan bahwa sumber daya alam adalah fondasi kemakmuran ekonomi Eropa. Sekitar tiga perempat bisnis sangat bergantung pada layanan ekosistem seperti pasokan air dan tanah yang sehat.
"Kita perlu memikirkan kembali hubungan antara lingkungan dan ekonomi, serta melihat perlindungan alam sebagai investasi, bukan biaya," kata Jessika Roswall, Komisioner Uni Eropa untuk lingkungan, ketahanan air, dan ekonomi sirkular kompetitif. "Alam yang sehat adalah dasar bagi masyarakat sehat, ekonomi kompetitif, dan dunia yang tangguh."
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Laporan ini menyerukan langkah-langkah mendesak seperti dekarbonisasi ekonomi, transisi ke ekonomi sirkular yang minim limbah, pengurangan polusi, dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab.
Melindungi lingkungan juga akan membantu memastikan aspek vital kesejahteraan Eropa seperti kedaulatan pangan dan air minum bersih.
Lapangan kerja hijau, inovasi, dan pembiayaan berkelanjutan disebut sebagai peluang untuk mendorong kemajuan dan menjadi sumber optimisme. Investasi dalam transformasi industri yang ramah lingkungan dapat menjadikan Eropa pemimpin global dalam pengembangan teknologi untuk dekarbonisasi industri berat seperti baja dan semen.
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris